Mengkondisikan Anak Menjadi Tertib, baik di masjid maupun tempat lainnya

Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi sebuah pondok pesantren. Ada hal menarik yang saya amati ketika turut sholat berjamaah di masjid pondok. Ribuan santri berusia awal belasan itu bisa teratur memasuki ruangan masjid berangsur-angsur. Tidak ada keributan berarti. Mereka umumnya langsung mengisi shaf terdepan yang masih bisa diisi, sholat sunnah tahiyatul masjid, lalu duduk tilawah quran atau menghafal, baik quran, hadits maupun matan kitab.

Hal ini berbeda 180 derajat dengan sholat berjamaah di masjid kompleks saya. Masjid yang jamaahnya hanya puluhan tersebut, akan langsung diramaikan oleh tingkah polah anak-anak ketika tiba waktu sholat.

Tentu fenomena di masjid komplek saya juga tidak bisa serta-merta disalahkan. Saya termasuk yang memaklumi kelakuan anak-anak tersebut. Walaupun ada juga yang bersikap keras menghadapi anak-anak yang berisik. Yang ingin saya amati adalah, bagaimana pesantren membangun sikap tertib di dalam masjid.

Dari pengalaman saya dulu bersekolah asrama, ada hal yang mirip yang saya temui. Di sekolah saya dulu, ada istilah kegiatan rutin terjadwal, kegiatan terprogram, kegiatan terproyek dan kegiatan kreatif mandiri. (Mm.. serius, kalau mau tahu sekolah saya, bisa gooling saja istilah yang saya sebut itu).

Mata kegiatan rutin terjadwal adalah kegiatan sehari-hari dari bangun pagi sampai istirahat malam yang dijadwalkan secara jelas dan wajib dilaksanakan. Mata kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kemandirian, disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, setia kawan, dan melatih kepemimpinan dengan adanya penggiliran kepemimpinan dalam kelompok. Mata kegiatan ini memanfaatkan kehidupan asrama sebagai wahana pembentukan watak dan kepribadian siswa. Sistem kehidupan berasrama diselenggarakan dengan sistem among yang saling asah, asuh, dan asih dengan format hubungan abang/kakak-adik, menghindari hubungan senior-yunior. Yang dibidik dalam kegiatan ini adalah kebersamaan.

Mata kegiatan terprogram adalah kegiatan-kegiatan yang diprogramkan secara periodik setiap minggunya. Kegiatan ini biasanya dikenal dengan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan terprogram terdiri atas kegiatan wajib dan pilihan. Kegiatan wajib berupa latihan pidato dan diskusi, bela diri, praktikum IPA dan komputer. Kegiatan pilihan meliputi cabang-cabang seni, olah raga, karya ilmiah, kepramukaan, dan lain-lainnya disesuaikan dengan minat siswa.

Mata kegiatan terproyek merupakan mata kegiatan yang dilakukan pada momen-momen penting tertentu seperti peringatan hari besar nasional dan hari besar agama, karyawisata, kegiatan latihan lapangan, lomba-lomba, pentas seni, jumpa tokoh nasional. Kegiatan ini dimaksudkan untuk penguatan penanaman nilai-nilai tertentu dan melatih kemampuan manajerial siswa dalam melaksanakan berbagai event. Kegiatan ini biasanya diadakan kira-kira dua sampai empat kali dalam setahun.

Kegiatan kreatif mandiri adalah kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh siswa di sela-sela jadwal kegiatan yang diwajibkan. Kegiatan ini dapat berupa kegiatan individu maupun kolektif yang dapat mengembangkan inisiatif, kreativitas, rasa tanggung jawab, dan kemandirian siswa dalam mengisi waktu-waktu luangnya secara positif.

Nah, yang menjadi relevansi pengalaman sekolah asrama saya dengan amatan perilaku santri yang saya amati tertib dalam sholat berjamaah adalah bahwa perilaku tersebut lahir dari pola kegiatan yang disiapkan dengan baik. Hal ini sebenarnya juga pernah dinasehatkan seorang psikolog kepada saya, yaitu pola hidup yang tertib akan cenderung melahirkan pribadi yang matang dalam berpikir pula. Bisa merencanakan waktu dengan baik, bisa merespon kondisi dengan baik, bisa membawa diri dengan pas. Sebaliknya, pola hidup yang tidak tertib, dapat melahirkan pribadi yang terburu-buru, gedabrukan, mbingungi, dst.

