Reuni Akbar Kongres Alumni IKA PTKDK 2007

SEBUAH REUNI YANG SUKSES BESAR
karena telah membuat dinding-dinding kampus yang kelam dan dingin itu menjadi tempat yang aku rindukan…

Reuni STAN

Waktu pertama liat brosur ini di kantor, saya langsung menghubungi contact person di kantor saya. Lucunya Mbak Nenny malah nggak tahu secara detil tentang pendaftaran acara. “Langsung dateng aja deh, udah ada bossnya.”

Berburu informasi lebih jelas, saya kunjungi web IKA PTKDK (Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Kedinasan Depkeu) dan join ke milisnya. Di web, ada info tentang fasilitas yang disediakan panitia untuk para peserta. Di milis sudah bejibun posting-posting kompor dari abang-abang alumni. Sepertinya milis dijadikan media konsolidasi persiapan acara.

Roadmap Kongres IKA PTKDK

Jauh-jauh hari saya sudah bilang ke istri, “Dik, nanti kita datang ke acara reuni STAN ya.” I dont want miss the chance to meet my friends and other alumnae.

Jreng.. jreng! Hari H, Saya datang lengkap dengan istri dan 2 anak-anak. Karena nggak niat hadir di kongres, saya datang jam 10. Setelah registrasi (dapet kaos!) sama dicap tangannya buat pass keluar masuk area, kita meluncur ke arena mainan anak-anak di Gedung B.

Sesuai promosi bang Chori, arena anak-anak akan dibuat senyaman mungkin. Ada beberapa permainan yang disediakan. Tenda dengan bola-bola di dalamnya yang beterbangan ditiup mesin. Seluncuran. Yang paling favorit pastilah inflatable play ground (sebenarnya semua permainan yang tersedia termasuk inflatable juga ya?). Anak-anak sampai harus antri untuk dapat kesempatan meloncat-loncat di atas arena tiup ini.

Inflatable Play Ground

Melihat anak-anak merasa nyaman, saya tinggalkan mereka untuk mengikuti melihat jalannya kongres. Gedung G sudah setengah penuh. Backdrop di panggung oke punya. Nggak malu-maluin, nggak ada kesan desain plat merah yang biasanya asal-asalan (asal menyerap dana) dengan warna-warna menyolok mata dan jargon sepanjang kereta.

Kongres IKA PTKDK

Di panggung sedang berdiri Ucuk Kelik, mantan wapres Republik BBM, bersama seorang lagi yang mirip mantan Meneg BUMN, Sugiharto. Kocak bener nih orang berdua. Joke-jokenya seputar Depkeu, STAN, dan tokoh-tokoh di dalamnya. Mulai dari Hadi Purnomo (mantan Dirjen Pajak), Mulia Nasution (Sekjen Depkeu), Helmy Yahya sampai Dandossi Matram sendiri kena kick.

Ucup Kelik

Nggak berlama-lama di dalam arena kongres, saya balik menjemput istri dan anak-anak. Kami melanjutkan perjalanan menikmati acara. Mulai dari pameran foto STAN mulai jaman baheula sampe yang terbaru (diupload dong!). Sempat juga main ke stand STAPALA tapi tetep nggak dapet antrian untuk Flying Fox. Padahal udah ngerayu mas Anton 😀 kami cukup puas hanya dengan melihat-lihat aja. (Aduh itu anak kecil banget kok udah berani jadi rubah terbang ya? Bapak ibunya pasti lagi liat dari bawah sambil senyum2 bangga..)

Putar-putar di arena stand alumni, pasti yang paling heboh stand Angkatan 81. Ada Helmi Yahya lagi nyanyi-nyanyi duet sama temen-temen angkatannya. Stand ’81 ini heboh banget. Lokasinya mencaplok beberapa kapling stand. Untuk memperkental suasana reuni, mereka bela-belain memanggil tukang-tukang makanan dari kampus Purnawarman. Sayang ada satu penjual sate legendaris yang sudah meninggal.

Setelah ber-ahlan-wa-sahlan dengan beberapa alumni dan keluarganya, tak lama kemudian kami pun pulang.

What Happened After

Hasil kongres kali ini mendaulat Sekjen Depkeu, Mulia P. Nasution sebagai ketua alumni untuk 4 tahun ke depan. Plus perubahan nama IKA PTKDK menjadi IKANAS DEPKEU (Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Kedinasan Depkeu).

Acara reuni kali ini memang luar biasa berkesan. Dan tidak hanya saya, tapi beberapa banyak alumni lain merasakan hal yang sama. Kesan para alumni juga beraneka ragam. Ada yang nostalgia sama mantan, ada yang bingung cari parkiran, penjual soto yang pusing denger kebisingan, ada anak alumni yang nagih ke reuni lagi, ada yang mengorbankan undangan kawinan dan setumpuk kenangan yang tak kan terlupa.

Pelaksanaan acara sendiri sangat bagus. Sukses besar karena telah membuat dinding-dinding kampus yang kelam dan dingin itu menjadi tempat yang aku rindukan. Salut deh buat Panitia. Saking suksesnya, bang Assue sampai harus menyiapkan daftar terimakasih yang panjang.

Pulang dari reuni hati saya berbunga-bunga. Memang kehidupan sebagai PNS Depkeu menyandang beban sosial yang berat. Dilihat orang enak, padahal.. mau mudik aja susah. Biar prihatin asal jangan lupa bersyukur, masih ada alumni yang tidak seberuntung kita.

Update Poster!

Dari Apung:

Pesan Akang: jangan lupa bayar utang..

  • bagus banget sayang aku gak bisa datang ya bet..mudah-mudahan lain kali bisa datang….hiks…

  • wahhh….
    Datang juga bang kemaren… Pas di kampus saya ketemu ma B’Abimanyu Tn6, belakangan saya juga tau ada B’Dodo Tn1 yang datang… Kebetulan saya Panitia, jadi penanggung jawab kongres di kampus, jadi ngak bisa nemenin B’Abimanyu lama-lama.

    Acara Kemaren berhasil bukan cuman karena panitianya, tetapi karena alumninya yang banyak datang…. acara kemaren bakal Nothing tanpa alumni…

    hehehhehe

  • denis superhero

    Wah, acara kemarin emang keren. Dan yg lebih maknyuss di hati karena Bang Beta juga menceritakan kembali dalam bentuk tulisan. Jadinya me-remind kegagahan acara kemarin. Thx Pak Beta… :>