Membaca untuk Menulis

Sudah beberapa tahun terakhir, saya kehilangan gairah menulis. Cek saja di tanggal arsip postingan blog ini. Tidak hanya di blog, kemalasan itu merembet pula ke kantor dan bisnis kegiatan lain. Ada semacam kejenuhan. Ada pula rasa ‘untuk apa sih’. Singkatnya, motivasi menulis saya turun sampai ke titik terendah.

Belakangan saya sadar, selama ini saya kurang membaca. Kepala kita bagaikan periuk, dia hanya akan mengeluarkan isi apa yang ada di dalamnya. Lain tidak. Ketika asupan ini kurang, keluarannya pun tereduksi bahkan bisa jadi terkebiri habis. Barangkali saya kebanyakan membaca berita daring domestik yang memang nggak ada isinya buat jiwa. Dan alhamdulillah hati dan kepala saya masih cukup waras untuk tidak memuntahkannya kembali. Padahal saya sudah puasa facebook seja dua kali Ramadhan yg lalu. Masih saja. efek garbage in, no garbage out itu terasa.

Barangkali, kondisi eksternal juga ikut urun sebab. Beberapa website favorit saya sudah mulai melambat mutakhir isi. Banyak blogger kesukaan yang tutup lapak. Mungkin ada yang promosi, sibuk dengan jabatan baru. Sibuk dengan bisnis baru. Saya merasa kehilangan teman. Memang ada yang tersisa. Tapi tidak cukup untuk mengangkat mood saya. Ketika aggregator blog isinya hampir sama persis dengan blog personal seorang suhu.. hilanglah nilai agregasi blog tsb. Dan, maaf, saya sejak awal kurang cocok dengan kompasiana. Beberapa posting bagus memang ada di sana, tapi jauh tertimbun dengan yang kurang menarik.

Pekan lalu, seorang rekan share link tulisan. Tulisan tersebut menarik bagi saya.  Maklum, selera baca saya agak aneh. Ada sisi nalar, ada sisi emosi. Dan ditulis untuk relevansi yang pas. Nikmat lah bacanya. Jarang saya temui tulisan seperti itu. Anyway, mudah-mudahan berbagai kondisi di sekitar saya pada hari-hari ini bisa membuat saya menulis kembali. Periuk kepala ini perlu diisi kembali agar ada pikiran yang bisa dihidangkan di blog ini.

Bagi yang merasa tidak penting dengan tulisan saya, mudah kok, cukup menekan tanda silang di pojok peramban Anda. Maklum lah, saya masih belajar menulis.

Truk dan Ekonomi Bangsa

Siang itu saya berada dalam sebuah bus antar kota, terjebak di keramaian jalur tol Cikampek. Situasi itu sudah jamak dialami banyak orang, mungkin termasuk Anda juga. Kendaraan-kendaraan besar mendominasi ruas jalan. Tol dipenuhi dengan truk kontainer, truk kopel, truk box, truk engkel, truk tangki bahkan trailer dan tronton. Di jalur JORR, bertemu dengan truk adalah salah satu hal yang paling dihindari banyak orang. Kontur jalan yang turun naik, membuat kendaraan-kendaraan berbeban berat melambat dan menghambat kendaraan lain.

Berada di bangku penumpang bus ber-AC yang nyaman, mungkin telah turut membantu hati dan kepala saya lebih dingin. Lain hal kalau saya yang harus di balik kemudi. Atau menahan hajat di kendaraan tanpa kamar kecil. Akhirnya timbullah pikiran yang menjadi bahan tulisan kali ini.

Melihat kemacetan yang didominasi kendaraan besar itu, sebagian diri saya justru bersyukur. Hilir mudik kendaraan besar, menandakan ekonomi di negara ini masih terus berjalan. Dari sebuah truk saja kita bisa identifikasi pihak-pihak yang berperan secara ekonomi. Satu, produsen lokal. Lihat saja jika sebuah truk membawa barang-barang khas produksi lokal seperti sapi (yang bukan impor), ayam, sayuran, kayu, dll, maka kemungkinan besar masih ada produsen lokal yang masih produktif dan sedang membuat nilai tambah ekonomi. Dua, jika produk yang diangkut truk itu adalah barang import (seperti ponsel, televisi, dll) maka ingatlah bahwa ada importir lokal yang masih beroperasi. Tiga, jika barangnya adalah barang merk luar yang memiliki kandungan lokal lumayan tinggi, seperti mobil, motor, traktor, dll, maka ada ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) atau perwakilan lokal prinsipal atau korporasi yang memiliki pabrik perakitan yang masih menggunakan tenaga-tenaga lokal kita. Itu baru dari sisi produsen ya.

Sekarang mari kita lihat dari sisi konsumen. Umumnya, satu buah truk membawa barang dalam kuantitas besar. Jarang sekali ada konsumen akhir yang memesan satu buah truk. Artinya, di tempat tujuan truk, ada agen dan distributor yang masih hidup untuk menjalankan rantai nilai distribusi. Setelah itu, ada ribuan konsumen lokal yang masih punya rejeki untuk membeli produk yang sedang dibawa truk.

Sepanjang perjalanan truk tersebut, juga ada banyak pihak yang mendapat manfaat dari truk tersebut seperti SPBU, warung makan, warung rokok, dll. Trickle effect dari fenomena truk yang bikin macet, ternyata cukup luas tho. Nah, kalaupun analisis saya ini meleset, setidaknya masih ada seorang sopir yang digaji hari itu.

