Kolaka

Pengalaman berkunjung ke Kolaka ini saya dapat tahun 2008 lalu. Berikut ini jurnal yang saya tulis.

Ketika musim perjalanan dinas tahun 2008 dimulai, seperti biasa, saya kebagian lokasi-lokasi terpencil. Maklum, pegawai nrimo :p

Peta Lokasi Kolaka Sultra

Perjalanan pertama di tahun 2008, saya ditugaskan ke Kolaka. Hayoo.. ada yang tau gak Kolaka itu di daerah mana? Waktu tahu saya dapet dinas ke Kolaka, saya langsung cari tahu bagaimana mencapai daerah itu. Kolaka, terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara, bisa dicapai dengan jalan darat dari Kendari. Yang jadi masalah, penerbangan ke Kendari dari Jakarta harus transit via Makassar. Ada dua alternatif penerbangan. Maskapai A jam 6 dan maskapai B jam 13. Rombingan dinas kami memilih berangkat siang hari. Pertimbangannya, kalaupun menggunakan penerbangan pagi, diperkirakan sampai di Kendari jam 2 siang. Jakarta-Makassar ditempuh 2 jam lebih. Lalu waktu transit di Makassar itu kabarnya susah ditebak. Bisa molor sampai 2 jam lebih. Makassar-Kendari membutuhkan waktu satu jam.

Waktu mendarat di Kendari, saya langsung disambut dengan indahnya langit malam. Tau maksudnya? Kendari sedang mati lampu! Bahkan lampu di bandara hanya menyala di ruang2 utama. Sesampai di luar bandara, mulai dari parkir bandara sampai ke kota, gelap gulita.

Malam itu, saya menginap  di Hotel Aden. Keesokan paginya saya dan Mas Ferie berangkat ke Kolaka menggunakan mobil charteran. Jalanan mulus. Waktu tempuh sekitar 3 jam. Jalur yang dilewati melewati 4 perbukitan. Jalanan yang mulus itu mulai terasa menyiksa di perut kami. Belokan-belokan tajam membuat kami menjadi laboratorium fisika berjalan. Dihajar gaya sentrifugal dan sentripetal ke sana ke mari. Sayang perut kami bukan perut pilot yang mampu menahan gaya sampai 10G.

Sesampainya di Kolaka, seusai menunaikan tugas, kami diajak sightseeing seputar Kolaka. Dimulai dari makan siang di pinggir pantai. Sop Konro daging sapi dengan kuah berlemak menjadi santapan siang ditemani semilir angin pantai. Di kejauhan samar-samar terlihat sebuah pulau yang sedang menjadi sengketa. Yah biasalah, ada gula ada semut. Sejak ditemukannya potensi nikel di pulau tersebut, terjadi tarik menarik kewenangan ijin pertambangan di sana. Pemkab, pemprov dan pusat tumplek blek jadi satu.

Selesai dari makan siang, kami diajak ke anjungan rumah adat Sulawesi Tenggara. Lokasi anjungan ini persis terletak di dekat pelabuhan ferry setempat. Ada 10 rumah adat yang berdiri di sini, masing-masing mewakili kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara mulai dari Kab. Muna, Kab. Konawe dan tak lupa rumah khas Kolaka sendiri. Anjungan ini pernah digunakan untuk MTQ Provinsi Sultra beberapa tahun lalu. Salah satu fitur unggulan anjungan ini adalah letaknya yang menghadap barat. Konon, anjungan ini adalah lokasi terbaik untuk menikmati pemandangan sunset. PR bagi pemkab adalah bagaimana menjual momen detik-detik ketika lingkaran merah di angkasa itu tenggelam ke dalam air…

Daerah tujuan wisata di Kolaka salah satunya yang terkenal adalah sungai Tamborasi. Sungai ini diklaim sebagai sungai terpendek di dunia. Sebuah mata air yang muncul di gunung, ternyata hanya dua puluh meter kemudian sudah nyemplung ke laut. Butuh fatwa dari ahli geologi apakah sungai Tamborasi memenuhi definisi sebagai sebuah sungai.

