Beda Antara Opini Adverse dan Disclaimer

Banyak mahasiswa akuntansi yang kesulitan membedakan antara opini Tidak Wajar (Adverse) dengan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer). Keduanya memang sama-sama opini terburuk yang bisa didapatkan oleh laporan keuangan. Hanya saja, konsekuensi dan kondisi yang dicerminkan oleh kedua opini tersebut adalah berbeda.

What is the difference?

MAKNA ADVERSE OPINION

Opini Tidak Wajar (Adverse) diberikan kepada laporan keuangan karena terdapat kesalahan yang material dalam laporan keuangan. Jika kesalahan yang material tersebut dapat memberikan informasi yang salah (misleading) kepada para penggunanya, maka opini Adverse akan diberikan pada laporan keuangan. Pengguna laporan dapat disesatkan oleh laporan keuangan yang salah saji. Keputusan yang diambil dari laporan seperti ini dapat merugikan bagi pengambil keputusan, baik itu calon investor, calon kreditor, pemerintah, ataupun pengguna laporan lainnya.

Organisasi yang mendapat opini Adverse/Tidak Wajar, bisa saja memiliki sistem pengendalian internal yang kuat. Justru karena SPI yang dimilikinya kuat, auditor bisa meyakini bahwa penyajian laporan keuangan telah salah. Misalnya, nilai Aset Tetap disajikan 5 miliar, padahal setelah di-cross check dengan sistem pengendalian yang ada, nilai sebenarnya adalah 4 miliar.

Kesalahan material tidak timbul dari kesalahan yang bersifat kecil, seperti salah jurnal atau salah hitung. Kesalahan semacam ini, hanya mungkin timbul akibat kegagalan besar dalam penerapan SPI perusahaan. Penerapan prinsip akuntansi secara tidak konsisten misalnya, adalah salah satu penyebab kesalahan material ini.

MAKNA DISCLAIMER OPINION

Opini Disclaimer diberikan kepada laporan keuangan yang kewajarannya tidak dapat diyakini oleh auditor. Laporan keuangan dengan opini disclaimer berarti laporan keuangan tersebut tidak diyakini kewajaran penyajiannya oleh auditor. Karena sesuatu hal, auditor bisa saja tidak dapat meyakini kewajaran laporan keuangan, misalnya: (1) Auditor tidak dapat melakukan pemeriksaan, bisa jadi karena (1a) auditor tidak independen terhadap auditee, (1b) auditor memiliki konflik kepentingan terhadap auditee atau (1c) auditor dibatasi gerak-geriknya dalam melakukan pemeriksaan, (2) Auditor tidak memiliki pembanding untuk nilai yang disajikan dalam laporan keuangan, hal ini bisa terjadi karena (2a) SPI sangat lemah sehingga nilai yang dihasilkan dari sistem dan prosedur akuntansi perusahaan tersebut diragukan kebenarannya, (2b) , dan yang terakhir (3) terdapat ketidakpastian yang sedang dihadapi oleh auditee, misalnya kelangsungan usahanya sedang terancam (umumnya karena sedang menghadapi tuntutan hukum). Jika auditor dihalang-halangi untuk mendapatkan informasi mengenai kasus hukum tersebut, maka auditor dapat menjadi tidak yakin terhadap kelangsungan hidup perusahaan auditee. Umumnya opini disclaimer didapat dari kondisi kedua (SPI lemah).

Dengan kata lain, jika SPI pada perusahaan tersebut lemah atau bahkan tidak ada sehingga auditor tidak dapat mengonfirmasi kewajaran laporan keuangan, maka auditor tidak dapat meyakini kewajaran laporan keuangan. Titik ini yang membedakan opini Disclaimer dengan Adverse. Pada opini Adverse, auditor yakin bahwa laporan keuangan telah disajikan secara salah, sementara pada opini Disclaimer, auditor tidak memiliki keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Misalnya: dalam laporan keuangan PT XYZ, nilai Aset Tetap disajikan sebesar 5 miliar. Auditor tidak dapat mengonfirmasi dari mana nilai ini berasal. Dengan demikian sang auditor tidak dapat meyakini bahwa nilai tersebut adalah penyajian informasi yang benar.