Jadi, meskipun saya tidak hapal dan tidak terlalu peduli dengan angka pertumbuhan ekonomi yang biasanya digunakan orang-orang, saya yakin dari indikator banyaknya truk di jalan raya saja kita sudah bisa mendapat sedikit gambaran tentang ekonomi kita.

* * *

Hal kedua yang saya renungkan adalah bahwa dengan mendominasinya truk di jalan raya, itu menandakan ekonomi kita memang bercirikan ekonomi konsumtif. Truk-truk pengangkut mobil dan motor termasuk yang cukup sering saya lihat di jalan tol. Selain itu, volume kendaraan dari Jakarta ke luar Jakarta secara kasat mata lebih banyak daripada dari sebaliknya. Ini indikator garis besar saja sih. Umumnya kawasan industri ada di Jakarta dan sekitarnya, maka kalau ada truk keluar dari kawasan industri ke non-industri sepertinya memang membawa barang untuk dijual.

Dari sekian banyak truk yang hilir mudik, tidak satupun yang bermerk lokal, AFAIK. Bahkan produk-produk pendukungnya seperti ban, suku cadang mesin, suku cadang non mesin pun masih didominasi produsen luar. Lha wong tukang tambal ban saja menggunakan lem impor dan kompresor impor.

Untuk hal kedua ini, idealisme saya masih mencoba berdamai dengan kenyataan. Meskipun hati masih berharap produksi lokal bisa meningkat untuk menghindari ketergantungan pada pihak luar. Toh konsumtif juga nggak buruk-buruk amat. Kita masih bisa makan sampai kenyang, bebas berpendapat, bebas beribadah, infrastruktur terus dibangun. Kurang apa lagi coba?

Urusan membangun keunggulan bangsa, ya memang harus dibangun pelan-pelan. Rasanya masih jauh untuk bisa menandingi Korea. Mereka sudah mulai merasakan enaknya dari hasil investasi di bidang riset. Atau China yang super efisien.

* * *

Tersentak dari lamunan, saya masih di Cikarang Barat. Di sini macet akibat truk, lebih luar biasa lagi. Namun seiring masuk ke ruas tol Cipali, jumlah truk yang menemani perjalanan saya semakin berkurang. Baguslah, saya bisa tidur lebih tenang tanpa harus merenungkan fenomena truk ini sepert yang saya tuliskan di atas…

Modal Usaha dari Bank?

Modal usaha dari bank, saya kok hanya bisa menemukannya di Indonesia ya? Di buku2 text book akuntansi dan bisnis, selalu menyebutkan modal dari saham atau partnership. Sbg bukti, coba cari bgmn jurnalnya modal dari bank?

Nah, saya melihat ada bbrp kekurangan kalau pebisnis mengambil modal dari bank. Khususnya pada pebisnis pemula. Ada bbrp proses pematangan yg dilewati ketika kita mencari modal dengan hutang bank. Pertama, kita akan melewati proses presentasi ide bisnis kita. Mencari modal usaha, seharusnya adalah menjual ide. Jeff Bezos (pendiri amazon) menghabiskan waktu dua tahun utk presentasi ide bisnis Amazon ke sana ke mari. Setelah mendapat modal pun, Amazon baru profit di tahun ke lima. Bgmn kita bisa meyakinkan investor bahwa usaha kita akan profit di tahun ke lima, kalau kita tidak melakukan presentasi bisnis? Hal ini berbeda dgn proses validasi kredit di Bank, yg dilihat adalah kemampuan keuangan nya utk membayar bunga dan cicilan, sementara konsep model bisnis menjadi pertimbangan nomor sekian. Padahal, inti sesungguhnya dari bisnis kita adalah model bisnis yg kita kembangkan. Di sinilah kita di-challenge menemukan investor yg mau menerima ide kita tsb. Sayangnya memang di Indonesia, kesempatan bertemu investor spt ini, dirasa masih kurang sesemarak di luar, khususnya di Amerika.

Kedua, pengalaman menyusun draft perjanjian kerja sama investasi. Ketika kita berhutang ke bank, seluruh formulir sudah disiapkan oleh bank, tinggal ditandatangani. Sementara ketika mendapatkan investor, kita harus menyusun sendiri perjanjian investasi pasal per pasal. Hal ini membantu kita makin matang di dunia bisnis.

Ketiga, proses mencari investor membutuhkan networking yg luas. Ketika kita dalam proses mencari, kita akan bertemu banyak orang yang memiliki kompetensi dan kapabilitas yg beragam. Hal ini menambah luas jaringan dan kesempatan kita utk berkembang. Berbeda dgn bank, biasanya kita hanya akan bertemu pegawai, Credit Manager, atau pimpinan cabang bank.

Keempat, pertimbangan memilih investor berbeda dgn memilih pinjaman. Ada unsur kecocokan, kesamaan visi, dst. Hal ini akan membuat kita nyaman dalam melangkah ke depan. Plus mendekatkan diri pada Ilahi karena berdoa utk mendapat investor terbaik.

Kelima, pembelajaran proses negosiasi dan interaksi. Komunikasi pebisnis dgn investor, berbeda dgn komunikasi ke bank. Investor berkepentingan utk memajukan bisnis kita, sedangkan bank hanya sekedar berpikir bgmn uangnya bisa kembali. Jenis investor yg mau turun tangan membenahi bisnis kita, biasanya disebut Angel Investor.

