Kesalahan Memahami Signifikansi Statistik

Saya terpikat oleh sebuah paper dari Raymond Hubbard dan J. Scott Armstrong (2005) yang berjudul “Why We Don’t Really Know What ‘Statistical Significance’ Means: A Major Educational Failure”. Meskipun paper tersebut sudah cukup tua, namun topik yang dibawakan masih cukup nendang bagi saya. Paper tersebut menunjukkan bahwa kerap terdapat kesalahan pemahaman makna signifikansi statistik dalam jurnal-jurnal dan buku-buku teks riset bisnis. Banyak penulis yang telah salah mengartikan makna signifikansi statistik dengan menggunakan kriteria p < α sebagai uji signifikansi statistik.

Buku-buku teks yang ditemukan bermasalah di antaranya adalah:

  1. Marketing Research within a changing information environment (Hair, Bush dan Ortinau, 2003);
  2. Marketing Research (Cooper dan Schindler, 2006);
  3. Marketing Research (Aaker, Kumar dan Day, 2001);
  4. Marketing Research: An applied orientation (Malhotra, 2004);
  5. Marketing Research: The impact of the internet (McDaniel dan Gates, 2002);
  6. Marketing Research (Parasuraman, Grewal dan Khrisnan, 2004).

Note: (nama pengarang yang dicetak tebal adalah referensi yang pernah saya gunakan). 

Riset

Bagaimana seharusnya uji signifikansi yang benar? Bagaimana kesalahpahaman kriteria p < α mulai muncul di ranah akademis? Dalam tulisan ini, saya akan menceritakan kembali isi paper tersebut kepada Anda.

Uji Signifikansi ala Fisher (p-value) dan ala Neyman-Pearson (α-level)

Uji signifikansi adalah salah satu tahap terpenting dalam sebuah riset, wa bil khusus riset yang bermetodologi kuantitatif. Uji ini yang akan menentukan simpulan hasil riset. Uji signifikansi menentukan apakah hipotesis yang dibuat di awal riset akan diterima atau ditolak. Karena peran pentingnya itulah, para ahli mencari cara terbaik yang dapat membedakan hasil pengamatan secara meyakinkan. Tingkat keyakinan yang memadai untuk dapat menerima suatu hipotesis tersebut yang kerap disebut dengan istilah signifikansi statistik (statistical significance).

Terdapat dua mazhab besar dalam penentuan signifikansi statistik dalam riset ilmu sosial. Mazhab Fisher menggunakan nilai p untuk menunjukkan uji signifikansi dan inferensi induktif. Sementara mazhab Neyman-Pearson menggunakan nilai alpha untuk menunjukkan perilaku yang terpilih di antara hipotesis null (H0) dan hipotesis alternatif (HA).

Mazhab yang dianut oleh Fisher berdasarkan cara berpikir induktif. Fisher menggunakan nilai p untuk menentukan signifikansi. Nilai p ini menunjukkan probabilitas hasil pengamatan (x) tidak memiliki efek atau hubungan dengan hipotesis null (H0), dinotasikan dengan P (x | H0). Nilai p menunjukkan besarnya probabilitas kebenaran hipotesis null (H0) saja tanpa ada hipotesis alternatif (HA). Jika H0 terbukti signifikan, maka bisa disimpulkan (inferensial) bahwa H0 diterima.

Mazhab Neyman-Pearson menggunakan uji hipotesis untuk mencari titik signifikansi antara dua hipotesis. Menurut mazhab ini, titik signifikansi tersebut tercapai saat model penelitian bebas dari kesalahan, atau setidaknya error/kesalahan dalam pengamatan bisa diminimalisasi. Signifikansi tersebut ditentukan oleh besarnya dua macam error, yaitu salah menolak H0, atau kerap disebut Type I Error (α), dan salah menerima HA, atau disebut Type Error II (β).

