Google Penyelamat Dunia

MEMATENKAN APLIKASI PEMBACAAN TEKS DI IMAGE DAN VIDEO

Udah pernah baca novel Digital Fortress-nya Dan Brown kan? Ya, Dan Brown si penulis Da Vinci Codes itu. Kalau belum, begini ringkasannya. Seorang kriptografer ternama mantan agen NSA mengancam akan menyebarkan sebuah algoritma enkripsi baru yang tidak dapat ditembus. Algoritma berjuluk Benteng Digital tersebut menjadi rebutan banyak pihak, karena siapa yang memegangnya akan memiliki keamanan enkripsi yang tidak dapat dipecahkan oleh siapa pun di dunia saat ini. Pihak yang menguasainya akan menjadi pihak yang powerful, karena rahasianya tidak akan mungkin tercuri pihak lain.

Kejadiannya mirip seperti yang dialami Google. Seperti dilansir PCWorld dan ComputerWorld, Google telah mematenkan aplikasi pembacaan teks yang berada di dalam image dan video.

Apa yang dilakukan oleh aplikasi buatan Google tersebut sebenarnya adalah sesuatu yang telah berusaha dipecahkan para hacker pada tahun-tahun belakangan ini, yaitu mematahkan CAPTCHA. Memang ada beberapa pihak yang telah mengklaim mampu membaca CAPTCHA, seperti PWNtcha, EZ-Gimpy, aicaptcha, gocr (a never meant to be captcha decoder), dll. Namun belum ada pihak yang merilis kode yang digunakannya. Dengan algoritma yang dipatenkan tersebut, Google dapat mematahkan CAPTCHA keycode. Walaupun demikian, Google hanya akan menggunakannya untuk memperluas layanan pencarian ke gambar tetap dan bergerak.

Dengan mematenkan aplikasi pembaca teks dalam image tersebut, Google telah memperpanjang nafas keamanaan dunia internet. Bayangkan bila algoritma pembaca CAPTCA terpecahkan. Botnet yang hari ini saja sudah sangat merepotkan itu, akan merajalela membuat kekacauan dengan menembus pertahanan CAPTCHA situs-situs web seluruh dunia.

PS: Kayaknya salah posting nih.. mustinya di blog kurang kerjaan.