Di Kolaka, program unggulan Bupati adalah demo gerbang mastra (Desa Model Gerakan Pembangunan Masyarakat Sejahtera). Namanya orang Indonesia, kreatif banget untuk bikin singkatan. Program ini adalah salah satu best practice dalam kategori program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tapi gaungnya masih belum menyamai best practice pemda lain seperti JPKM Purbalingga, UPT Sragen, Perda Dji Sam Soe Kota Gorontalo, maupun Pelayanan Satu Pintu di Kab. Jembrana.

Ya begitulah pengalaman di Kolaka. Menanti perjalanan dinas selanjutnya, kita tunggu saja cerita perjalanan ke Kota Tidore. Hayoo, dimana tuh?

Bandara Kolaka rencananya akan difungsikan tahun 2008. Jadi tahun-tahun ke depan kalau ke sini nggak harus mabok lagi.

Satu hal yang unik di Kendari dan Kolaka ini, angkutan umum antarkota menggunakan mobil-mobil terbaru. Bayangkan, Suzuki APV dan Toyota Avanza dijadikan angkot! Dilengkapi dengan sound system memekakkan bahkan ada pula yang dilengkapi dengan televisi layar kristal.

Masalah angkutan umum, memang di Sultra ini, pada umumnya jor-joran. Kami sempat melihat sebuah Kijang Krista ber-plat kuning dengan monitor LCD yang menampilkan siaran televisi bagi penumpangnya.

Angkot di sini disebut pete-pete. Ingat baik-baik, kalau keluar di pertanyaan kuis, harus bisa jawab. Karena sudah saya beritahu.

Mata Air Pahala di Lereng Merapi

Syahdan, seorang kawan pulang kampung ke lereng Merapi. Maksud kepulangannya kali ini adalah untuk mempersiapkan dokumen-dokumen kependudukan yang ia butuhkan sebagai pelengkap syarat anak-anaknya masuk sekolah. Tak dinyana, saat ia berada di kampung kelahirannya, Gunung Merapi meletus. Semasa dan setelah tanggap bencana, saudara kita ini terpanggil untuk memperbaiki kampung halamannya. Singkat kata, saat ini warga di enam dusun bergantung padanya untuk pembinaan keagamaan. Ia pun memutuskan untuk tinggal di kampungnya, mengkhidmatkan dirinya untuk membina warga muslim. Ia telah menemukan mata air dan ladang pahala di lereng Merapi.

Sebuah mata air pahala ditemukan di lereng Merapi. Mata air itu menyemburkan berkubik-kubik pahala bagi mereka yang meneguknya. Apakah Anda tidak ingin turut merasakannya?

Bencana erupsi Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY membawa petaka sekaligus berkah. Ratusan desa terpaksa mengungsi. Puluhan ribu jiwa kehilangan tempat tinggal, sawah dan ladang, mata pencaharian dan harta benda lainnya. Tidak ada panen durian di Purworejo tahun ini, karena terkena abu Merapi. Salak pondoh baru dapat dipanen lagi tiga tahun ke depan.

Namun di balik kesusahan itu ada hikmah dan berkah yang diberikan Allah. Warga lereng Merapi cenderung menjadi lebih perhatian terhadap agama. Mereka membuka diri bagi bimbingan Islam yang sunnah. Seorang ikhwan saat ini mendapat 6 dusun binaan kerohanian. Keenam dusun tersebut berada di wilayah Ketep, yang terkenal karena memiliki gardu pandang Merapi. Wilayah ini termasuk yang terdampak cukup berat dari erupsi karena jaraknya kurang dari 10 km dari puncak Merapi. Keenam dusun binaan tersebut adalah Dusun Puluhan, Dusun Gintung, Dusun Gondangsari, Dusun Dadapan dan Dusun Ketep di wilayah Desa Ketep. Sedangkan Dusun Klampahan termasuk dalam Desa Wonolelo. Semuanya berada dalam wilayah Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Beberapa bantuan sudah masuk ke wilayah ini. Sebuah yayasan Islam sudah menyumbangkan pembangunan saluran air. Buku-buku Islam bantuan dari Atase Agama Kedutaan Saudi Arabia sudah dibagikan ke masjid-masjid.

Beberapa kegiatan dakwah juga sudah dilaksanakan. Salah satunya Tabligh Akbar tgl 10 Mei 2011 yang menghadirkan ustadz Jauhar (Pengajar Ma’had Imam Bukhari, Karanganyar). Ada pula kajian oleh ustadz Muhtarom Abu Abdul Azis (Bintaro) tanggal 26-27 Juni 2011, yang dilaksanakan sebelum beliau mengikuti dauroh masyaikh di Malang.

