Dari Tugas Kuliah Lahirlah InfoKost

Nggak terasa sudah hampir setahun saya menimba ilmu di Jogja. Kuliah demi kuliah telah dijalani. Semester demi semester telah dilalui. Sampailah saya ke suatu mata kuliah yang berjudul Sistem dan Teknologi Informasi.

Berhubung sejak dulu saya sudah punya bakat geek dan nerd, sebagaimana anak cowok era digital lainnya, langsunglah saya nyambung banget sama mata kuliah ini. Tiap bahasan dan diskusi saya ikuti dengan penuh kenikmatan. Kapan lagi saya bisa ketemu sama narasumber-narasumber jagoan IT? Rugi kalo nggak nyemplung basah sekalian.

Suatu ketika, dalam mata kuliah ini, saya mendapat tugas kuliah yang rada-rada aneh buat mahasiswa Magister Akuntansi, yaitu membuat model bisnis online. Wedeh-wedeh.. apa sih hubungannya akuntan sama model bisnis? Memangnya kita mau jadi pengusaha bisnis online? Hehehe.. mungkin bagi rekan-rekan lain, tugas ini menjadi momok yang menakutkan. Biasalah.. akuntan kan jarang pake otak kanan (baca: kreativitas), tahunya pake otak kiri terus (baca: hafalan standar akuntansi keuangan). Tapi bagi saya, justru tugas kelompok ini menjadi berkah.

Saat akan mengerjakan tugas ini, saya langsung membuka salah satu folder keramat di PC saya. Nama foldernya adalah ideabox. Di folder inilah saya sering menyimpan mimpi dan angan-angan saya dalam baris-baris teks ASCII. Meskipun demikian, saya sadar bahwa folder ideabox terpenting saya letaknya bukan di hardisk, tapi di otak. Setelah lihat sini-lihat sana, saya bawa beberapa ide dari ideabox itu untuk dikembangkan bersama rekan-rekan sekelompok.

Di sesi brainstorming bersama rekan-rekan sekelompok, saya mengajukan ide-ide tersebut untuk dikembangkan lagi. Setelah sempat mental di ide pertama, Alhamdulillah, kawan-kawan menyambut baik ide saya yang kedua. Ide untuk menyediakan informasi kost berbasis GIS kemudian di-godog lagi oleh kawan-kawan sekelompok. Ketika hasilnya sudah disepakati, hati saya lega luar biasa. Ternyata ide yang selama ini tersimpan, tidak menjadi bisul yang berpotensi meledakkan nanah ke otak.

Saya kebagian tugas mengimplementasi ide tersebut dalam sebuah model aplikasi mini. Karena saya bukan programmer, dan latar belakang juga non-IT, saya hanya mengandalkan intuisi dalam mengembangkan aplikasi ini. Ditambah dengan keterbatasan peralatan yang saya miliki (hanya sebuah PC tua plus modem CDMA yang sayangnya lokasi rumah saya kurang mendukung untuk mendapatkan koneksi internet seperti di iklan), benar-benar cuman semangat yang menemani.

Untungnya, istri saya paham betul kapan saya sedang bersemangat melakukan sesuatu. Dia pun menyediakan waktu bagi saya untuk melakukan eksperimen ini. Anak-anak ditanganinya dengan baik. Tugas-tugas rumah yang biasa saya lakukan, diambil alih. Makasih ya Mom.

Lalu bagaimana hasilnya? Masih jauh dari harapan. Tapi setidaknya sebuah kerangka telah terbentuk. Apalagi ketika kelompok kami mempresentasikan materi ini, sambutannya lumayan hangat dari rekan-rekan sekelas. Sempat pula demo aplikasi ditayangkan walau waktu yang diberikan sangat terbatas. Di luar kelas, seorang sesepuh kelas yang nota bene Direktur Sistem Informasi di sebuah perusahaan forwarding nasional mendekati saya dan menyatakan minatnya untuk mewujudkan ide ini.

Penasaran mau lihat hasilnya? Cekidot gan, di www.uliansyah.or.id/infokost/. Jangan lupa tinggalkan komentar!