Anak-anak yang berisik di waktu sholat, menampakkan mereka belum bisa mengatur antara waktu bermain dan waktu beribadah. Belum bisa menempatkan diri dengan baik di kondisi tertentu. Selain perlu diberitahu, ditertibkan dan juga dihadapi dengan reward dan punishment, perlu dilihat pula bagaimana pola ketertiban hidupnya dalam keluarga. Bisa jadi ada pengaruhnya.

Yang jelas, secara ilmu psikologi, ada cara untuk mengkondisikan anak menjadi tertib. Dan sudah terbukti. Silakan mau dimanfaatkan atau tidak.

Penetrasi Pasar sebagai Aset Tak Berwujud

Ketika sebuah perusahaan melakukan upaya-upaya penetrasi pasar, baik strategi bertahan maupun ekspansi, maka dibuktikan dengan berbagai langkah yang diambilnya. Akuntasi berusaha memotret kondisi ini. Akuntansi sudah memiliki standar dalam berbagai langkah penetrasi pasar seperti: biaya iklan, biaya pegawai, pembelian aset, biaya riset dan pengembangan, pembelian paten, dll. Tulisan berikut mencoba mengangkat akuntansi untuk Aset Tak Berwujud berupa Customer List (daftar pelanggan).

Hasil nyata dari penetrasi pasar tentunya adalah Customer List (daftar pelanggan). Bisakah perusahaan mengkapitalisasi Customer List sebagai sebuah aset tersendiri dalam Laporan Keuangannya?

Barusan saja melalui topik Intangible Assets di pelajaran Intermediate Accounting 1. Jadi masih sedikit anget nih. Satu dari enam jenis Aset Tak Berwujud yang diakui IFRS adalah hal-hal berkenaan dengan pelanggan. Kieso sendiri langsung menyebutkan customer-list (daftar pelanggan) sebagai contoh Aset Tak Berwujud jenis ini. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak sembarang customer-list bisa serta merta menjadi Aset Tak Berwujud, karena sekedar memiliki catatan pelanggan adalah hal normal dalam siklus operasi perusahaan.

 

Customer List Valuation
gambar: Kieso, Intermediate Accounting (IFRS Edition).

 

Kasus pembelian WhatsApp oleh Facebook adalah contoh bagus untuk menjelaskan Aset Tak Berwujud jenis Customer-Related ini. Saya coba membuat inset box untuk case study ini.

Akuisisi Facebook atas WhatsApp
Pada bulan Februari 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp senilai 19 milyar Dollar. Uniknya, laporan keuangan WhatsApp 2013, yang dipublikasikan di website SEC, hanya menunjukkan nilai total aset sebesar 50,7 juta dollar saja. Sementara Laporan Operasi menunjukkan rugi bersih sebesar 138 juta dollar (Pendapatan 10 juta dollar, biaya 148 juta dollar).  Aset yang dimiliki WhatsApp pun tidak menunjukka adanya kepemilikan atas paten, sebagaimana umumnya kondisi yang membuat perusahaan berbasis teknologi menarik untuk diakuisisi.

Jadi, kenapa Facebook tertarik membeli WhatsApp? Jika dianalisis menggunakan cara pandang investasi konvensional (paper based analysis), tidak ada perusahaan yang sedemikian gila mau membeli WhatsApp dengan nilai di atas satu milyar dollar. WhatsApp saat itu memiliki 450 juta pelanggan (pada bulan Oktober 2014 bahkan menembus angka 600 juta pelanggan).

Hitung-hitungan pak Budi Rahardjo menunjukkan bahwa Facebook menghargai seorang pelanggan WhatsApp senilai 20-50 dollar, karena 19 milyar dollar dibagi 450 juta pelanggan angkanya hampir pas 42 dollar. Angka tersebut dianggap biaya mendapatkan seorang pelanggan. Cara ini memang satu-satunya logika yang simpel dan masuk akal dalam berbagai pendekatan menilai sebuah perusahaan IT.