Segarnya Mata Air Pahala

Apakah Anda tidak ingin merasakan mata air pahala ini? Mari rasakan segarnya mata air pahala dengan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh melalui P3BM atau Panitia Pendamping Pasca Bencana Merapi yang memiliki sekretariat di Dusun Puluhan RT 14/06, Desa Ketep, Kec. Sawangan, Kab. Magelang 56481. Untuk kontak P3BM dapat melalui nomor telepon 0293 – 5804386 atau 0857 4020 3369 (Syarif Abu Miqdad).

P3BM adalah panitia yang dibentuk oleh warga muslim di wilayah Ketep. P3BM menyelenggarakan beberapa program pokok sebagai berikut :

  1. Pembinaan Agama Islam
  2. Penyaluran Bantuan Pasca Bencana yang bersifat konsumtif
  3. Pengembangan Ekonomi Masyarakat
  4. Pengiriman relawan pasca bencana.
  5. Pembangunan/rehab sarana Ibadah seperti masjid,tempat wudhu dan pengadaan air bersih.

Berikut ini beberapa dokumentasi kegiatan dan proposal kegiatan P3BM yang ada di saya:

  1. Dokumentasi Tabligh Akbar 10 Mei 2011.
  2. Dokumentasi TPA.
  3. Dokumentasi Kajian.
  4. Proposal Usaha Ternak Kambing Etawa.
  5. Proposal Pengajuan Air Bersih Klampah.
  6. Dokumentasi Renovasi Masjid.
  7. Proposal Program-program Kegiatan P3BM.
  8. Proposal Usaha Ternak Sapi.

