Berkah Ramadhan 1428 H

  1. Apa sih enaknya lahir tahun 1400 H?
    1. Nggak usah susah2 ngingat ucapan selamatLebaran. Tinggal tambahkan 1400 dengan umur sendiri.
    2. Nggak usah susah2 ngingat umur. Tinggal lihat dua digit di belakang tahun hijriyah.
  2. Jam kantor selama puasa cuman sampai 16.30. Ini artinya saya bisa ngejar kereta Ciujung jam 17.12 di Tanah Abang, dan sampai di rumah sebelum maghrib. Jam kerja biasa sampai jam 17.00 bikin kagok, nggak bisa ngejar Ciujung tapi KRL AC Sudirman jam 17.40 bikin susah sholat maghribnya.
  3. Sembari pulang ngambil data dari Dephut mampir ke Kantor Pos Besar Pasar Baru. Kirim paket DVD JAS OS X ke Infidra. Sempat lihat kesibukan pos menjelang lebaran.Kantor Pos Besar Pasar Baru
  4. 11 vs 23. Yg 11 memang memiliki dalil yang sulit dipatahkan. Tapi pendukung 23 masih mendapat angin dari praktik sholat tarawih di Masjidil Haram. Sayangnya, praktik 23 di Indonesia jarang yang memperhatikan kualitas, asal mengejar kuantitas. Jurus Al Fatihah satu nafas pun jamak ditemui. Seandainya kualitas 23 di Indonesia sama dengan 23 di Makkah, saya pasti ngikut.
  5. Kereta ekonomi jadi lebih nyaman. Tantangan terberat yang saya hadapi di kereta ekonomi adalah asap rokok!. Selama puasa, semua gerbong kereta tak ber-AC bersih dari asap rokok. Saya malah sempet naik KRD dengan nyamannya. Padahal biasanya, asap di gerbong KRD lebih pekat daripada asap lokomotif tua penarik gerbongnya. Aduh kapan ya kondisi ini bisa ditemui di luar Ramadhan?
  • Zka

    Ramadhan kemarin untuk pertamakalinya saya ikutan sholat tarawih 11 raka’at dan untuk setiap malam menyelesaikan 1 juz al-quran. Benar2 pengalaman religius yang mengasyikkan, disamping rasa pegal2 karena baru pertama 🙂