Dengan demikian, penggunaan p-value dan Type I error tidak dapat dicampuradukkan. Walaupun keduanya sama-sama mengamati ekor distribusi (tail distribution), tetapi P-value menunjukkan di area distribusi mana hasil penelitian terletak dan hanya bisa diketahui setelah uji statistik, sementara Type I Error menunjukkan apakah hasil penelitian akan jatuh di area distribusi yang diterima atau ditolak; dan nilainya ditentukan oleh peneliti sebelum uji statistik. Kombinasi keduanya untuk menguji signifikansi statistik tentu adalah sebuah metode penilaian yang bias.

Pendapat ini juga diamini oleh Wikipedia. Dalam lema mengenai P-value, wikipedia mengingatkan bahwa:

“…, P-value bukanlah probabilitas hipotesis null akan diterima, P-value juga tidak sama dengan tingkat kesalahan Tipe I, α.”   (http://en.wikipedia.org/wiki/P-value)

Demikian pula di lema mengenai signifikansi statistik, wikipedia menyebutkan hal yang serupa:

“Perlu ditekankan bahwa nilai-p Fisherian secara filosofis berbeda dari Tipe I kesalahan Neyman-Pearson . Kebingungan ini sayangnya masih disebarkan oleh banyak buku-buku statistik.”(http://en.wikipedia.org/wiki/Statistical_significance)

 

Sejak Kapan Kriteria p < α Mulai Muncul?

Ronald Fisher sendiri telah mengeluhkan bahwa uji signifikansi telah “terasimilasi” ke dalam kerangka pengujian hipotesis Neyman-Pearson. Melalui tulisannya berjudul “Statistical methods and scientific induction” yang diterbitkan tahun 1955 di Journal of the Royal Statistical Society, B, Volume 17: hal. 69–78, Fisher menolak asimilasi penggunaan p-value dan Type I Error tersebut.

Dalam berbagai sumber statistik untuk pentlitian bisnis dan ilmu-ilmu sosial, diajarkan bahwa penelitian dilakukan kurang lebih sebagai berikut:

  1. Peneliti menentukan hipotesis null (H0) dan hipotesis alternatif (HA).
  2. Peneliti menentukan tingkat signifikansi dengan menentukan nilai α (kesalahan Tipe I).
  3. Peneliti menghitung kekuatan tes (misalnya dengan nilai z). Sampai di sini, langkah-langkah riset telah sesuai dengan aliran Neyman-Pearson.
  4. Setelah itu, uji statistik dihitung, dan nilai p ditentukan.
  5. Signifikansi statistik riset ini kemudian ditentukan dengan menggunakan kriteria p <α. Jika p <α, hasilnya dianggap signifikan secara statistik, sedangkan jika p> α, maka hasil riset tidak signifikan.

Hasil akhir dari metode asimilasi Fisher dan Neyman-Pearson adalah bahwa, meskipun entitas yang sama sekali berbeda dengan interpretasi yang sama sekali berbeda pula, nilai p adalah dalam pikiran peneliti sekarang dipandang memiliki keterkaitaitan dengan tingkat kesalahan Tipe I, α. Dan karena keduanya sama-sama konsep probabilitas ekor wilayah distribusi, nilai p keliru ditafsirkan sebagai pengamatan berbasis frekuensi sebagaimana tingkat kesalahan tipe I, dan juga disalahgunakan sebagai bukti pengukuran terhadap H0 (yaitu, p <α) .

Penutup

Waktu membuka buku Metode Riset Bisnis edisi International (2008) yang disusun oleh Cooper dan Schindler, saya masih menemukan kriteria p<α digunakan di Bab Hypothesis Testing. Untungnya, tesis saya tidak menggunakan kriteria p <α ini.

Apakah mungkin skripsi-skripsi, tesis-tesis dan jurnal-jurnal masih salah kaprah pula memahami hal ini? Bagaimana dengan penelitian Anda? Ditunggu masukan dan pengalaman Anda di kotak komentar.