Jalan-jalan ke Kids Fun Parcs Jogja

Karena letak Kids Fun yang tidak jauh dari kontrakan kami di Jogja, kami memutuskan untuk berangkat dengan berjalan kaki. Perlengkapan mandi dan baju ganti serta bekal lainnya berada di tas ransel, sambil mendorong kereta bayi berisi si bungsu Hana Uliansyah yang baru berusia 5 bulan. Kami berangkat jam 9 pagi dari rumah dengan harapan menghindari jam padat pengunjung yang biasanya terjadi di siang hari.
Sesampainya di Kids Fun, voucher dari dealkeren ditukar oleh petugas dengan tiket masuk taman bermain, Aqua Splash, Flying Fox, dan diskon GoKart. Wah banyak juga ya! Ada 20 permainan yang tersedia di Kids Fun, tapi kami tidak mencoba semuanya. Beberapa permainan sebenarnya adalah permainan yang sama dengan tema berbeda. Misalnya permainan mobil-mobilan listrik untuk anak-anak, tersedia dalam banyak lokasi yaitu Herby’s yang bertema City Car, sedangkan Harley Davidson bertema Western City, Ferarri bertema Sirkuit F1 dan Old Dream bertema China Town. Permainan kereta juga tersedia dalam beberapa wahana, seperti Santa Fe Train, Kereta Ulat, dan __.
Wahana yang paling banyak tersedia adalah permainan air. Wahana air yang digenjot sendiri oleh pengendara dengan jalur yang sudah tersedia, terdapat dalam banyak wahana seperti  ___ bertema pulau tropis, ___ bertema Indian, dan ___ bertema ____. Wahana air tanpa jalur, aqua bike. Wahana air sehggol2an, bumper boat. Nah, saking banyaknya permainan air di Kids Fun, kami sempat bercanda, “Rejeki Kids Fun memang ada di air.”
Permainan yang lain ada Mini Wheel, yaitu sebuah ferris wheel atau bianglala mini dengan 6 gondola saja. Ada pula ontang-anting, gajah terbang, dan boom boom car. Semua permainan tersebut dapat dinikmati tanpa tiket tambahan. Dan yang tidak kalah seru adalah Fun Shooter, arena di mana pemain dapat saling menembakkan bola lembut ke arah pemain lain.
Salah satu permainan gratis yang menjadi favorit pengunjung adalah Jurassic Park. Wahana ini adalah wahana kereta keluarga yang mengelilingi taman dinosaurus.
Permainan yang harus membayar lagi adalah Duragon, sebuah wahana roller coaster mini berketinggian __ meter. Masih jauh lebih kecil dari Halilintar di Dufan tentunya, tapi sebagai satu-satunya wahana roller coaster di Jateng dan DIY, wahana ini masih menjadi favorit para pengunjung. Beberapa putaran dihiasi dengan teriakan-teriakan dan jeritan-jeritan dari penumpangnya.
Salah satu wahana dengan antrian terpanjang adalah Flying Fox. Meskipun harus membayar 15 ribu rupiah, peminatnya tetap membludak. Kami tidak perlu menambah beli tiket, karena voucher dari dealkeren sudah mencakup tiket Flying Fox. Untuk menikmati Flying Fox, pengunjung harus naik ke tower yang ada patung naga. Bagi yang belum memiliki tiket, dapat membeli langsung di titik peluncuran.
Di luar permainan yang disediakan, banyak site-site tempat berfoto yang tersedia tersebar di seluruh lokasi. Ada panggung Kapal, sebuah replika kapal bajak laut yang bisa digunakan untuk panggung pertunjukan bertema bajak laut. Banyak pula patung-patung tanpa kepala yang dapat digunakan untuk bergambar dengan memposisikan kepala kita pada patung tersebut.
Di dalam gedung dekat pintu keluar, terdapat wahana bermain anak bernama Soft Play. Isinya adalah jungle dan mandi bola. Anak-anak sangat suka bermain di sini. Waktunya pun pas, karena ketika matahari sudah memanas kami masuk ke wahana indoor.
Fasilitas Ibadah tidak Memadai
Setelah lelah menikmati permainan wahana di taman bermain, kami beristirahat dulu sebelum masuk ke kolam renang Aqua Splash. Untuk mendapatkan makanan, tersedia banyak food court tersebar di seluruh area lokasi. Ada Cafe Saurus di depan wahana Jurassic Park. Ada pula kantin di depan panggung kapal. Belum lagi kios-kios kecil yang menjual suvenir, foto digital, dll. Untuk masalah perut, tidak ada masalah.
Masalah yang mengganggu kenyamanan baru terasa ketika kami hendak melaksanakan ibadah sholat. Mushola yang tersedia ternyata berada di area toilet wanita. Hal ini sangat memprihatinkan kami, seolah-olah kami disuruh sholat di tempat buang hajat. Luasnya pun tidak memadai. Padahal musholla itu adalah satu-satunya tempat ibadah di dalam lokasi taman bermain. Hal ini jauh berbeda dengan fasilitas ibadah yang diberikan oleh lokasi wisata lainnya seperti Kebun Binatang Ragunan (masjid besar di tengah area), Dunia Fantasi (ada masjid di dekat panggung outdoor dan juga banyak musholla tersedia di mana-mana), Taman Mini Indonesia Indah (masjid Diponegoro dengan dua lantai), dll. Bagaimanapun juga, pemeluk agama Islam adalah pengunjung mayoritas dari taman-taman tersebut, sehingga kenyamanan beribadah bagi kami semestinya mendapat perhatian dari pengelola taman.
Akhirnya kami pun memilih untuk melaksanakan sholat di musholla area parkir. Di sana kondisinya lebih baik, meskipun luas musholla juga minimal. Hanya saja kami harus keluar dari area taman bermain Kids Fun, yang tentunya menambah kerepotan ketimbang melaksanakan sholat di dalam area taman bermain. Banyak pengunjung yang lebih memilih untuk sholat di dalam area.
Bermain Air di Aqua Splash
Setelah mengisi perut dan sholat, kami bergerak menuju kolam renang Aqua Splash. Tempatnya nyaman, baik bagi anak-anak maupun orangtua. Terdapat dua kolam yang tersedia. Satu kolam dengan seluncuran setinggi 7,5 meter dan melingkar sepanjang 52 meter. Satu kolam lain sepertinya didesain untuk aktivitas yang lebih santai, dengan kanopi besar terpasang di atasnya. Ada pula satu inflatable pool dipasang di salah satu sudut area kolam renang. Entah apakah selain di hari libur, inflatable tersebut dipasang atau tidak. Lantai yang terbuat dari konblok berkualitas membuat permukaan lantai tidak licin meskipun basah terciprat air kolam. Di pinggir kolam, banyak tersedia parasol (payung taman) dengan meja dan kursi bagi __. ortu dapat dengan nyaman mengawasu anak2 bermain air. bbrp lifeguard terlihat berjaga di titik2 penting.
dgn tiket yg dpt dibeli ter[isah, aqua splash nampaknya akab=n menjadi pilihan kami di kemudia hari. mudah2an kf mkn baik.

