Diksi itu Penting

Mau Bebas Korupsi? Pilih No. 3

Gambar ini diambil saat Pilkada Banten 2006 lalu.

Ada yang aneh dalam pemilihan kata di baliho ini. Ada ambiguitas makna dari gimmick yang diusung calon gubernur nomor 3.

Mau Bebas Korupsi? Pilih No. 3

Artinya kan bisa:

  1. Mau (ter)bebas (dari) korupsi; atau
  2. Mau bebas (ber)korupsi.

Kabupaten Pasir

Kali ini saya berkesempatan mengunjungi Kabupaten Pasir di Kalimantan Timur. Saya ditugaskan selama tiga hari untuk melakukan bimbingan teknis seputar Keuangan Daerah.

Dalam perjalanan ini banyak hal baru yang saya dapatkan. Mulai dari kesempatan menaiki Boeing 737-900 ER, menyeberang selat Makassar menggunakan ferry kecil, perenungan yang dalam ketika jauh dari rumah, dll.

Dalam perjalanan Jakarta-Balikpapan, saya berkesempatan mencicipi pesawat terbaru di dunia, Boeing 737-900 ER. Pesawat berkapasitas 215 penumpang tersebut baru dioperasikan oleh Lion Air sejak Senin, 30 April 2007 lalu. Bahkan peresmiannya dilakukan oleh Jusuf Kalla.

Lion 737-900 ER
Continue reading “Kabupaten Pasir”

Parade Militer di Layar Perak

Cinemax: It Came from Beneath the Sea

Minggu yang lalu di Ketapang [link], saya nonton film Cinemax It Came from Beneath the Sea di saluran Indovision di hotel tempat saya menginap. Film jadul banget yang diproduksi tahun 1955 ini ceritanya mirip-mirip Godzilla. Karena radiasi, seekor gurita raksasa menyerang San Fransisco. Special efeknya oke punya, pake teknik stop-motion-animated. Jadi kayak film Dinosaurus jaman hitam putih gitu. Nah, yang menarik perhatian saya adalah: banyaknya alat perang yang dilibatkan dalam film ini. Mulai dari kapal selam, kapal perang, pesawat terbang, artileri, sampe yang keren tuh waktu pasukan Penyembur Api Angkatan Darat mengusir si Gurita Raksasa dari daratan.

Transformers

Minggu ini saya berkesempatan menonton film Transformers di Bintaro Plaza, Jakarta. Niatnay sih untuk hiburan anak saya. Tapi saya pribadi kurang puas dengan jalinan cerita yang disusun. Terlalu bertele-tele. Untuk mencari kacamata Kapten Archibald Witwicky saja sampai menghabiskan waktu sekian puluh menit.

Ada kesamaan antara dua film itu, dan juga film-film produksi Hollywood lainnya. Mereka sama-sama menjadi corong AS untuk unjuk gigi kekuatan militernya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Transformers digunakan untuk promosi piranti tempur F-22 Raptor.

* * *

Di Indonesia sendiri masih sangat sedikit film yang menonjolkan kekuatan militer negeri ini. Seingat saya hanya “Perwira dan Ksatria” (1990) yang dibintangi Dede Yusuf yang mengekspose kehidupan Taruna Akademi Angkatan Udara, dan perwira lulusannya.

Juga ada satu lagi sinetron satu seri yang pernah ditayangkan di TVRI mengenai kehidupan Taruna Akademi Angkatan Laut. Saya masih ingat ada adegan:

  1. Taruna junior yang main biliar, padahal hanya taruna tingkat III yang boleh menggunakan fasilitas itu;
  2. Ritual mencari kakak asuh dengan cara junior menerobos ke graha senior;
  3. Dihukum di atas lemari dengan menyanyikan lagi, “Aku sedih, duduk sendiri, Mama pergi, Papa pergi..”
  4. Dan satu lagi, ketika seorang taruna meloloskan diri pada malam hari menggunakan kano melalui saluran air, untuk mengunjungi pacarnya. (kalau ngak salah sekalian melamar deh).

Apa mungkin film itu yang berjudul “Pelangi di Nusa Laut”? Mmm.. kayaknya bukan deh.

* * *

Parade militer yang biasa kita saksikan di depan podium, ternyata sudah berpindah ke layar lebar. Gaungnya lebih luas, ditonton lebih banyak orang, mbayar lagi! Efeknya cukup lumayan, buktinya ada yang bercita-cita jadi istri pilot pesawat tempur gara-gara nonton Perwira dan Ksatria.

Btw, yang ngimpi Indonesia buat Military Movies nggak cuman saya lho. Ada juga perwira TNI yang serius mikirin pengen buat film kayak Top Gun. Kita tunggu deh!

Alasan Menolak Pemain Naturalisasi

Di koran tempo hari ini (Jumat, 13 Juli 2007) halaman A21, SMS dukungan saya ke Timnas PSSI ditampilkan. 😀

“Pertahankan keaslian sepakbola Indonesia! Tanpa pemain naturalisasi pun kita bisa! Terbukti!”

Kira2 begitu bunyinya. Ditampilkan sebagai sms terakhir.

Dari awal saya memang sudah su’udzon dengan rencana PSSI menggunakan jalur naturalisasi untuk mendongkrak prestasi. Setidaknya ada beberapa alasan yang membuat saya berpendirian demikian:

Continue reading “Alasan Menolak Pemain Naturalisasi”

Kaukus Palestina DPR RI

Rapat DPR

Jumat 28 Juni 2007, ketika saya hadir dalm salah satu rapat DPR, ada pamflet tertempel menginformasikan berita berikut ini:

Kaukus Palestina, Abdurrahman Zaidan

KAUKUS PALESTINA DPR RI

Mengundang Bapak/Ibu, Anggota DPR untuk hadir dan mendengarkan secara langsung Perkembangan Kondisi Terakhir Tawanan Anggota Parlemen Palestina di Penjara Israel.

Oleh:
Dr. Abdurrahman Zaidan
(Anggota Parlemen Palestina)

Senin, 7 Juli 2007
Pukul 11.00 – 13.00
RUANG RAPAT KOMISI XI
GEDUNG NUSANTARA / Lt. 1 DPR RI

Wah sayang cuman untuk anggota dewan nih. Kita tunggu aja beritanya.

Update:

Wah lieur euy.. bener kata orido, ini pamflet untuk bulan Mei 2007. Saya sempet mikir2, kan ada rapat hari Selasa depan, itu tuh tanggal 10 Juli. Mustinya Senin tanggal 9 dong. Ternyata memang salah bulan.

Mengenai Kaukus Palestina sendiri, ada beberapa sumber berita:

Tapi berita tentang hasil kehadiran Abdurrahman Zaidan sendiri saya belum dapet. Cari dimana ya? Hmm.. coba kita tanya pak Almuzzammil Yusuf.