Hal yg menarik bisa ditemui ketika kita menggoogling “looking for investor”. Hampir di setiap hasil pencarian, tidak menyebutkan opsi berhutang ke bank.

Jadi, kita perlu mendudukkan hal ini pada tempatnya. Menurut ilmu bisnis dan praktik ala Barat sendiri, mencari modal bukan ke bank.

Mudah mudahan tulisan ini bermanfaat.

Tangsel, 31 Agustus 2016
Beta Uliansyah, M.Acc

Mengkondisikan Anak Menjadi Tertib, baik di masjid maupun tempat lainnya

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi sebuah pondok pesantren. Ada hal menarik yang saya amati ketika turut sholat berjamaah di masjid pondok. Ribuan santri berusia awal belasan itu bisa teratur memasuki ruangan masjid berangsur-angsur. Tidak ada keributan berarti. Mereka umumnya langsung mengisi shaf terdepan yang masih bisa diisi, sholat sunnah tahiyatul masjid, lalu duduk tilawah quran atau menghafal, baik quran, hadits maupun matan kitab.

Hal ini berbeda 180 derajat dengan sholat berjamaah di masjid kompleks saya. Masjid yang jamaahnya hanya puluhan tersebut, akan langsung diramaikan oleh tingkah polah anak-anak ketika tiba waktu sholat.

Tentu fenomena di masjid komplek saya juga tidak bisa serta-merta disalahkan. Saya termasuk yang memaklumi kelakuan anak-anak tersebut. Walaupun ada juga yang bersikap keras menghadapi anak-anak yang berisik. Yang ingin saya amati adalah, bagaimana pesantren membangun sikap tertib di dalam masjid.

Dari pengalaman saya dulu bersekolah asrama, ada hal yang mirip yang saya temui. Di sekolah saya dulu, ada istilah kegiatan rutin terjadwal, kegiatan terprogram, kegiatan terproyek dan kegiatan kreatif mandiri. (Mm.. serius, kalau mau tahu sekolah saya, bisa gooling saja istilah yang saya sebut itu).

Mata kegiatan rutin terjadwal adalah kegiatan sehari-hari dari bangun pagi sampai istirahat malam yang dijadwalkan secara jelas dan wajib dilaksanakan. Mata kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kemandirian, disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, setia kawan, dan melatih kepemimpinan dengan adanya penggiliran kepemimpinan dalam kelompok. Mata kegiatan ini memanfaatkan kehidupan asrama sebagai wahana pembentukan watak dan kepribadian siswa. Sistem kehidupan berasrama diselenggarakan dengan sistem among yang saling asah, asuh, dan asih dengan format hubungan abang/kakak-adik, menghindari hubungan senior-yunior. Yang dibidik dalam kegiatan ini adalah kebersamaan.

Mata kegiatan terprogram adalah kegiatan-kegiatan yang diprogramkan secara periodik setiap minggunya. Kegiatan ini biasanya dikenal dengan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan terprogram terdiri atas kegiatan wajib dan pilihan. Kegiatan wajib berupa latihan pidato dan diskusi, bela diri, praktikum IPA dan komputer. Kegiatan pilihan meliputi cabang-cabang seni, olah raga, karya ilmiah, kepramukaan, dan lain-lainnya disesuaikan dengan minat siswa.

Mata kegiatan terproyek merupakan mata kegiatan yang dilakukan pada momen-momen penting tertentu seperti peringatan hari besar nasional dan hari besar agama, karyawisata, kegiatan latihan lapangan, lomba-lomba, pentas seni, jumpa tokoh nasional. Kegiatan ini dimaksudkan untuk penguatan penanaman nilai-nilai tertentu dan melatih kemampuan manajerial siswa dalam melaksanakan berbagai event. Kegiatan ini biasanya diadakan kira-kira dua sampai empat kali dalam setahun.

Kegiatan kreatif mandiri adalah kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh siswa di sela-sela jadwal kegiatan yang diwajibkan. Kegiatan ini dapat berupa kegiatan individu maupun kolektif yang dapat mengembangkan inisiatif, kreativitas, rasa tanggung jawab, dan kemandirian siswa dalam mengisi waktu-waktu luangnya secara positif.

Nah, yang menjadi relevansi pengalaman sekolah asrama saya dengan amatan perilaku santri yang saya amati tertib dalam sholat berjamaah adalah bahwa perilaku tersebut lahir dari pola kegiatan yang disiapkan dengan baik. Hal ini sebenarnya juga pernah dinasehatkan seorang psikolog kepada saya, yaitu pola hidup yang tertib akan cenderung melahirkan pribadi yang matang dalam berpikir pula. Bisa merencanakan waktu dengan baik, bisa merespon kondisi dengan baik, bisa membawa diri dengan pas. Sebaliknya, pola hidup yang tidak tertib, dapat melahirkan pribadi yang terburu-buru, gedabrukan, mbingungi, dst.

Anak-anak yang berisik di waktu sholat, menampakkan mereka belum bisa mengatur antara waktu bermain dan waktu beribadah. Belum bisa menempatkan diri dengan baik di kondisi tertentu. Selain perlu diberitahu, ditertibkan dan juga dihadapi dengan reward dan punishment, perlu dilihat pula bagaimana pola ketertiban hidupnya dalam keluarga. Bisa jadi ada pengaruhnya.

Yang jelas, secara ilmu psikologi, ada cara untuk mengkondisikan anak menjadi tertib. Dan sudah terbukti. Silakan mau dimanfaatkan atau tidak.