Gambar dari laman web Sekolah Pascasarjana UGM

10 Website .go.id Tersibuk

Sepak terjang instansi pemerintah di kancah per-internet-an mungkin masih jauh tertinggal dibanding sektor swasta. Meskipun demikian, keberadaan website tersebut amat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari besarnya trafik kunjungan ke website-website pemerintahan.

Umumnya, kepopuleran website instansi pemerintah disebabkan oleh konten informasi yang ditampilkan serta penyediaan layanan online (e-procurement, aplikasi lowongan, e-SPT, kamus online, dll).

Top 10 .go.id yang Paling Banyak Dikunjungi

Berikut ini adalah hasil riset saya mengenai 10 website instansi pemerintah tersibuk. Metodologi riset adalah dengan membandingkan trafik antar website. Data trafik didapat dari alexa.com. Data berdasarkan posisi pada saat riset dilaksanakan (tanggal 9 November 2011).

Domain yang ditandingkan adalah domain utama. Sub-domain dianggap sebagai bagian dari domain utama. Penilaian untuk website depkeu.go.id sudah termasuk sub-domain: anggaran,depkeu.go.id, fiskal.depkeu.go.id, djpk.depkeu.go.id, dst. Untuk pajak.go.id diperlakukan terpisah dari depkeu.go.id karena memiliki domain utama yang berbeda.

Dan, ke-10 website go.id tersibuk adalah..

1. Website Kementerian Pendidikan Nasional (http://kemdiknas.go.id)

Website Kemendiknas

Website ini adalah website pemerintahan tersibuk, yang berada di ranking 260 untuk website Indonesia, dan 26 ribu untuk ranking seluruh dunia. Menurut catatan Internet Archive, website ini lahir pada 4 Mei 2010 atau baru berusia 1 tahun. Sebelumnya, website ini memiliki nama domain depdiknas.go.id.

Alexa Statistics Summary utk kemendiknas

Dari mana trafik tersebut berasal? Website menyediakan berbagai layanan di websitenya, seperti misalnya menyediakan link untuk mengunduh BSE (Buku Sekolah Elektronik), informasi beasiswa, informasi akreditasi perguruan tinggi, dll. Trafik terbesar datang dari pengunjung aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia online. Selain itu, karena banyak direferensikan oleh web lain (sekitar 2747 link), website kemendiknas diganjar skor Google Page Rank 6. Nilai tersebut menunjukkan bahwa website kemendiknas memiliki kredibiltas yang cukup tinggi. Hal ini dimungkinkan karena web kemendiknas banyak mendapat backlink dari website-website perguruan tinggi (.ac.id).

 

2. Website Dirjen Dikti (dikti.go.id)

Ditjen Dikti

Website ini sebenarnya adalah bagian dari kemendiknas juga, namun karena memiliki domain terpisah maka diperlakukan terpisah pula. Website dikti menempati ranking 381 untuk Indonesia, dan 31 ribu untuk dunia. Menurut catatan Internet Archive, website ini lahir pada tanggal 18 Mei 2004 sehingga saat ini telah berumur 7 tahun. Kredibilitas website ini cukup tinggi yakni memiliki Google Page Rank dengan nilai 6.

Statistics Summary for dikti.go.id

Website Dikti menyediaan akses jurnal akademis, informasi beasiswa dikti, panduan perguruan tinggi, download gratis majalah Kampus, direktori perguruan tinggi, dll. Ada pula berita prestasi-prestasi mahasiswa dan dosen Indonesia di kancah internasional seperti kontes robot.

 

3. Website Bank Indonesia (bi.go.id)

Bank Indonesia

Dugaan saya, website Bank Indonesia ini salah setting DNS, karena tidak bisa dibuka dengan alamat bi.go.id saja, namun harus menyertakan www di depannya. Meskipun demikian web ini menempati urutan ketiga dari daftar 10 website .go.id tersibuk. Website ini menempati ranking 503 untuk Indonesia dan 53 ribu untuk dunia. Website ini sudah berumur 13 tahun, mulai mengudara sejak 26 Januari 1998.