Dalam dunia bisnis sendiri, Customer-List bisa dibeli secara terpisah dari kepemilikan perusahaannya. Namun, secara logika bisnis, Customer-List semacam itu justru menunjukkan daftar yang kurang berkualitas. Misalnya, data dari survery Kartu Kredit, atau data pelanggan perbankan yang bocor, atau data yang dikumpulkan tim marketing. Setinggi-tingginya kualitas Customer List hasil riset pasar, masih membawa risiko daftar tersebut mengandung data yang tidak dapat digunakan.

Berbeda dengan pembelian Customer List biasa, dalam kasus akuisisi WhatsApp, Facebook tidak sekedar membeli Customer List, namun juga sekaligus membeli layanan yang dinikmati oleh pelanggan tersebut. Dengan demikian, kualitas Customer List seperti ini sangat bagus. Pelanggan aktif adalah pelanggan yang puas dengan layanan yang diberikan. Memang perlu penanganan khusus untuk mengambil langkah penetrasi terhadap Customer List seperti ini. Salah langkah dalam melakukan strategi ini, bisa berakibat fatal. Misalnya, Facebook langsung menggunakan basis pelanggan WhatsApp untuk dikirimi iklan. Salah satu langkah halus adalah dengan memberikan perlakuan khusus Facebook kepada pelanggan WhatsApp, misal: fitur khusus di Facebook yang hanya bisa dinikmati pelanggan WhatsApp. (New Relic dan Learnable telah melakukan semacam ini akhir tahun 2011 lalu, meskipun bukan dalam konteks akuisisi).

Dari sisi akuntansi, akuisisi perusahaan dengan nilai pembelian jauh di atas nilai aset bersihnya akan menimbulkan Goodwill. Maka pembelian Customer List berkualitas dengan cara akuisisi, justru tidak akan menghasilkan akun Customer List yang berdiri sendiri. Akun yang muncul adalah Goodwill. Goodwill dari pembelian WhatsApp berjumlah 18,1 milyar dollar ketika proses akuisisi ini dinyatakan selesai pada bulan Oktober 2014. Jadi, Customer List membantu penilaian perusahaan, namun bisa jadi tidak muncul dalam laporan keuangannya.

Dengan demikian, berkaca dari kasus akuisisi WhatsApp ini, data pelanggan yang berkualitas hanya bisa didapat dengan cara mengakuisi langsung perusahaannya. Setuju?

 

 

Perbedaan Angka Maintenance SKP dan Angka Kredit Widyaiswara

Meskipun Permenpan 22 Tahun 2014 tentang Jabatan Widyaiswara dan Angka Kreditnya memberikan harapan baru bagi para Widyaiswara dalam hal penilaian angka kredit, namun masih terselip satu hal yang perlu diperbaiki. Mulai Permenpan ini, diperkenalkan konsep Sasaran Kerja Pegawai (SKP) sebagai dasar kontrak kinerja Widyaiswara. SKP sendiri adalah konsep penilaian kinerja pegawai yang diundangkan dalam PP No. 46 Tahun 2011, menggantikan konsep penilaian kinerja dengan DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) yang diatur dalam PP No. 11 Tahun 1979.

Widyaiswara

Kerancuan dimulai ketika SKP Widyaiswara menggunakan konsep angka maintenance yang didasarkan pada penilaian angka kredit jabatan. Angka maintenance ini berjumlah 12,5 untuk WI Pertama, 25 untuk WI Muda, 37,5 untuk WI Madya dan 50 untuk WI Utama. Angka tersebut berasal dari target angka kredit untuk kenaikan ke jabatan WI berikutnya, dibagi dengan 4 tahun. Misalnya: untuk naik dari WI Pertama ke Muda membutuhkan 50 poin, jika dibagi 4 tahun maka setahun harus mencapai 12,5.

Namun, dalam penetapan SKP ternyata ada beberapa perbedaan dengan penilaian angka kredit, yaitu:

  1. Penetapan SKP hanya memperhitungkan angka kredit yang berasal dari Unsur Utama subunsur B, C dan D saja. Unsur Utama A dan Unsur Penunjang tidak dimasukkan ke dalam SKP (Lihat Pasal 16 ayat 1 Permenpan 22 Tahun 2014).
  2. Pencapaian SKP masih harus memperhitungkan bobot Kualitas, Kuantitas dan Waktu. Jika pada angka kredit, sebuah kegiatan mendapat nilai 2 poin, maka untuk diakui sebagai SKP, masih harus dibobot dengan 3 variabel tersebut sehingga poin SKP yang didapat tidak 2 poin penuh, tetapi besar kemungkinan di bawahnya.

