Perbedaan Angka Maintenance SKP dan Angka Kredit Widyaiswara

Meskipun Permenpan 22 Tahun 2014 tentang Jabatan Widyaiswara dan Angka Kreditnya memberikan harapan baru bagi para Widyaiswara dalam hal penilaian angka kredit, namun masih terselip satu hal yang perlu diperbaiki. Mulai Permenpan ini, diperkenalkan konsep Sasaran Kerja Pegawai (SKP) sebagai dasar kontrak kinerja Widyaiswara. SKP sendiri adalah konsep penilaian kinerja pegawai yang diundangkan dalam PP No. 46 Tahun 2011, menggantikan konsep penilaian kinerja dengan DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) yang diatur dalam PP No. 11 Tahun 1979.

Widyaiswara

Kerancuan dimulai ketika SKP Widyaiswara menggunakan konsep angka maintenance yang didasarkan pada penilaian angka kredit jabatan. Angka maintenance ini berjumlah 12,5 untuk WI Pertama, 25 untuk WI Muda, 37,5 untuk WI Madya dan 50 untuk WI Utama. Angka tersebut berasal dari target angka kredit untuk kenaikan ke jabatan WI berikutnya, dibagi dengan 4 tahun. Misalnya: untuk naik dari WI Pertama ke Muda membutuhkan 50 poin, jika dibagi 4 tahun maka setahun harus mencapai 12,5.

Namun, dalam penetapan SKP ternyata ada beberapa perbedaan dengan penilaian angka kredit, yaitu:

  1. Penetapan SKP hanya memperhitungkan angka kredit yang berasal dari Unsur Utama subunsur B, C dan D saja. Unsur Utama A dan Unsur Penunjang tidak dimasukkan ke dalam SKP (Lihat Pasal 16 ayat 1 Permenpan 22 Tahun 2014).
  2. Pencapaian SKP masih harus memperhitungkan bobot Kualitas, Kuantitas dan Waktu. Jika pada angka kredit, sebuah kegiatan mendapat nilai 2 poin, maka untuk diakui sebagai SKP, masih harus dibobot dengan 3 variabel tersebut sehingga poin SKP yang didapat tidak 2 poin penuh, tetapi besar kemungkinan di bawahnya.

Dengan demikian, terdapat ketidaksinkronan antara SKP dengan Angka Kredit kenaikan jabatan Widyaiswara. Konsep angka maintenance juga menjadi mislead, karena basis perhitungan yang tidak setara. Harapan kami adalah hal ini menjadi perhatian dalam revisi peraturan tentang Widyaiswara berikutnya. Ada dua jalan perbaikan yang ditawarkan: (1) Angka maintenance dalam SKP diturunkan (tentunya setelah membuat simulasi perhitungan), atau (2) perbedaan basis perhitungan SKP ditiadakan.

Mudah-mudahan bermanfaat, maju terus PNS, maju terus Widyaiswara.