Prestasi, Istiqomah dan Fitnah Akhir Jaman

Di Olimpiade Rio 2016 ini, ada akhwat Amerika yang ikut bertanding pada cabang olahraga Anggar (Fencing/Sabre). Namanya Ibtihaj Muhammad. Dalam wawancara dengan Stephen Colbert di acara Late Show[1], Ibtihaj mengatakan bahwa ketika dia kecil, semua orang bilang kalau gadis kecil kulit hitam berhijab tidak akan bisa melakukan apa-apa, tidak bisa meraih prestasi, maupun tidak punya masa depan yang cerah. Kedua orang tuanya sangat mendukung Ibtihaj melakukan kegiatan apa pun, Ibtihaj kecil mencoba hampir semua cabang olahraga, mulai dari atletik, voli, dll. Suatu saat ibunya melihat orang bermain Anggar dan kostumnya menutup seluruh badan. Ibunya lalu meminta Ibtihaj mencoba olahraga tsb, di saat umurnya 12 tahun. Pada tahun 2014 lalu, Ibtihaj memenangkan Kejuaraan Dunia Anggar bersama tim Amerika Serikat. Dan tahun 2016 ini, Ibtihaj akan tampil di Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil.

Mungkin ada dari kita yang melihat saudari kita Ibtihaj ini memiliki banyak kekurangan, namun bukankah kita (yang membaca dan men-share) tulisan ini, pun memiliki banyak kesalahan dan kekurangan? Bagaimana pun juga, kisah ke-istiqomah-an Ibtihaj menjalankan ajaran Islam untuk ber-hijab di segala situasi, telah memberikan inspirasi kepada jutaan anak muslim di seluruh dunia.

Menengok situasi politik di Amerika menjelang pilpres, tidak heran jika publisitas tentang Ibtihaj tidak disukai para pendukung Donald Trump. Apalagi, kubu Demokrat (Hillary Clinton[2] dan Michelle Obama[3]) sudah duluan mendukung Ibtihaj. Sampai saat ini pun, twitter Ibtihaj[4] masih sering diteror dan dibully kaum Islamophobia. Karenanya, amatlah pantas dipanjatkan oleh kita, doa agar Allah memberikan perlindungan padanya, pada kita dan seluruh kaum muslimin di Amerika dari huru-hara fitnah akhir jaman ini.

Fitnah akhir jaman yang sudah muncul satu per satu, dan semakin besar, dan terus semakin besar. Sampai akhirnya nanti muncullah firnah terbesar bagi manusia, yaitu Dajjal. Tidak bisa tidak, fitnah-fitnah ini hanya dapat dilawan dengan ilmu dan ke-istiqomah-an, sebagaimana tersirat dalam hadits Nabi riwayat Bukhari, bahwa Dajjal mulai terkalahkan ketika dia berhadapan dengan seorang pemuda yang mempelajari hadits Nabi.

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلًا عَنْ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيمَا يُحَدِّثُنَا بِهِ أَنَّهُ قَالَ يَأْتِي الدَّجَّالُ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ فَيَنْزِلُ بَعْضَ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ وَهُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ هَلْ تَشُكُّونَ فِي الْأَمْرِ فَيَقُولُونَ لَا فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْيَوْمَ فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلَا يُسَلَّطُ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] Telah mengabarkan kepada kami [Syu’aib] dari [Az Zuhri] Telah mengabarkan kepada kami [‘Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud], bahwasanya [Abu Sa’id] mengatakan, Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menceritakan kepada kami suatu Hadits panjang tentang dajjal, diantara yang beliau ceritakan kepada kami saat itu ialah, beliau bersabda: “Dajjal datang dan diharamkan masuk jalan Madinah, lantas ia singgah di lokasi yang tak ada tetumbuhan dekat Madinah, kemudian ada seseorang yang mendatanginya yang ia adalah sebaik-baik manusia atau diantara manusia terbaik, dia berkata; ‘saya bersaksi bahwa engkau adalah dajjal, yang Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam telah ceritakan kepada kami.’ Kemudian dajjal mengatakan; ‘Apa pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lantas aku menghidupkannya, apakah kalian masih ragu terhadap perkara ini? ‘ Mereka menjawab; ‘tidak’. Maka Dajjal membunuh orang tersebut kemudian menghidupkannya, namun orang tersebut tiba-tiba mengatakan; ‘Ketahuilah bahwa hari ini, kewaspadaanku terhadap diriku tidak sebesar kewaspadaanku terhadapmu! ‘ Lantas dajjal ingin membunuh orang itu, namun ia tak bisa lagi menguasainya.” (HR. Bukhari No. 6595)[5]

Semoga Allah melindungi kita dari segala fitnah dunia dan akhirat, serta memberikan kemudahan dan ganjaran pada orang-orang yang bertakwa dan istiqomah di segala kondisi.

Tangsel, 6 Dzulqo’dah 2437 H/9 Agustus 2016
Abu Abbas

[1] https://www.youtube.com/watch?v=xs8O-MFu4yU
[2] https://twitter.com/HillaryClinton/status/762675570937298944
[3] http://www.espn.com/olympics/story/_/id/15415007/first-lady-michelle-obama-appears-us-athletes-receives-fencing-lesson-olympian-ibtihaj-muhammad
[4] https://twitter.com/IbtihajMuhammad
[5] http://hadits.stiba.ac.id/?type=hadits&imam=bukhari&no=6599

Keluarga Uliansyah Memasak Bersama

Sama seperti umumnya sesama keluarga kaum urban di Jakarta coret, keluarga kami termasuk memanjakan anak-anak. Pelan-pelan, kami mencoba mulai membebankan tugas mengurus rumah dan diri sendiri kepada anak-anak. Salah satunya adalah dengan kegiatan memasak bersama.