Hari Ahad lalu (tanggal 3 Juli 2011), kami sekeluarga akhirnya menggunakan voucher tiket masuk Kids Fun Parcs Jogja, yang sudah kami beli beberapa waktu yang lalu. Voucher tersebut saya beli secara online dari dealkeren.com seharga 22.500 per voucher. Kami membeli 4 voucher untuk saya, istri, dan 3 anak (1 masih bayi, tidak dihitung). Total 90.000. Harga asli tiket adalah 45.000 per orang (anak dan dewasa sama saja) untuk tiket terusan, atau 37.500 per orang untuk tiket taman bermain dan 13.000 per orang untuk tiket kolam renang Aqua Splash. Jadi kami menghemat setengahnya.

Karena letak Kids Fun yang tidak jauh dari kontrakan kami di Jogja, kami memutuskan untuk berangkat dengan berjalan kaki. Perlengkapan mandi dan baju ganti serta bekal lainnya berada di tas ransel, sambil mendorong kereta bayi berisi si bungsu Hana Uliansyah yang baru berusia 5 bulan. Kami berangkat jam 9 pagi dari rumah dengan harapan menghindari jam padat pengunjung yang biasanya terjadi di siang hari.

Sesampainya di Kids Fun, voucher dari dealkeren ditukar oleh petugas dengan tiket masuk taman bermain, Aqua Splash, Flying Fox, dan diskon GoKart. Wah banyak juga ya!

Ada 20 permainan yang tersedia di Kids Fun, tapi kami tidak mencoba semuanya. Beberapa permainan sebenarnya adalah permainan yang sama dengan tema berbeda. Misalnya permainan mobil-mobilan listrik untuk anak-anak, tersedia dalam banyak lokasi yaitu Herby’s yang bertema City Car, sedangkan Harley Davidson bertema Western City, Ferarri bertema Sirkuit F1 dan Old Dream bertema China Town. Permainan kereta juga tersedia dalam beberapa wahana, seperti Santa Fe Train, Kereta Ulat dan Duragon.

Wahana yang paling banyak tersedia adalah permainan air. Wahana air yang digenjot sendiri oleh pengendara dengan jalur yang sudah tersedia, terdapat dalam banyak wahana seperti Jet Rider bertema pulau tropis, Grand Canyon bertema Indian, dll. Selain itu tersedia juga wahana air tanpa jalur bernama Aqua Bike. Bagi yang suka saling senggol ada wahana air Bumper Boat. Nah, saking banyaknya permainan air di Kids Fun, kami sempat bercanda, “Rejeki Kids Fun memang ada di air.”

Permainan yang lain ada Mini Wheel, yaitu sebuah ferris wheel atau bianglala mini dengan 6 gondola saja. Ada pula ontang-anting, gajah terbang, dan boom boom car. Semua permainan tersebut dapat dinikmati tanpa tiket tambahan. Dan yang tidak kalah seru adalah Fun Shooter, arena di mana pemain dapat saling menembakkan bola lembut ke arah pemain lain.

Salah satu permainan gratis yang menjadi favorit pengunjung adalah Jurassic Park. Wahana ini adalah wahana kereta keluarga yang mengelilingi taman dinosaurus. Pengunjung ditempatkan dalam kereta-kereta otomatis berisi dua sampai empat orang. Sepanjang jalur, terdapat patung-patung dinosaurus yang dilengkapi dengan informasi mengenai dino tersebut.

Permainan yang harus membayar lagi adalah Duragon, sebuah wahana roller coaster mini berketinggian sekitar 7 meter. Masih jauh lebih kecil dari Halilintar di Dufan tentunya, tapi sebagai satu-satunya wahana roller coaster di Jateng dan DIY, wahana ini masih menjadi favorit para pengunjung. Beberapa putaran dihiasi dengan teriakan-teriakan dan jeritan-jeritan dari penumpangnya.