Stat Summary for bi.go.id

Di web ini, Anda bisa mendapatkan informasi kurs, inflasi dan berbagai publikasi mengenai ekonomi dan moneter Indonesia. Website BI juga menyediakan laporan-laporan keuangan bank-bank di Indonesia.

 

4. Website Kementerian Pertanian (deptan.go.id)

Deptan

Website Kementerian Pertanian berada di ranking 748 Indonesia dan 52 ribu dunia. Website ini sudah berumur cukup tua, menyaingi website BI, yaitu berumur 13 tahun (mulai online 5 Desember 1998). Tanpa awalan kem atau dep, membuat nama domain deptan lebih ‘abadi’, tidak seperti website kemendiknas yang sempat berganti nama.

Stat Summary

 

 

5. Website Kementerian Keuangan (depkeu.go.id)

Kemenkeu

Menempel sedikit di bawah Kementan adalah website Kementerian Keuangan dengan berada di 752 ranking Indonesia dan 46 ribu untuk dunia. Website ini lahir pada 25 Januari 1999, atau telah berusia 12 tahun. Website ini termasuk yang enggan berubah menjadi berawalan kem. Sama seperti website BI, website depkeu tidak dapat diakses tanpa menyertakan www.

Stat Summary

Website Kemenkeu menyediakan link peraturan-peraturan Menteri Keuangan terbaru, mengakses majalah dan perpustakaan digital, serta publikasi-publikasi ilmiah hasil riset para peneliti Kemenkeu. Website Kemenkeu dilengkapi pula dengan aplikasi pengaduan (whistleblower system).

 

6. Website Kementerian Pekerjaan Umum (pu.go.id)

Pekerjaan Umum

Website Kementerian Pekerjaan Umum menempati ranking 1028 di antara website-website Indonesia dan 94 ribu dunia. Website ini berumur paling tua dari daftar website tersibuk ini, yakni mulai mengudara pada 10 Januari 1997.

Stat Summary

 

 

7. Website Propinsi DKI Jakarta (jakarta.go.id)

Pemprov Jakarta

Website DKI Jakarta adalah satu-satunya website pemda yang masuk ke daftar 10 besar ini. Website ini menempati urutan 1061 Indonesia dan 92 ribu dunia. Website ini mulai berfungsi pada tanggal 28 Januari 1999 (12 tahun).

Stat Summary

 

8. Website Badan Kepegawaian Nasional (bkn.go.id)

BKN

Website BKN menempati ranking 1575 Indonesia dan 147 ribu dunia. Website ini lahir pada 24 Januari 2001 (10 tahun).

Stats Summary

 

 

 

 

9. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (budpar.go.id)

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata

Website Budpar menempati posisi agak jauh di banding 8 website lainnya, yaitu 2794 Indonesia dan 238 dunia. Lahir pada 30 Juni 2002.

Stat Summary

 

10. Website Resmi Pemerintah Indonesia (indonesia.go.id)

Website resmi pemerintah Indonesia berada di posisi 10 dengan ranking 3,728 Indonesia dan 265 ribu dunia. Website ini menyediakan tautan untuk mengunduh peraturan perundangan-undangan. Lahir pada 20 Juli 2001. Kredibilitas website ini cukup tinggi yakni memiliki Google Page Rank dengan nilai 8.

Stat Summary

 

Penutup

Seiring dengan bertambahnya informasi, layanan dan aplikasi online yang disediakan oleh website-website pemerintahan, maka utilisasi website mereka pun makin tinggi. Peran internet dalam kehidupan bernegara kita akan semakin lekat. Mudah-mudahan infrastruktur jaringan internet di Indonesia bisa semakin baik sehingga mampu menopang pertumbuhan teknologi informasi, termasuk di dalamnya teknologi informasi kepemerintahan.