Hari Sabtu lalu, istri saya mengikuti seminar Bahaya Pornografi untuk Anak dengan narasumber ibu Elly Risman. Resume nya bisa dibaca di blog istri saya. Salah satu pesan dalam seminar tersebut adalah mengantisipasi paparan pornografi pada anak dengan mengisi hari libur dengan kegiatan bersama keluarga. Menuruti saran bu Elly Risman tersebut, jadilah pada hari Ahad ini kami merencanakan untuk melakukan Masak Bersama.

Pada malam hari sebelum Masak Bersama, kami melakukan rapat keluarga untuk merencanakan kegiatan tersebut. Menu yang akan kami masak adalah Spaghetti. Menu ini kami pilih karena praktis dan sudah pernah beberapa kali kami buat sebelumnya. Lalu kami membuat daftar belanjaan yang harus dibeli esok hari di pasar.

Keesokan harinya, kami mulai menjalankan apa yang direncanakan sebelumnya. Semua daftar belanjaan bisa didapatkan. Sesampainya di rumah, kami mulai berbagi peran. Si Tengah Besar memotong bawang bombay dan menggeprek bawang putih, sementara saya dan si Kecil (yang sebentar lagi jadi Tengah Kecil) memotong Tomat menjadi bentuk dadu.

Setelah semua kegiatan memotong diselesaikan, kegiatan dilanjutkan dengan membuat pasta/saus. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan menumis bawang putih, lalu memasukkan bawang bombay dan tomat. Setelah cukup layu, disusul dengan kornet dan saos tomat. Di tengah kegiatan ini, kami berdiskusi tentang pasta. Saya sempat mencontohkan mas Gio anak pak Adzan, pemilik resto Sapi Bali, yang membuka usaha resto Pasta Gio ketika masih SMP.

Kepuasan terbesar berikutnya adalah ketika Si Tengah Besar nyengir besar sebelum menyantap masakan sambil berkata, “Ini hasil KERJA KERAS kita!”

Saat menyantap Spaghetti yang terhidang, ada dua kepuasan yang saya dapat. Pertama, masakan tim Uliansyah memang enak. Kepuasan terbesar berikutnya adalah ketika Si Tengah Besar nyengir besar sebelum menyantap masakan sambil berkata, “Ini hasil KERJA KERAS kita!” Hehehe.. Bismillah, Itadakimasu! Slurrp… Dalam sekejap, mie-mie Eropa itu sudah masuk ke perut kami. Menyisakan tumpukan piring dan wajan kotor di bak cuci. Lho ini giliran siapa yang cuci..

Urusan mensyukuri nikmat makanan sudah sangat banyak dianjurkan dalam hadits Nabi shalallahu ‘alayhi wassalam. Misalnya dalam hadits berikut ini:

Hadits Imam Ibnu Majah Nomor 4131

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ وَمُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي شُمَيْلَةَ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِحْصَنٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Sa’id] dan [Mujahid bin Musa] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Marwan bin Mu’awiyah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Abu Syumailah] dari [Salamah bin ‘Ubaidullah bin Mihshan Al Anshari] dari [Ayahnya] dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa di pagi hari tubuhnya sehat, aman jiwanya dan memiliki makanan pokok pada hari itu, maka seolah-olah dunia telah dihimpun untuknya.” (dihasankan oleh Syaikh Al Albani di dalam Shahih Al Jami’ush Shaghir, no. 5918).

Setelah itu, ilustrasi tentang cara orangtua mengajarkan anak untuk mensyukuri makanan yang sangat mengena di hati saya adalah sepenggal fragmen di novel Serial Anak Mamak, ketika Pukat dan Burlian ogah-ogahan menghabiskan nasi mereka. Mamak lalu menyuruh mereka ikut Bapak untuk membuka ladang di hutan, menanam padi, mengurus padi selama tiga setengah bulan sampai panen, dst sampai membantu Mamak memasak di dapur dan menghidangkan makanan di meja. Sejak itulah Pukat dan Burlian sadar betapa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk menghidangkan nasi di meja makan, dan sejak saat itu pula mereka berdua selalu menghabiskan makanan yang tersedia.

Piring Kotor

Mohon maaf, selama memasak, kami tidak sempat mendokumentasikan apa-apa. Dokumentasi baru terpikir ketika usai. Jadilah gambar bak cuci dan kompor ini  yang tersisa sebagai saksinya.. hahaha…

Pasta Tersisa, mau dibuat topping Pizza :p

Enak lho berkegiatan bersama orang-orang yang kita cintai. Apa kegiatan keluarga Anda yang berkesan? Silakan ceritakan kisah Anda di kotak komentar ya..

 

__

PS: Si Sulung tidak ikut karena sudah masuk boarding school.

Instalasi Odoo 8 di Windows dengan PostgreSQL yang diinstall terpisah

Bismillah. Berikut ini pengalaman saya menginstall Odoo 8 di Windows dengan PostgreSQL yang diinstall terpisah.

Ketika diminta menginstallkan Odoo di laptop Windows milik seorang kawan, saya menemui kendala error “Unable to write inside TEMP environment path.” Setelah berusaha mematikan antivirus, mengganti registry untuk file .vbs, menggunakan scrip WSH, dll, semua gagal. Akhirnya berikut ini langkah-langkah yang berhasil menginstall Odoo di windows dengan database PostgreSQL yang diinstall terpisah.