MEMAHAMI CARA KERJA AUDITOR

Titik perbedaan pemberian opini Adverse atau Disclaimer oleh auditor, dapat juga dijelaskan dengan memahami cara kerja auditor. Secara garis besar, tahap-tahap audit yang dijalankan oleh auditor adalah: perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pemeriksaan. Sejak dari tahap perencanaan, potensi untuk mendapat opini Adverse maupun Disclaimer sudah dimulai. Ketika auditor memahami proses dan lingkungan bisnis auditee serta menaksir keefektifan pengendalian intern, auditor sedang mencari cara bagaimana ia dapat mencapai keyakinan yang memadai atas laporan keuangan. Kegagalan auditor untuk mendapatkan keyakinan ini, akan diganjar dengan opini disclaimer. Keyakinan auditor atas adanya kesalahan material dalam laporan keuangan, akan diganjar dengan opini adverse.

Ingat, tugas auditor adalah mencari keyakinan yang memadai (adequate assurance) dari laporan keuangan. Keyakinan yang memadai tersebut disematkan untuk empat hal: pengakuan, pengukuran, penilaian, dan penyajian. Secara kasat mata, nilai yang disajikan dalam laporan keuangan, nomenklatur/istilah yang digunakan untuk menyajikan nilai tersebut, serta klasifikasi/penempatan nilai tersebut dalam kategori yang tepat, adalah hal-hal yang menjadi perhatian auditor.

MENGHINDARI ADVERSE DAN DISCLAIMER

Bagi para praktisi manajemen, ada cara untuk menghindari opini adverse maupun disclaimer. Jika terlihat tanda-tanda auditor tidak mendapat keyakinan yang memadai terhadap laporan keuangan, segera sediakan cara lain untuk mengonfirmasi nilai yang disajikan dalam laporan keuangan. Mungkin saja auditor dapat diyakinkan akan kewajaran laporan keuangan, meskipun tidak berasal dari prosedur kerja yang utama.

Kata kuncinya: tawarkan prosedur alternatif yang dapat ditempuh oleh auditor agar dapat memiliki keyakinan yang memadai akan kewajaran laporan keuangan. Jika nilai Aset Tetap tidak dapat dikonfirmasi dengan dokumen sumber dan nilai buku, tawarkan untuk menggunakan prosedur alternatif seperti menggunakan persentase tertentu dari NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) atau mengundang appraisal.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat lebih menjelaskan lagi makna opini audit atas laporan keuangan. Semoga bermanfaat.

Mengenal Akuntansi Sektor Publik

Topik Akuntansi Sektor Publik akhir-akhir ini muncul sebagai sebuah topik yang semakin bertambah populer. Sepuluh atau lima belas tahun lalu, tidak banyak orang yang familiar dengan istilah Akuntansi Sektor Publik. Namun hari ini, topik tersebut menjadi salah satu topik favorit dalam ilmu akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi (SNA), sebagai sebuah acara bergengsi para akuntan, turut mendorong perkembangan kajian Akuntansi Sektor Publik dengan membuka bidang kajian Akuntansi Sektor Publik dalam setiap seleksi paper. Berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga beramai-ramai membuka kelas konsentrasi Akuntansi Sektor Publik pada Jurusan Akuntansi baik pada program S1, S2 maupun S3.

Public Sector Accounting by Rowan Jones

Sebenarnya apa yang disebut dengan Akuntansi Sektor Publik? Apa bedanya dengan akuntansi yang umum dipelajari di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi? Mengapa perlu muncul bidang kajian baru bernama Akuntansi Sektor Publik? Keputusan-keputusan apa yang dapat diambil dari Akuntansi Sektor Publik? Tulisan ini akan mengajak Anda mengenal lebih jauh mengenai Akuntansi Sektor Publik (selanjutnya disingkat ASP).