Salah satu wahana dengan antrian terpanjang adalah Flying Fox. Meskipun harus membayar 15 ribu rupiah, peminatnya tetap membludak. Kami tidak perlu menambah beli tiket, karena voucher dari dealkeren sudah mencakup tiket Flying Fox. Untuk menikmati Flying Fox, pengunjung harus naik ke tower yang ada patung naga. Bagi yang belum memiliki tiket, dapat membeli langsung di titik peluncuran.

Di luar permainan yang disediakan, banyak site-site tempat berfoto yang tersedia tersebar di seluruh lokasi. Ada panggung Kapal, sebuah replika kapal bajak laut yang bisa digunakan untuk panggung pertunjukan bertema bajak laut. Banyak pula patung-patung tanpa kepala yang dapat digunakan untuk bergambar dengan memposisikan kepala kita pada patung tersebut.

Di dalam gedung dekat pintu keluar, terdapat wahana bermain anak bernama Soft Play. Isinya adalah jungle dan mandi bola. Anak-anak sangat suka bermain di sini. Waktunya pun pas, karena ketika matahari sudah memanas kami masuk ke wahana indoor ini.

Dalam kunjungan kali ini, kami tidak mencoba GoKart. Rasa-rasanya Go Kart lebih asyik jika dimainkan berkelompok. Pembalap-pembalap dalam satu race terdiri dari teman-teman yang kita kenal.

Fasilitas Ibadah tidak Memadai

Setelah lelah menikmati permainan wahana di taman bermain, kami beristirahat dulu sebelum masuk ke kolam renang Aqua Splash. Untuk mendapatkan makanan, tersedia banyak food court tersebar di seluruh area lokasi. Ada Cafe Saurus di depan wahana Jurassic Park. Ada pula kantin di depan panggung kapal. Belum lagi kios-kios kecil yang menjual suvenir, foto digital, dll. Untuk masalah perut, tidak ada masalah.

Masalah yang mengganggu kenyamanan baru terasa ketika kami hendak melaksanakan ibadah sholat. Mushola yang tersedia ternyata berada di area toilet wanita. Hal ini sangat memprihatinkan kami, seolah-olah kami disuruh sholat di tempat buang hajat. Luasnya pun tidak memadai. Padahal musholla itu adalah satu-satunya tempat ibadah di dalam lokasi taman bermain. Hal ini jauh berbeda dengan fasilitas ibadah yang diberikan oleh lokasi wisata lainnya seperti Kebun Binatang Ragunan (masjid besar di tengah area), Dunia Fantasi (ada masjid di dekat panggung outdoor dan juga banyak musholla tersedia di mana-mana), Taman Mini Indonesia Indah (masjid Diponegoro dengan dua lantai), dll. Bagaimanapun juga, pemeluk agama Islam adalah pengunjung mayoritas dari taman-taman tersebut, sehingga kenyamanan beribadah bagi kami semestinya mendapat perhatian dari pengelola taman.

Akhirnya kami pun memilih untuk melaksanakan sholat di musholla area parkir. Di sana kondisinya lebih baik, meskipun luas musholla juga minimal. Hanya saja kami harus keluar dari area taman bermain Kids Fun, yang tentunya menambah kerepotan ketimbang melaksanakan sholat di dalam area taman bermain. Banyak pengunjung yang lebih memilih untuk sholat di dalam area.

Bermain Air di Aqua Splash

Setelah mengisi perut dan sholat, kami bergerak menuju kolam renang Aqua Splash. Tempatnya nyaman, baik bagi anak-anak maupun orangtua. Terdapat dua kolam yang tersedia. Satu kolam dengan seluncuran setinggi 7,5 meter dan melingkar sepanjang 52 meter. Satu kolam lain sepertinya didesain untuk aktivitas yang lebih santai, dengan kanopi besar terpasang di atasnya. Ada pula satu inflatable pool dipasang di salah satu sudut area kolam renang. Entah apakah selain di hari libur, inflatable tersebut dipasang atau tidak. Lantai yang terbuat dari konblok berkualitas membuat permukaan lantai tidak licin meskipun basah terciprat air kolam. Di pinggir kolam, banyak tersedia parasol (payung taman) dengan meja dan kursi bagi pengunjung yang memilih tidak nyemplung ke kolam. Dari bawah parasol itu, ortu dapat dengan nyaman mengawasi anak-anak bermain air. Beberapa lifeguard terlihat berjaga di titik-titik penting.