Install PostgreSQL dari binary

Langkah-langkah instalasi Postgresql for Windows dari binary, saya modifikasi dari http://www.petrikainulainen.net/programming/tips-and-tricks/installing-postgresql-9-1-to-windows-7-from-the-binary-zip-distribution/, sebagai berikut:

  1. Download binary PostgreSQL untuk windows dari http://www.enterprisedb.com/products-services-training/pgbindownload. Unzip dan tempatkan di C:\postgresql. Buat folder data dan log di C:\postgresql. 
  2. Buka prompt cmd, lebih disukai menggunakan akses Administrator. Caranya klik logo Windows, ketik cmd, lalu klik kanan di ikon cmd dan Run as Administrator.
  3. Buat cluster database baru dengan perintah:

    C:\postgresql\bin\initdb.exe -U postgres E utf8 -W -D C:\postgresql\data

  4. Register postgresql menjadi service di Windows dengan perintah:

    C:\postgresql\bin\pg_ctl.exe register -N “postgresql” -U “NT AUTHORITY\NetworkService” -D “C:\postgresql\data” -w

    Setelah ini maka postgresql sudah bisa dijalankan dan dimatikan melalui Services

  5. Buat database baru, dengan perintah:

    c:\postgresql\pgsql\bin\createdb.exe -U postgres odoo

  6. Buat user baru untuk database yang baru dibuat di langkah 5, dengan perintah:

    c:\postgresql\pgsql\bin\psql.exe -U postgres -c “CREATE ROLE odoo SUPERUSER CREATEDB CREATEROLE INHERIT LOGIN;” odoo

Selesai persiapan di postgresql.

Instalasi Odoo for Windows

  1. Download Odoo for Windows terbaru dari http://nightly.odoo.com/8.0/nightly/exe/ 
  2. Jalankan instalasi, ketika ditanya menginstall apa saja, uncheck PostgreSQL 
  3. Lanjutkan instalasi sampai ke tahap mengisi akses database, isikan nama database: odoo, tanpa password 
  4. Selesaikan instalasi Odoo
  5. Buka file C:\Program Files\Odoo 8.0-20160611\server\openerp-server.conf dan editlah sbb:

    db_password =
    db_user = odoo
    pg_path = C:\postgresql\pgsql\bin

  6. Jalankan odoo dengan perintah c:\Program Files\Odoo 8.0-20160611\server>openerp-server.exe

Selesai!

Bukalah browser dengan alamat localhost:8069. Jika masih belum dapat berjalan, silakan cek C:\Program Files\Odoo 8.0-20160611\server\openerp-server.log, lebih bagus lagi kalau mengaktifkan mode debug di C:\Program Files\Odoo 8.0-20160611\server\openerp-server.conf sbb:

log_level = debug

Referensi lainnya:

http://stackoverflow.com/questions/5189026/how-to-add-a-user-to-postgresql-in-windows

Notes:

Error ketika mencoba menjalankan Odoo dengan akses user postgres di openerp-server.conf:

c:\Program Files\Odoo 8.0-20160611\server>openerp-server.exe
Using the database user ‘postgres’ is a security risk, aborting.

 

Cara Mencari Peraturan Turunan Undang-Undang di SJDIH Kemenkeu

Bismillah.

Tulisan berikut ini membahas cara mencari peraturan turunan Undang-Undang dengan memanfaatkan situs SJDIH Kemenkeu (Situs Jaringan Informasi dan Hukum) yang beralamat di www.sjdih.depkeu.go.id. Ada tiga alasan kenapa saya menggunakan situs tersebut: 1) karena saya bekerja di Kemenkeu, akses ke sjdih jauh lebih cepat daripada mengakses internet, 2) struktur SJDIH Kemenkeu sudah cukup baik dan runut dalam menata produk hukum mulai dari Undang-Undang sampai PMK dan KMK, 3) karena saya tidak punya software berbayar untuk mencari produk hukum Indonesia.

Fitur Bawaan SJDIH

SJDIH sudah menyediakan fitur status aturan hukum, yakni apakah masih berlaku atau tidak. Jika suatu peraturan sudah dicabut, maka muncul info peraturan tersebut telah dicabut oleh peraturan yang mana, bahkan lengkap dengan link ke peraturan yang mencabut tsb. Jika kita ikuti link cabut-mencabut ini, maka kita akan sampai pada peraturan terbaru yang masih berlaku. Sebaliknya, jika kita ikuti ke atas, maka akan sampai pada peraturan pertama/tertua di topik tersebut.

Status Aturan

Cara Mencari Peraturan Turunan Undang-Undang

Nah sekarang yang ingin saya lakukan adalah mencari peraturan turunan suatu UU. Fitur ini tidak disediakan oleh SJDIH Kemenkeu, sehingga saya harus memutar otak untuk mendapatkan informasi tersebut.