ASP dan Definisi Akuntansi

Dari sekian banyak definisi akuntansi yang dicetuskan oleh berbagai otoritas, baik otoritas akademik (akademisi, peneliti, dosen, guru) maupun otoritas non-akademik (praktisi, organisasi profesi, pengguna), definisi akuntansi dari AAA (American Accounting Association) mungkin adalah definisi yang paling popler dan banyak dijadikan referensi. Menurut AAA, akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi (sebuah organisasi), untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Definisi ini dapat menjelaskan dengan gamblang, cabang-cabang ilmu akuntansi sebagai mana penjelasan berikut.

Organisasi atau entitas yang melaporkan informasi ekonomi, dapat digolongkan menjadi dua jenis: organisasi sektor publik dan organisasi sektor privat. Dengan demikian, Akuntansi Sektor Publik adalah akuntansi yang melaporkan informasi ekonomi dari sebuah organisasi sektor publik. Penjelasan mengenai apa itu organisasi sektor publik dapat Anda baca pada sub judul tulisan ini selanjutnya. Sementara itu, akuntansi yang melaporkan informasi ekonomi dari suatu organisasi privat kerap disebut dengan istilah akuntansi bisnis.

Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Pengguna informasi akuntansi terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Akuntansi yang dipersiapkan bagi pengguna eksternal adalah akuntansi keuangan. Topik akuntansi yang berfokus pada pengguna eksternal disebut Akuntansi Keuangan, baik dasar (prinsip), menengah maupun lanjutan. Topik ini membahas mengenai prinsip-prinsip akuntansi dengan output akhir berupa Laporan Keuangan.

Sementara bagi pengguna internal, dikembangkanlah topik atau cabang akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen membantu manajemen (pengguna internal) dalam mengambil keputusan. Akuntansi manajemen berfokus pada penyediaan informasi yang relevan dan reliabel dalam proses pengambilan keputusan oleh pihak internal organisasi, yaitu manajemen. Informasi yang disajikan tidak perlu berupa Laporan Keuangan yang baku, bahkan dapat pula tidak berwujud data finansial. Akuntansi manajemen menyediakan dasar bagi manajemen untuk mengambil berbagai keputusan dalam kegiatan operasi organisasi, seperti penentuan harga (costing), penilaian kinerja, penentuan target dalam penganggaran, penentuan tipe pengendalian yang efisien, dll.

Dari penjelasan di atas, kita sudah dapat memahami berbagai topik akuntansi seperti: Akuntansi Keuangan Bisnis, Akuntansi Manajemen (Bisnis), Akuntansi Keuangan Sektor Publik, dan Akuntansi Manajemen Sektor Publik.

Karakteristik Sektor Publik sebagai Sebuah Kontinuum

Banyak peneliti yang menyederhanakan Organisasi Sektor Publik dalam satu karakteristik saja, yaitu tidak bermotif mencari profit. Cara pandang seperti ini akan berbenturan dengan kenyataan yang ada, seperti Rumah Sakit, Terminal, dll. Entitas-entitas tersebut adalah organisasi sektor publik dan mencari profit.

Perbedaan antara organisasi sektor publik dan sektor privat, sejatinya bukanlah bersifat dikotomis. Organisasi yang tidak publik pasti privat, atau sebaliknya. Tidak demikian. Sifat sektor publik pada sebuah entitas bersifat kontinuum, yakni seperti garis antara dua titik ekstrim. Titik ekstrim Sektor Privat adalah organisasi yang motivasinya hanyalah profit saja. Di sisi lain, titik ekstrim Sektor Publik adalah organisasi yang tidak bermotif mencari profit.