Dengan tiket yang dpt dibeli terpisah dari tiket taman bermain, aqua splash nampaknya akan menjadi pilihan kami di kemudian hari. Mudah-mudahan Kids Fun makin baik dalam menyediakan wahana hiburan yang mengasyikkan.

Metoda Belajar Bajak Laut: Cocok untuk Setiap Bidang?

Buku ini sudah banyak diulas di mana-mana. Saya juga pertama mendengarnya dari ulasan di status FB teman-teman keluarga homeschooling. Baru di bulan Juni 2011 ini saya berkesempatan membacanya.

Buku berjudul “Tinggalkan Sekolah sebelum Terlambat, Belajar Cerdas Mandiri dan Meraih Sukses dengan Metode Bajak Laut” diterbitkan oleh Kaifa. Judul aslinya adalah Secrets of A Buccaneer Scholar. Buku ini ditulis oleh pak James Marcus Bach, seorang penguji piranti lunak. Ia dapat menjadi seorang manager di Apple walaupun tidak memiliki ijazah sekolah menengah atas. Ya, pak Bach putus sekolah di SMA. Bagaimana pak Bach dapat mencapai suatu pencapaian tanpa ijazah sekolah formal, itulah yang diceritakan dalam buku ini.

Meskipun drop out dari sekolah, Pak Bach tidak berhenti belajar. Ia mengembangkan sebuah metoda pembelajaran yang cocok untuk diri dan kondisinya. Metoda tersebut dinamainya metoda belajar bajak laut.

Secara singkat metoda belajar bajak laut adalah metoda belajar alternatif dibanding dengan metoda belajar yang “resmi”. Biasanya seorang calon pelaut akan dilatih dulu di darat dengan berbagai kepandaian yang diperlukan di laut, seperti tali-temali, navigasi, prosedur keselamatan, mesin, dst. Sementara, bajak laut lebih suka untuk turun dulu ke laut dan bertahan hidup. Bajak laut belajar dengan mencoba. Ia akan menyadari dan memilih sendiri keterampilan apa yang dibutuhkan untuk bertahan hidup di atas laut.

Silabus Belajar Bajak Laut

Salah satu pertanyaan yang umum ditanyakan pada orang yang belajar mandiri adalah seputar silabus yang digunakan dalam belajar mandirinya. Pak Bach justru sengaja mencari keunikan, bukannya konvergensi keahlian (hal yang didapat dari silabus, meskipun maksud utamanya adalah untuk menjaga standar). Analoginya sebagai berikut. Armada laut kerajaan memiliki rencana dan strategi yang matang, mereka memperluas kekuasaan dengan penuh perhitungan. Sebaliknya, bajak laut mencari celah-celah kekuasaan di laut dan biasanya mampu mempertahankan kekuasaan di suatu wilayah tertentu. Seorang bajak laut pembelajar berpeluang besar untuk menjadi ekspert di bidang wilayah tertentu.

Membaca kisah hidup dan metoda pembelajaran yang dikembangkan oleh penulis buku tersebut, saya mempelajari beberapa pandangan baru dalam belajar. Meskipun demikian, pertanyaan baru muncul di kepala. Apakah metoda belajar ini dapat diterapkan di bidang pekerjaan saya? Apakah metoda belajar ini dapat diterapkan di bidang pekerjaan apa pun? Bagian berikutnya dari tulisan ini akan membahas renungan saya akan pertanyaan tersebut.

Dapatkah Metoda Belajar Bajak Laut diterapkan di Semua Bidang?

James Bach berprofesi sebagai seorang penguji piranti lunak (software tester). Ia memiliki pendekatan yang unik dalam mencari dan memperbaiki bug sebuah software yang akan dirilis. Cara pengguna dalam menggunakan software memang berbeda-beda. Ada jutaan kemungkinan cara penggunaan sebuah software. Pak Bach ditugasi untuk dapat mencari adanya sepersekian kesalahan dari jutaan kemungkinan kombinasi penggunaan software. Hal tsb yang sedikit banyak membuat metoda belajar bajak laut dapat ia kembangkan. Profesi ini memerlukan orang yang memiliki cara berpikir berbeda, sehingga ia bisa menemukan bug lebih cepat dari penguji lainnya (dengan demikian pekerjaan menjadi lebih efisien).

