Bacaan: Student Indonesia di Eropa

Student Indonesia di Eropa

Buku ini bercerita tentang kisah sukses dunia pendidikan. Sukses besar karena telah mempersembahkan hadiah terbaik bagi bangsa ini, yaitu kemerdekaan.

DR. Abdul Rivai adalah salah seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Eropa pada era 1920-an. Kesempatan belajar bagi inlander (pribumi) didapat akibat politik etis yang diterapkan Belanda. Namun Kebijakan Politik Etis bukan tanpa halangan. Praktik kebijakan ini mendapat tentangan yang luar biasa besar dari kalangan Politik Kolonial. DR. Abdul Rivai termasuk generasi awal Indonesia yang mengecap pendidikan di Eropa. Dengan cermat dan detil, Rivai mendeskripsikan semua petualangannya dalam tulisan bergaya Melayu. Mungkin catatan ini adalah jurnal yang dipublikasikan pertama yang dibuat oleh orang Indonesia. Serial tulisan ini dimuat di Harian Bintang Timoer.

Perjalanan menuju Eropa sendiri sudah merupakan pengalaman yang luar biasa. Di atas kapal yang membawanya ke Belanda, Rivai terheran-heran melihat orang-orang bule yang menjadi kelasi. Dan dia sendiri menjadi penumpang yang terhormat. Selama ini, yang ditemuinya adalah kelasi orang-orang pribumi yang selalu dibentak-bentak oleh Belanda sok kuasa.

Sesampainya di Eropa, para mahasiswa Indonesia terkejut luar biasa. Di sana mereka tidak menemukan adanya perbedaan perlakuan bagi setiap orang. Setiap orang adalah manusia utuh, yang layak dihormati, didengar pendapatnya dan mendapat hak-hak sosial yang diakui negara.

Para pendukung Politik Kolonial mengambil langkah apapun untuk menghalangi dan mempersulit keberadaan mahasiswa Indonesia di Eropa. Awalnya, mereka menyebarkan isu bahwa Pergerakan Mahasiswa Indonesia adalah gerakan komunis yang dibiayai oleh Moscow. Mereka juga menakuti-nakuti para orang tua di Indonesia (yang kebanyakan priyayi dan pegawai pemerintahan) bahwa anak-anak mereka telah menjadi progresif dan dapat mengancam kedudukan mereka di Hindia Timur.

Buku ini wajib dibaca bagi pejuang anti-kemapanan. Penggerak pendidikan. Supaya lebih memahami arti penting pendidikan dalam membentuk kelas menengah yang siap menerima estafet kepemimpinan bangsa.

  • Mas, di gramedia masih ada gak ya?

  • boleh tau alamat email mas?

  • ana pengen berkenalan ma antum?

  • Senang sekali berkenalan dengan Anda. Nama saya Beta, email di beta[AT]uliansyah.or.id. Silahkan japri.

  • alsya

    maaf,,ini beta adik firdaus yang dari tanah bumbu ya?

  • Ini beta yang lain.

  • @ry

    Bagus yha om bukunya?*^*(
    kok nggak bilang2 siiiiiihhh! ;P

  • Saya dapet buku ini di tukang loak. Buku ini kan terbitan KPG, mustinya di Gramedia masih ada. Bisa beli di situs penerbit Kepustakaan Populer Gramedia juga tuh.

  • dit

    mas, buku ini terbit tahun berapa & harganya sekitar berapa??
    Reply please……

  • Harganya 30ribu. Terbitnya baru kok, mungkin akhir 90an atau awal 2000an. Coba cek di web Penerbit KPG.

    Mau pinjem sama saya juga bisa, dateng aja ke kantor.

  • dit

    mas,yang dimaksud dlm buku ini, “Abdul Rivai” yg pernah menerbitkan (jadi editor) surat kabar “Bintang Hindia” 1902-1907 itu ta??

  • tommyriantoro

    kakek saya ada gk disitu . namanya prof . ir .supardi .orang yogya.

    • Akan sangat menarik kalau pak Prof. Supardi menyampaikan pengalamannya juga dalam bentuk tulisan mas. Bisa saling melengkapi dengan catatan-catatan lain. Alternatif lain adalah cucunya yang mengumpulkan surat-surat atau catatan-catatan pak prof kemudian menerbitkannya dalam bentuk buku. Saya siap membantu.