Namun di antara kedua titik tersebut, ada titik-titik lain yang amat banyak hingga membentuk garis yang menghubungkan kedua titik ekstrim. Garis ini melambangkan adanya organisasi yang tidak berada di titik ekstrim. Rumah sakit, misalnya. Ia adalah organisasi sektor publik yang memiliki motif profit. Silahkan dicek ke setiap Rumah Sakit di Indonesia, apakah mereka pernah merencanakan untuk tidak profit (defisit)? Sebaliknya, tanyakan ke yayasan-yayasan pendiri RS tersebut, apakah mereka yayasan sosial atau bukan? Tentu mereka akan menjawab sebagai yayasan sosial.

Perusahaan yang telah menjalankan CSR atau Community Development atau kegiatan lain yang bersangkutan dengan hajat publik, maka perusahaan tersebut bisa jadi sudah bergeser sedikit dari titik ekstrim sektor privat ke arah titik ekstrim sektor publik. Perusahaan yang demikian telah merelakan sebagian profitnya untuk memberikan value kepada publik. Dengan demikian, motif mencari profit semata pada perusahaan tersebut telah terganggu. Tentunya hal ini jika CSR diberlakukan sebagai suka rela (seperti di Amerika) bukan sebagai kewajiban perundang-undangan (seperti di Indonesia). Bahkan sangat dimungkinkan, karakteristik sebuah organisasi terus berubah-ubah sehingga posisinya dalam kontinuum publik-privat juga dinamis tergantung magnitude ke-publik-an dan ke-privat-annya.

Menurut Deddi Noordiawan, organisasi sektor publik tidak hanya memiliki satu karakteristik, melainkan empat, yaitu:

  1. Dijalankan tidak untuk mencari keuntungan finansial.
  2. Dimiliki secara kolektif oleh publik.
  3. Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham yang dapat diperjualbelikan.
  4. Keputusan-keputusan yang terkait kebijakan maupun operasi didasarkan pada konsensus.

Pada sebuah organisasi, keempat karakteristik tersebut dapat memiliki magnitude (kekuatan) yang berbeda-beda sebagaimana yang telah dipaparkan di atas.

Urgensi Akuntansi Sektor Publik

Setiap hari, kita selalu bersentuhan dengan organisasi publik. Jalan raya yang kita lalui tiap hari adalah salah satu produk dari organisasi publik, yaitu pemerintah. Ketika kita membayar pajak, retribusi, cukai, bea dan iuran kepemerintahan lainnya, maka kita sedang mendanai organisasi sektor publik.

Sejak lahir hingga wafat, seseorang yang hidup dalam suatu negara, selalu berinteraksi dengan sektor publik. Ketika kita lahir, kita akan dicatat dalam suatu sistem data kependudukan oleh Dinas Kependudukan pemerintah setempat. Ketika wafat, Dinas Pemakaman yang akan meregulasi pemakaman.

Bagi pihak internal organisasi, ASP berperan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kualitas keputusan yang diambil sangat tergantung pada analisis atas data. ASP dapat menyediakan data sebagai bahan analisis tersebut,

Sementara bagi pihak eksternal, ASP menyediakan informasi ekonomi melalui media Laporan Keuangan. Kualitas laporan keuangan sangat bergantung pada sistem dan prosedur akuntansi yang diterapkan pada organisasi tersebut.

Dalam sebuah negara yang terdesentralisasi, peran ASP menjadi makin penting karena entitas pelaporan yang semakin banyak. Pemda adalah penyelenggara pemerintahan terendah. Pemda menjalankan delegasi kewenangan dari pusat agar lebih responsif dalam mengatasi permasalahan khususnya yang terlokalisir. Pemda mengendalikan sumber daya publik. Untuk itu, pemda harus menjalankan prinsip akuntabilitas. ASP-lah yang menyediakan sarana akuntabilitas untuk kepentingan orang banyak (baca: publik), baik di tahap perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi (Plan-Do-Check).

Penutup

Demikian sedikit pengenalan tentang Akuntansi Sektor Publik, mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda. Jika masih belum puas dengan tulisan ini, silahkan gunakan kotak komentar untuk berinteraksi dengan saya. Jangan lupa, kunjungi kembali blog uliansyah.or.id untuk mendapatkan informasi bermanfaat lainnya.