Ke-10 website instansi pemerintahan di atas, telah berhasil menyita perhatian masyarakat karena mampu memberikan solusi alternatif dalam menyajikan pelayanan oleh instansi tersebut. Hal itu patut diapresiasi. Ke-10 website tersebut dapat menjadi contoh bagi website-website pemerintahan lain yang banyak masih belum memberikan nilai tambah pelayanan bagi masyarakat.

Jika terdapat kesalahan dalam mengutip data atau interpretasi data, jangan segan-segan untuk menyampaikannya melalui komentar di bawah ini.

سنة : Dibaca Sanah, Sinah atau Sunnah?

Lika Liku Pembentukan Kata (Sharaf)

Belajar bahasa Arab memang menyenangkan. Selalu ada saja hal-hal unik yang bisa dipelajari. Ada kaidah-kaidah yang terus konsisten dipergunakan, dan ada pula pengecualian-pengecualian yang datang dan pergi sesuka hati 😀 (sesuka hati dan lidah orang Arab, maksudnya).

Materi tulisan ini saya dapatkan dari sesi pelajaran bahasa Arab yang diasuh Bapak M. Zaini (Bintal Islam, Setjen Kemenkeu). Mudah-mudahan kami dan beliau diberi kemudahan untuk selalu menuntut ilmu, dan diberkahi pula ilmu itu.

Belajar Arab Gundul

Dalam Alquran dan Hadits, terdapat 3 kata yang tulisannya sama namun berbeda cara membaca dan berbeda pula artinya. Untungnya, saat ini mushaf Alquran dan beberapa kitab hadits sudah tidak gundul lagi. Tulisan Arab gundul memang lazim digunakan agar penulis buku tidak direpotkan dengan menuliskan harakat. Bahkan pada fase awal penulisan Quran dan Hadits, tanda titik pada beberapa huruf pun tidak ada. Pada saat itu, hanya orang Arab yang tahu apakah س dalam suatu kata adalah sin  atau syin. Demikian pula dengan huruf ba, ta, tsa dan nun. Semua ditulis tanpa titik.

Dalam kondisi demikian, ada beberapa kata yang penulisannya sama, namun cara membaca berbeda. Demikian pula artinya akan menjadi berbeda sesuai cara membacanya. Cara membaca yang saya maksud adalah berkaitan dengan kaidah sharaf atau perubahan bentuk kata bahasa Arab.

Kata yang dibahas pada kesempatan kali ini adalah:

سنة

Apakah kata tersebut akan dibaca Sanah, Sinah atau Sunnah? Dalam bahasa Arab, ketiga kata tersebut adalah valid. Ketiganya memiliki arti yang berbeda pula. Repot juga kalau kita salah membacanya dan lebih repot lagi kalau salah mengartikan.

Jika Anda meng-copas kata tersebut ke google translate, hanya satu terjemahan saja yang bisa ditebak. Sedangkan dua arti lainnya tersembunyi. Repotnya jika kita masukkan satu kalimat penuh yang mengandung kata سنة ke Google Translate, ternyata ia tetap diartikan dalam satu arti saja.  Artinya, Google Translate masih kalah fasih dibanding pelajar bahasa Arab 😛

Baiklah, mari kita ikuti penjelasan dari ketiga cara membaca (sharaf) dan arti dari سنة sebagai berikut.

1. سَنَةٌ

Kata yang pertama adalah سَنَةٌ (sanah), dengan sin dibaca fathah, memiliki arti tahun atau paceklik. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemui di Quran surat Al-Hajj ayat 47 dan Al-Ankabut ayat 14. Mari kita baca ayat tersebut:

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ يَوْماً عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Artinya: “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan melanggar janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Al-Hajj, ayat 47).

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحاً إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَاماً فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ *

Arti: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya,maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (Al-Ankabut, ayat 14).

Kata سَنَةٍ ini berasal dari fi’il  سَنَوَ, dengan mashdar سنوات.