Dalam bidang saya, yaitu akuntansi, reputasi didapat dari integritas dalam menghadapi klien. Ada sebuah code of conduct (kode etik) yang menjadi panduan bagi akuntan dalam menyediakan layanan yang ia berikan (kerap disebut jasa atestasi). Untuk dapat melakukan audit terhadap suatu perusahaan, akuntan dituntut memiliki keahlian yang memadai untuk melakukan hal itu. Ada dua hal yang dapat membuktikannya, pertama adalah sertifikat pelatihan (sama dengan istilah ijazah) di bidang tertentu, yang kedua adalah portofolio pengalaman sebelumnya. Dengan demikian, ijazah (masih) menjadi syarat penting dalam profesi akuntan. Artinya, jarang sekali ada akuntan tanpa ijazah tertentu yang dapat mengepalai/membawahi anak buah yang berijazah, seperti pada kasus pak Bach yang memimpin tim beranggotakan orang-orang berijazah. Meskipun demikian, akuntan dapat pula membuktikan keahliannya dengan portofolio pengalaman kerja. Yeps, kondisi yang sama ditemui pula pada profesi lain.

Selain itu, akuntan juga dipandu dengan cara bekerja yang prosedural. Dalam hal ini sepertinya cara berpikir berbeda (out of the box) ala metoda belajar bajak laut tidak dapat diaplikasikan mentah-mentah. Pada profesi pak Bach, cara berpikir berbeda dapat diterapkan seluas-luasnya, mulai dari menyusun dan menyusun ulang (arrange and re-arrange) prosedur kerja, sampai penggunaan teknik-teknik alternatif.  Akuntan hanya dapat menggunakan cara berpikir berbeda secara terbatas. Akuntan dapat menggunakan teknik-teknik alternatif untuk suatu tujuan kerja yang spesifik. Sementara untuk susunan prosedur kerja, umumnya dan biasanya masih terpaku pada suatu pakem umum. Modifikasi prosedur masih dimungkinkan, namun rebuilding prosedur, praktis tidak dimungkinkan.

Ada satu jenis akuntan yang memerlukan reputasi portofolio dan cara berpikir berbeda. Siapakah ia? Ia adalah akuntan pendidik (akademisi). Reputasi akuntan pendidik terbangun dari portofolio bidang kajian yang ia minati. Seorang peneliti akan dikenal dari banyaknya publikasi ilmiah yang ia terbitkan. Biasanya bidang kajian publikasi-publikasi tersebut membentuk suatu portofolio yang kuat. Misalnya seperti Josep Hair, seorang dosen management yang lebih dikenal dengan buku Multivariate Data Analysis-nya. Atau Phillip Kloha yang memiliki banyak riset di bidang akuntansi sektor publik (pemerintahan negara bagian). Ada juga auditor yang dikenal karena menguasai audit pada industri tertentu, misalnya sektor pertambangan atau telekomunikasi.

Simpulan

Metoda belajar bajak laut menekankan pada pemikir bebas yang tidak terikat oleh suatu otoritas tertentu, baik otoritas ilmiah, struktural ataupun sosial. Metoda ini paling cocok digunakan pada bidang kajian yang membutuhkan orang yang mampu berpikir secara berbeda. Sebaliknya, pada bidang-bidang yang memiliki tradisi yang kuat, metoda bajak laut terdengar terlalu radikal. Namun, semangatnya tetap dapat diaplikasikan secara fleksibel pada kondisi apa pun.

Metoda belajar bajak laut cocok digunakan pada anak yang tersingkirkan dari sistem pendidikan sekolah (seperti anak saya, misalnya). Untuk pikiran yang lebih dewasa, metoda ini baik untuk dipelajari sebagai sharing, pembanding, ataupun bahan introspeksi diri. Ada profesi atau bidang tertentu yang dapat menggunakan metoda ini untuk mencapai kesuksesan. Ada pula bidang yang masih mengandalkan bukti dengan tingkat otoritas tertentu (baca: ijazah) untuk menjaga integritas dan kualitas jasa yang diberikan.