Ada beberapa hal yang saya manfaatkan untuk mempermudah pencarian saya:

  1. Konsideran Undang-Undang selalu muncul di setiap aturan, baik Perpu, PP, Perpres, Keppres, Inpres, PMK maupun KMK.
  2. Judul Peraturan selalu ditampilkan oleh SJDIH di title tag. Misal: <title>Peraturan Pemerintah bla bla bla Nomor sekian Tahun sekian</title>
  3. Berkas peraturan disimpan oleh SJDIH dalam folder sesuai tahun diundangkannya. Seperti ini: http://www.sjdih.depkeu.go.id/fulltext/2005/

Dari ketiga premis tersebut maka saya mencari seluruh PP turunan dari UU 33 tahun 2004, maka saya membuat query searching di Google sbb:

[su_button url=”https://www.google.com/search?sclient=psy-ab&biw=1600&bih=741&q=inurl:www.sjdih.depkeu.go.id%2FfullText%2F2005+intitle:%22Peraturan+Pemerintah%22+%22Undang-Undang+Nomor+33+Tahun+2004%22&oq=inurl:www.sjdih.depkeu.go.id%2FfullText%2F2005+intitle:%22Peraturan+Pemerintah%22+%22Undang-Undang+Nomor+33+Tahun+2004%22&gs_l=serp.3..0i71l4.1591268.1596121.16.1597130.6.6.0.0.0.0.0.0..0.0.msedr…6…1c.1.62.psy-ab..65.0.0.4FmYszN0EDg&pbx=1&bav=on.2,or.r_cp.&bvm=bv.88528373,d.c2E&ion=1&ech=1&psi=cYQPVfbHOoyQuAS9sYDAAg.1427080309346.31&ei=HocPVaX3JceTuQT8kYKwDw&emsg=NCSR&noj=1″]inurl:www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2010 intitle:”Peraturan Pemerintah” “Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004″[/su_button]

Kalau dijelaskan, maka kurang lebih sbb:

  1. Bagian inurl:www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/2010 ini memerintahkan Google untuk mencari di folder 2010 saja. Jika tidak ingin spesifik tahun, maka buang saja tahunnya sehingga menjadi inurl:www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/
  2. Bagian intitle:”Peraturan Pemerintah” ini memerintahkan Google untuk menampilkan halaman dengan title tag Peraturan Pemerintah saja, bukan yang lain.
  3. Bagian “Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004” ini diharapkan untuk memeriksa apakah PP yang dicari memiliki konsideran UU tsb.

Google Query untuk mencari PP turunan UU

Pencarian ini memanfaatkan operator pencarian seperti inurl, intitle, intext, dll.  Google Operator selengkapnya dapat dipelajari dari http://www.googleguide.com/advanced_operators_reference.html. Mudah-mudahan bermanfaat. Silakan tinggalkan komentar atau masukan untuk posting ini melalui kotak komentar di bawah ya..

Bekicot Runner

Seharusnya judul tulisan ini Snail Runner kalo konsisten dengan bahasa Inggris. Tapi karena tidak dimaksudkan sebagai tulisan bahasa Inggris yang serius, jadi terima sajalah ya… Tulisan ini tentang kegiatan keluarga kami bersama-sama mengamati tingkah laku seekor bekicot.

Bekicot Runner

Pagi itu, kami menemukan seekor bekicot saat jalan-jalan pagi di sekitar komplek. Sang Bekicot ditemukan sedang berjalan di pelataran konblok. Sepertinya ia baru saja pulang dari klab malam.. euh.. wrong script, ia baru saja pulang dari pesta.. this is also another script! Sepertinya ia baru akan mencari tempat yang lebih teduh menghindari sinar matahari yang mulai menghangat.

Bekicot adalah hewan yang mudah ditemui di sekitar kita. Idealnya, kita mengenal dengan baik benda-benda di sekitar kita. Apa manfaatnya, bagaimana perilakunya, adakah bahayanya, dst, dll. Jadi kegiatan memperhatikan benda-benda di sekitar kita dapat diarahkan untuk membawa level kualitas kehidupan kita menjadi lebih baik. Harapan kami, kegiatan mengamati bekicot ini nantinya dapat menginspirasi anak-anak kami untuk mengungkap manfaat dari benda seremeh apapun.

Lalu kami ramai-ramai melihat caranya bergerak. Awalnya ketika disentuh, bekicot akan menarik diri ke dalam cangkangnya. Lalu setelah beberapa saat, ia akan menjulurkan lagi badannya keluar cangkang. Ada sepasang sungut panjang yang ekstra sensitif. Meskipun kita belum menyentuh 2 sungut tersebut, jika kita mendekatkan jari kita ke arah sungut, maka sungut akan memendek.

Kami lalu membuat sedikit percobaan. Bagaimana jika kita meletakkan jari kita di lintasan jalan si bekicot. Apakah dia akan menarik dirinya karena ada benda asing, ataukah dia akan melewati jari kita tanpa menyadari bahwa itu adalah benda asing?

Bekicot Runner

Ternyata, si Bekicot dengan santainya melewati jari-jari kami yang diletakkan di jalur perjalanannya. Apakah sensor di kaki bekicot lebih tidak sensitif ketimbang di bagian antenanya? Ataukah dia bisa memitigasi risiko sentuhan di kaki lebih rendah daripada di antena? Entahlah.. kami memang tidak berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kami hanya berharap mudah-mudahan kegiatan ini dapat menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, menumbuhkan rasa syukur terhadap ciptaan Allah, tidak sombong dengan kemampuan diri sendiri, memanfaatkan waktu berkualitas bersama keluarga dan manfaat lainnya.

Anda juga suka main bekicot bukan?

