Fleksibilitas Sintaks Command SMS

SMS
gambar dari funnycraigslistads.com

Hari gini, layanan mobile begitu banyaknya. Mulai dari perbankan, tagihan macem-macem, sampai nilai rapor, kelulusan ujian, nomor polisi, dst. Semua informasi ini bisa diakses dari ponsel. Layanan premium yang tidak bermanfaat juga bertebaran (walaupun sudah disemprit BRTI).

Masalahnya, saya menggunakan beberapa layanan tersebut. Tapi, saya merasakan kurangnya fleksibilitas sintaks command pada sms sehingga terasa kurang nyaman digunakan. Sintaks atau susunan perintah bisa dikatakan sangat rigid dan tidak memiliki fleksibilitas. Bahkan ketika mengaktivasi SIM card baru pun kita sudah berinteraksi dengan sintaks command SMS. Perhatikan saja format registrasi SIM Card via 4444 berikut ini:

Nama#No.Identitas (No.KTP/No.SIM)#Jenis identitas (KTP/SIM)#Alamat+kota#Tempat lahir#Tanggal lahir#Pekerjaan.

Bah! Saya harus bolak-balik membandingkan isian SMS saya dengan format yang ditentukan. What a pain! Berapa banyak waktu dan tenaga yang terbuang hanya agar memastikan isian saya akurat.

Bandingkan dengan syntax command line pada DOS atau GNU/Linux atau bahkan UNIX. Mereka menyertakan option, misalnya dengan -o output_file. Dengan fleksibilitas ini yang kita hafalkan adalah logika jalannya command tersebut, bukannya susunan.

Duh.. saya mengangankan ada content provider yang responsif terhadap hal ini.

Sedikit berteori (konspirasi pula), muncul pertanyaan: apakah dari ruang kesalahan ini justru content provider menangguk untung? Kalo memang demikian, hmm.. nggak bener ini.. Bagi content provider yang mengutamakan kepuasan pelanggan, memiliki moral corporate yang baik, saya yakin tidak akan menempuh jalan ini. Justru content provider yang memperbaiki ketidaknyamanan ini akan mendapatkan positioning yang baik dalam pencitraan persepsi kepada pelanggan.

Frustrating Mummy Texting

gambar dari estergoldberg.com

 

Contoh kasus, jika ingin mentransfer pulsa ESIA, sintaks yang digunakan adalah sbb:

TRANSFER 10000 0219998877

Setelah kata TRANSFER, diikuti besaran pulsa yang akan ditransfer baru kemudian nomor tujuan. Dalam logika dan persepsi saya, jika kita ingin mentransfer pulsa maka kita memberitahukan nomor tujuan dahulu baru besaran pulsa yang akan ditransfer (alur yang biasa digunakan di kios-kios pulsa). Akibatnya, saya sering keliru dengan sintaks berikut ini:

TRANSFER 0219998877 10000

 

Padahal jika menggunakan options seperti pada command line DOS atau Linux, kurang lebih seperti ini:

TRANSFER -N 0219998877  -P 10000

Perintah tersebut tidak ada bedanya dengan sintaks berikut ini:

TRANSFER -P 10000 -N 0219998877

Lebih simpel kan? Bagaimana menurut Anda?

  • Pengalaman sewaktu registrasi kartu simpati telkomsel, sms gratis dengan interface “interaktif”. Pertama suruh ngisi nama, lalu send. Datang sms dari operator suruh ngisi alamat, lalu send. Dst… hingga registrasi selesai. Rasanya ga terlalu ribet bila dibanding satu sms dengan format spt di contoh mas beta 🙂
    Kalau transfer pulsa memang belum pernah coba.

    • saya bagikan seajuh yang saya tahu @pak belalang: terima kasih sudah berbagi pak@blog malas: sama-sama belajar mas @Blogger Pemula: terima kasih sudah berbagi mas@ratnadewi: ada di artikel @Sudarmanto: secara teknis sih bisa. Namun tergantung CB boleh atau gaknya.Terima kasihMarch 4, 2010 at 2:03 pm