Kata sanah yang berarti paceklik dapat ditemui pada hadits mengenai larangan makan dua-dua (disambung). Hadits tersebut artinya, dari Jabalah bin Sahim, bahwa dia berkata, “Kami pernah mengalami masa paceklik makanan bersama Ibnu Az-Zubair, lalu kami mendapatkan kurma, ketika kami sedang makan, Abdullah bin Umar melewati kami, lalu dia berkata ‘Janganlah kalian menyatukan (mengambil dua biji kurma sekali ambil dan memakannya sekaligus) karena Nabi SAW melarang hal seperti itu, kecuali jika seseorang itu meminta ijin kepada saudaranya’”

Kata sanah juga memiliki hubungan dengan kata sinnun (سِنٌّ) yang berarti gigi. Hal ini karena orang Arab biasa memeriksa umur melalui gigi (misalnya ketika memeriksa usia kambing).

2. سِنَةٌ

Kata yang kedua adalah سِنَةٌ (sinah), dengan sin dibaca kasrah. Artinya adalah mengantuk. Contoh yang populer dapat ditemui di ayat kursi.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

Arti: “(Dialah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagu terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.” (Al-Baqarah, ayat 255).

Kata ini berasal dari fi’il وَسَنَ , dengan bentuk mashdar سِنَةّ. Sharafnya mengikuti wazan فَعَلَ – يَفْعِلُ hanya saja karena ia termasuk fiil mu’tal mitsaal (diawali dengan huruf ilat و ) maka bentuk mashdarnya dengan membuang huruf ilat dan menambah ta’ marbuthoh di belakang fiil. Contoh kata lain yang mengikuti wazan ini adalah وَصَلَ – يَصِلً – صِلَةً (sampai, menyambung).

3. سُنَّةُ

Kata yang ketiga adalah سُنَّةُ (sunnah), dengan sin dibaca dhommah dan nun di-tasydid. Artinya adalah kebiasaan. Dapat ditemui di banyak ayat dan hadits. Contohnya pada Al Hijr ayat 17 berikut ini.

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ

Arti: “Mereka tidak beriman kepadanya (Alquran) dan sesungguhnya telah berlalu sunatullah terhadap orang-orang terdahulu.” (Al Hijr ayat 14).

Contoh lain adalah hadits berikut ini.

مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُوِْرِهمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.

Artinya: “Barangsiapa mencontohkan suatu perbuatan baik di dalam islam, maka ia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelahnya dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa mencontohkan suatu perbuatan buruk di dalam islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.”

Kata ini berasal dari fi’il سَنَّ , dengan bentuk mashdar سُنَّةً .

Penutup

Hmm.. mabok juga nih mengikuti penjelasan pak ustadz Zaini tentang sharaf. Belum lagi kosa kata Arab yang saya pahami masih sangat sedikit. Tulisan ini memang saya buat dalam rangka memahami apa yang disampaikan pak Zaini pada saya. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi.

Mohon maaf hanya bisa sharing sedikit mengenai bahasa Arab, karena memang yang saya miliki baru sedikit. Kalo kata pak Ustadz Abdul Hakim: اقل من قليل (lebih sedikit dari yang sedikit). Harapannya supaya Anda yang ilmunya lebih banyak bisa tersulut semangatnya untuk berbagi. Dan bagi Anda yang baru mulai belajar bisa bertambah wawasannya.

Ilustrasi nyomot dari Tribunnews Makassar.

Menikmati Siaran Live Ibadah Haji 2011

Update: Siaran haji live 2011 sudah dihentikan. Mudah-mudahan siaran live Ramadhan dan Haji tahun depan bisa kita nikmati. Namun, Anda tetap masih bisa menikmati siaran Live Streaming dari Makkah.

Content Youtube yang satu ini patut diacungi jempol. Di antara tumpukan link-link video yang amat beragam, terdapat satu channel yang menyiarkan siaran live pelaksanaan ibadah haji tahun 2011 ini. Kita dapat mengikuti pelaksanaan ibadah haji secara live melalui sebuah channel Youtube. Pada saat saya membuat postingan ini, channel tersebut sedang menayangkan khutbah Jumat.

