Dari Michael Jackson sampai Tintin

Dulu seorang kawan kuliah memanggil saya dengan sebutan Tintin. Alasannya? Karena celana yang saya pakai ngatung di atas mata kaki, persis seperti celana Tintin dalam salah satu petualangannya. Tidak semua penampilan Tintin menggunakan celana ngatung. Hanya di beberapa judul, Tintin terlihat menggunakan celana seperti itu. Salah satunya di episode “Tongkat Raja Ottokar”, kemudian “Cerutu Sang Pharaoh”, “Kepiting Bercapit Emas”, dan lainnya.

Julukan-julukan yang diberikan kepada orang berpenampilan seperti saya memang macam-macam. Setengah tiang, kebanjiran, dll. Berat memang bagi saya. Tapi membaca berita hari ini di koran Tempo, sedikit banyak menambah energi moral menghadapi situasi sedemikian rupa.

Ternyata pak Menteri Energi juga mengalami hal yang sama.

Koran Tempo – Senin, 31 Maret 2008

Ekonomi dan Bisnis

Purnomo Yusgiantoro
Mirip Michael Jackson

Tampang boleh berbeda, tapi soal panggilan bisa saja sama. Itulah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro. Ia rupanya punya panggilan khusus di kalangan koleganya yang memiliki hobi menyanyi. Di sini, ia biasa dipanggil Michael Jackson. Lo, kok bisa, Pak?

Ia membuka rahasia itu dalam sebuah acara donor darah di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pekan lalu. Purnomo menuturkan panggilan ini muncul gara-gara hobinya memakai celana ngatung di atas mata kaki mirip Michael Jackson. Apalagi, ketika mengirimkan pesan pendek (SMS) kepada teman dekatnya, ia sering memakai inisial MJ. Padahal inisial Purnomo seharusnya PYS.

“Apa tuh MJ?” kata Purnomo menirukan kebingungan koleganya. “Saya menjawab, MJ itu Michael Jackson,” ucapnya disambut gelak tawa. Tapi kalau inisial Purnomo untuk istri: MP. “Maksudnya, Mas Purnomo.” Nieke Indrietta