Penetrasi Pasar sebagai Aset Tak Berwujud

Ketika sebuah perusahaan melakukan upaya-upaya penetrasi pasar, baik strategi bertahan maupun ekspansi, maka dibuktikan dengan berbagai langkah yang diambilnya. Akuntasi berusaha memotret kondisi ini. Akuntansi sudah memiliki standar dalam berbagai langkah penetrasi pasar seperti: biaya iklan, biaya pegawai, pembelian aset, biaya riset dan pengembangan, pembelian paten, dll. Tulisan berikut mencoba mengangkat akuntansi untuk Aset Tak Berwujud berupa Customer List (daftar pelanggan).

Hasil nyata dari penetrasi pasar tentunya adalah Customer List (daftar pelanggan). Bisakah perusahaan mengkapitalisasi Customer List sebagai sebuah aset tersendiri dalam Laporan Keuangannya?

Barusan saja melalui topik Intangible Assets di pelajaran Intermediate Accounting 1. Jadi masih sedikit anget nih. Satu dari enam jenis Aset Tak Berwujud yang diakui IFRS adalah hal-hal berkenaan dengan pelanggan. Kieso sendiri langsung menyebutkan customer-list (daftar pelanggan) sebagai contoh Aset Tak Berwujud jenis ini. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak sembarang customer-list bisa serta merta menjadi Aset Tak Berwujud, karena sekedar memiliki catatan pelanggan adalah hal normal dalam siklus operasi perusahaan.

 

Customer List Valuation
gambar: Kieso, Intermediate Accounting (IFRS Edition).

 

Kasus pembelian WhatsApp oleh Facebook adalah contoh bagus untuk menjelaskan Aset Tak Berwujud jenis Customer-Related ini. Saya coba membuat inset box untuk case study ini.

[su_box title=”Akuisisi Facebook atas WhatsApp”]Pada bulan Februari 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp senilai 19 milyar Dollar. Uniknya, laporan keuangan WhatsApp 2013, yang dipublikasikan di website SEC, hanya menunjukkan nilai total aset sebesar 50,7 juta dollar saja. Sementara Laporan Operasi menunjukkan rugi bersih sebesar 138 juta dollar (Pendapatan 10 juta dollar, biaya 148 juta dollar).  Aset yang dimiliki WhatsApp pun tidak menunjukka adanya kepemilikan atas paten, sebagaimana umumnya kondisi yang membuat perusahaan berbasis teknologi menarik untuk diakuisisi.

Jadi, kenapa Facebook tertarik membeli WhatsApp? Jika dianalisis menggunakan cara pandang investasi konvensional (paper based analysis), tidak ada perusahaan yang sedemikian gila mau membeli WhatsApp dengan nilai di atas satu milyar dollar. WhatsApp saat itu memiliki 450 juta pelanggan (pada bulan Oktober 2014 bahkan menembus angka 600 juta pelanggan).

Hitung-hitungan pak Budi Rahardjo menunjukkan bahwa Facebook menghargai seorang pelanggan WhatsApp senilai 20-50 dollar, karena 19 milyar dollar dibagi 450 juta pelanggan angkanya hampir pas 42 dollar. Angka tersebut dianggap biaya mendapatkan seorang pelanggan. Cara ini memang satu-satunya logika yang simpel dan masuk akal dalam berbagai pendekatan menilai sebuah perusahaan IT.

Dalam dunia bisnis sendiri, Customer-List bisa dibeli secara terpisah dari kepemilikan perusahaannya. Namun, secara logika bisnis, Customer-List semacam itu justru menunjukkan daftar yang kurang berkualitas. Misalnya, data dari survery Kartu Kredit, atau data pelanggan perbankan yang bocor, atau data yang dikumpulkan tim marketing. Setinggi-tingginya kualitas Customer List hasil riset pasar, masih membawa risiko daftar tersebut mengandung data yang tidak dapat digunakan.

Berbeda dengan pembelian Customer List biasa, dalam kasus akuisisi WhatsApp, Facebook tidak sekedar membeli Customer List, namun juga sekaligus membeli layanan yang dinikmati oleh pelanggan tersebut. Dengan demikian, kualitas Customer List seperti ini sangat bagus. Pelanggan aktif adalah pelanggan yang puas dengan layanan yang diberikan. Memang perlu penanganan khusus untuk mengambil langkah penetrasi terhadap Customer List seperti ini. Salah langkah dalam melakukan strategi ini, bisa berakibat fatal. Misalnya, Facebook langsung menggunakan basis pelanggan WhatsApp untuk dikirimi iklan. Salah satu langkah halus adalah dengan memberikan perlakuan khusus Facebook kepada pelanggan WhatsApp, misal: fitur khusus di Facebook yang hanya bisa dinikmati pelanggan WhatsApp. (New Relic dan Learnable telah melakukan semacam ini akhir tahun 2011 lalu, meskipun bukan dalam konteks akuisisi).

Dari sisi akuntansi, akuisisi perusahaan dengan nilai pembelian jauh di atas nilai aset bersihnya akan menimbulkan Goodwill. Maka pembelian Customer List berkualitas dengan cara akuisisi, justru tidak akan menghasilkan akun Customer List yang berdiri sendiri. Akun yang muncul adalah Goodwill. Goodwill dari pembelian WhatsApp berjumlah 18,1 milyar dollar ketika proses akuisisi ini dinyatakan selesai pada bulan Oktober 2014. Jadi, Customer List membantu penilaian perusahaan, namun bisa jadi tidak muncul dalam laporan keuangannya.

Dengan demikian, berkaca dari kasus akuisisi WhatsApp ini, data pelanggan yang berkualitas hanya bisa didapat dengan cara mengakuisi langsung perusahaannya. Setuju?[/su_box]