Channel tersebut adalah milik Kementerian Budaya dan Informasi Kerajaan Saudi. Ternyata (maklum, saya baru tahu), sudah sejak awal tahun 2011, Youtube bekerja sama dengan Kementerian tersebut untuk menayangkan ritual-ritual ibadah melalui video streaming Youtube. Sebelum penayangan haji ini, ibadah Ramadhan 1432 H lalu juga sudah ditayangkan.

Kita tidak perlu lagi berlangganan siaran TV berbayar atau menanti siaran TV lokal menayangkan even haji ini. Bagus ditonton bagi Anda yang ingin menambah wawasan, atau sedang menyiapkan perjalanan haji/umroh pada kesempatan berikutnya, atau untuk meningkatkan keimanan dengan penampakan visual.

Google, sebagai pemilik Youtube, menampilkan rilis berita seputar channel ini melalui dua blog resmi: Googleblog dan Blog Youtube Global.

Silahkan menikmati. Jangan lupa, puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah dilaksanakan esok hari di Indonesia, Sabtu 5 November 2011.

The Controversy of Rifdha

The controversy of Rifdha’s future arose especially among people in modern society. A documentary movie called Koran by Heart is revealing Rifdha live as a 10 years old girl who join a Quran memorizing competition. Despite of her achievement in school, especially in math and science, her father wanted her to be a housewife.

A Little Surprise at Premiere Night

In the premiere night of Koran by Heart launching, there was a surprise to the audience. Hoda Osman reported that Rifdha and her whole family were also there watching the movie. They flew from Maldives to New York to join the crowd at the Tribeca Film Festival 2011. It was their first time also to watch the full length final production of the movie.

Koran by Heart at the Tribeca Film Festival 2011, New York

Rifdha is one of the figure in the movie. She was one of the enchanting figure in the movie. Her story agitated most of the audience. Despite of her achievement in school, Rifdha’s father wanted her to be a housewife. Rifdha herself told her mom that she wanted to be an explorer.

At the end of the play, Rifdha and her parents were welcomed by Greg Barker, the director of the movie, to stand on the stage. The audience were giving them a standing ovation.

It was not quite unexpected that they would be asked about the choice Rifdha’s father made to her. Greg mediated the discussion with an adequate argument: You can’t expect people to live your life.

Why Prejudice Housewife?

Being a housewife is simply perceived as masculine culture by major modern society. It is also considered a gender biased choice.

As a moslem, who believed live after death, I would refer to a key of heaven path for a woman: “Your house is your battlefield” said the Prophet. Therefore, a women does able to change the world to a better place from where she stood everyday: to be a housewife. There are lot of references you can find talking about the importance of housewife role in family-, society-, nation- and world wide-perspective.

Why does most modern society prejudice housewife? Is being a housewife a bad profession in the western society?

Poster film Koran by Heart

The Proposed Idea

Well, I have a nice idea to solve what kind of future Rifdha will have. I think she can have those two expectations together. Both pros and cons sides will be settled in a peaceful and satisfying way. I recommend to open a thinking about Rifdha as a wife of a scientist. Therefore, she can be a good housewife to his husband while exploring ocean at the same time.

If you think it is a ridiculous idea, then I won’t be resentful. The idea truly come from my deepest heart for the best of what Rifdha can have in her life. It is driven by a hadeeth, “You won’t become a perfect believing until you love what other moslems have, as you love it to yourself.”

Hopes and Considerations

Rifdha is one of the modern moslem miracles. I want her to be a best moslem she can be. I love her as she love Quran and its teaching. It is a practice of a principle called wala’ (loyalty). A moslem should love other moslems in the level they being obedience of islamic values.

I hope Rifdha will have her best future as a Quran memorizer (hafizhah).

PS: Indonesian version shall written soon insha Allah 😀