Mata Air Pahala di Lereng Merapi

Syahdan, seorang kawan pulang kampung ke lereng Merapi. Maksud kepulangannya kali ini adalah untuk mempersiapkan dokumen-dokumen kependudukan yang ia butuhkan sebagai pelengkap syarat anak-anaknya masuk sekolah. Tak dinyana, saat ia berada di kampung kelahirannya, Gunung Merapi meletus. Semasa dan setelah tanggap bencana, saudara kita ini terpanggil untuk memperbaiki kampung halamannya. Singkat kata, saat ini warga di enam dusun bergantung padanya untuk pembinaan keagamaan. Ia pun memutuskan untuk tinggal di kampungnya, mengkhidmatkan dirinya untuk membina warga muslim. Ia telah menemukan mata air dan ladang pahala di lereng Merapi.

Sebuah mata air pahala ditemukan di lereng Merapi. Mata air itu menyemburkan berkubik-kubik pahala bagi mereka yang meneguknya. Apakah Anda tidak ingin turut merasakannya?

Bencana erupsi Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY membawa petaka sekaligus berkah. Ratusan desa terpaksa mengungsi. Puluhan ribu jiwa kehilangan tempat tinggal, sawah dan ladang, mata pencaharian dan harta benda lainnya. Tidak ada panen durian di Purworejo tahun ini, karena terkena abu Merapi. Salak pondoh baru dapat dipanen lagi tiga tahun ke depan.

Namun di balik kesusahan itu ada hikmah dan berkah yang diberikan Allah. Warga lereng Merapi cenderung menjadi lebih perhatian terhadap agama. Mereka membuka diri bagi bimbingan Islam yang sunnah. Seorang ikhwan saat ini mendapat 6 dusun binaan kerohanian. Keenam dusun tersebut berada di wilayah Ketep, yang terkenal karena memiliki gardu pandang Merapi. Wilayah ini termasuk yang terdampak cukup berat dari erupsi karena jaraknya kurang dari 10 km dari puncak Merapi. Keenam dusun binaan tersebut adalah Dusun Puluhan, Dusun Gintung, Dusun Gondangsari, Dusun Dadapan dan Dusun Ketep di wilayah Desa Ketep. Sedangkan Dusun Klampahan termasuk dalam Desa Wonolelo. Semuanya berada dalam wilayah Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Beberapa bantuan sudah masuk ke wilayah ini. Sebuah yayasan Islam sudah menyumbangkan pembangunan saluran air. Buku-buku Islam bantuan dari Atase Agama Kedutaan Saudi Arabia sudah dibagikan ke masjid-masjid.

Beberapa kegiatan dakwah juga sudah dilaksanakan. Salah satunya Tabligh Akbar tgl 10 Mei 2011 yang menghadirkan ustadz Jauhar (Pengajar Ma’had Imam Bukhari, Karanganyar). Ada pula kajian oleh ustadz Muhtarom Abu Abdul Azis (Bintaro) tanggal 26-27 Juni 2011, yang dilaksanakan sebelum beliau mengikuti dauroh masyaikh di Malang.

Segarnya Mata Air Pahala

Apakah Anda tidak ingin merasakan mata air pahala ini? Mari rasakan segarnya mata air pahala dengan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh melalui P3BM atau Panitia Pendamping Pasca Bencana Merapi yang memiliki sekretariat di Dusun Puluhan RT 14/06, Desa Ketep, Kec. Sawangan, Kab. Magelang 56481. Untuk kontak P3BM dapat melalui nomor telepon 0293 – 5804386 atau 0857 4020 3369 (Syarif Abu Miqdad).

P3BM adalah panitia yang dibentuk oleh warga muslim di wilayah Ketep. P3BM menyelenggarakan beberapa program pokok sebagai berikut :

  1. Pembinaan Agama Islam
  2. Penyaluran Bantuan Pasca Bencana yang bersifat konsumtif
  3. Pengembangan Ekonomi Masyarakat
  4. Pengiriman relawan pasca bencana.
  5. Pembangunan/rehab sarana Ibadah seperti masjid,tempat wudhu dan pengadaan air bersih.

Berikut ini beberapa dokumentasi kegiatan dan proposal kegiatan P3BM yang ada di saya:

  1. Dokumentasi Tabligh Akbar 10 Mei 2011.
  2. Dokumentasi TPA.
  3. Dokumentasi Kajian.
  4. Proposal Usaha Ternak Kambing Etawa.
  5. Proposal Pengajuan Air Bersih Klampah.
  6. Dokumentasi Renovasi Masjid.
  7. Proposal Program-program Kegiatan P3BM.
  8. Proposal Usaha Ternak Sapi.