SMS Notifikasi untuk Status Dinas

Ada gunanya juga saya bergaul dengan kawan-kawan underground semacam neoteker dan kecoak elektronik. Cara berpikir ala hacker yang mereka anut, sedikit-sedikit nyangkut juga di otak saya. Saya bukan programmer profesional. Aplikasi-aplikasi kecil yang saya buat belum bisa disebut ‘aplikasi’ seperti yang dimaksud oleh orang-orang. Namun, saya selalu mencari jalan agar teknologi dapat membantu hidup saya menjadi lebih mudah.

Salah satu hasilnya adalah skrip yang saya buat hari ini. Berawal dari kejelian kegundahan saya melihat aplikasi perjalanan dinas di kantor saya yang saya rasa nilai informasinya akan lebih tinggi jika dikirimkan via SMS. Di kantor saya, surat tugas untuk perjalanan dinas akan diterbitkan sebelum hari H keberangkatan. Karena informasi yang kurang mengalir di antara pegawai kantor saya, seringkali saya baru mengetahui sedang ditugaskan dinas ketika pada hari H. Padahal saya juga tidak bisa setiap saat men-cek aplikasi SPPD hanya untuk melihat apakah saya akan dinas. Akibatnya, saya jadi kurang persiapan untuk melaksanakan dinas luar kantor.

Sejak seminggu lalu saya bertekad ingin membuat agar info perjalanan dinas di aplikasi SPPD dapat saya grab dan saya kirim via SMS ke ponsel saya. Tentu saja secara otomatis. Harapannya agar saya tidak perlu khawatir lagi kurang persiapan dalam menjalankan dinas luar.

Untuk mengambil data dari aplikasi SPPD berbasis web, saya menggunakan perl dengan library LWP dan HTML::TreeBuilder. Library LWP saya gunakan untuk mengakses platform web, jadi saya tidak perlu berpusing-pusing dengan pemrograman socket. Sementara library HTML::TreeBuilder saya gunakan untuk membaca tabel HTML yang terdapat pada halaman web SPPD.

Aplikasi SPPD

Untuk mempermudah penulisan skrip yang puaanjang bener, saya memilah-milah tahap penulisan menjadi (semacam) modul-modul kecil yang dapat bekerja sendiri-sendiri. Dalam proses penyelesaian skrip ini, saya membuat beberapa skrip pengujian, yaitu:

  1. Skrip untuk mengakses/membaca halaman web aplikasi SPPD.
  2. Skrip untuk memanipulasi teks dari halaman web menjadi sebaris pesan SMS.
  3. Skrip untuk mengirim SMS berisi pesan yang sudah disiapkan di skrip kedua.

Skrip Mini

SMS saya kirimkan melalui penyedia SMS gratis di web seperti http://www.sms-online.web.id/ dan http://smsgratis.web.id. Saya buat wrapper dengan perl. Sayangnya, penyedia SMS gratisan seperti ini masih kurang reliabel, kadang SMS terkirim dan kadang gagal. Tanpa ada report apa pun. Yah, namanya juga gratis, gak boleh protes. Jika memang perlu, nanti saya akan menggunakan ponsel yang dicolok ke PC sebagai basis pengiriman SMS. Sementara ini cukuplah menggunakan SMS gratisan.

Nah, setelah skrip-skrip mini itu teruji, baru saya rangkai menjadi sebuah skrip panjang yang menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai keinginan. Info yang dikirim via sms adalah tujuan dinas, tanggal dinas dan unit yang mengusulkan.

Skrip SMS Notifikasi DL

Hasilnya? SMS berisi info perjalanan dinas terbaru berhasil masuk ke ponsel. Alhamdulillah. Setelah berhasil, beberapa kawan juga tertarik turut merasakan aplikasi ini. Mudah-mudahan dengan aplikasi ini, saya bisa mengetahui jika dalam beberapa hari ke depan saya akan ditugaskan.

Ada yang mau ikutan?