Dengan demikian, terdapat ketidaksinkronan antara SKP dengan Angka Kredit kenaikan jabatan Widyaiswara. Konsep angka maintenance juga menjadi mislead, karena basis perhitungan yang tidak setara. Harapan kami adalah hal ini menjadi perhatian dalam revisi peraturan tentang Widyaiswara berikutnya. Ada dua jalan perbaikan yang ditawarkan: (1) Angka maintenance dalam SKP diturunkan (tentunya setelah membuat simulasi perhitungan), atau (2) perbedaan basis perhitungan SKP ditiadakan.

Mudah-mudahan bermanfaat, maju terus PNS, maju terus Widyaiswara.

Biaya Pendidikan di Sekolah Islam TA 2014

Bismillah.

Semua orangtua pasti menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, biaya pendidikan sering menjadi ganjalan pertimbangan dalam memilih sekolah untuk anak. Orangtua yang memilih menyekolahkan anaknya di sekolah Islam, sering dihantui oleh masalah biaya. Banyak yang bilang, sekolah Islam mematok biaya yang terlalu mahal. Tulisan berikut ini adalah oleh-oleh dari 2nd Islamic Education Expo 2014. Saya akan mengungkapkan perbandingan biaya sekolah-sekolah Islam perserta Expo tersebut, mudah-mudahan dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Perbandingan Biaya Pendidikan Sekolah Islam

Pada hari Ahad, 26 Oktober 2014 lalu, di Museum Penerangan TMII, diadakan 2nd Islamic Education Expo. Acara ini adalah ajang expo pendidikan bagi sekolah-sekolah Islam. Di sini, para pengunjung diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai sekolah Islam yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat hingga Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Walhamdulillah, satu hal yang sangat saya syukuri adalah banyaknya peserta Expo Pendidikan Islam ini. Saya masih ingat kondisi beberapa tahun yang lalu ketika sangat sulit untuk mencari Sekolah Islam bermanhaj salaf di sekitar kita. Kini, atas ijin Allah, berbagai lembaga pendidikan Islam bermanhaj salaf telah tersedia di berbagai kota.

Tidak hanya saya bangga dengan banyaknya peserta Expo, namun juga dengan keprofesionalan para peserta tersebut dalam merepresentasikan lembaga mereka dalam bilik-bilik stand pameran. Berbagai media digunakan untuk menunjukkan proses belajar-mengajar di lembaga masing-masing. Ada yang membawa rangkaian lampu LED yang diprogram untuk menampilkan nama sekolahnya, ada yang membawa hasil karya murid-muridnya, ada pula yang menayangkan video kegiatan santri, dll. Poster-poster yang digunakan pun amat sangat ciamik nan menarik.

Stand-stand 2nd Islamic Education Expo 2014

 

Dari 45 jumlah stand di pameran ini, sebagian besar stand diisi oleh lembaga pendidikan, yaitu sekolah, pondok pesantren maupun bimbel. Berikut ini adalah daftar peserta 2nd Islamic Education Expo.

Daftar Peserta Islamic Education Expo 2014

 

Mengingat anak saya sudah berada di kelas 5 SD, maka salah satu tujuan saya mengunjungi 2nd Islamic Education Expo adalah untuk mencari informasi mengenai jenjang SMP/MTs yang kira-kira cocok untuk anak saya. Meskipun demikian, saya tetap berusaha mengumpulkan selengkap mungkin berbagai informasi untuk jenjang pendidikan manapun. Hanya saja ada satu-dua stand yang sudah tutup pada saat saya menghadiri acara ini.

Untuk meringkas hasil mengumpulkan brosur-brosur dan bincang-bincang dengan para peserta expo, saya sajikan dalam bentuk tabel. Tabel dapat dilihat di masing-masing jenjang di bawah ini. Mohon data di tabel di-cross check dengan foto brosur atau langsung ke lembaga yang bersangkutan.

Perbandingan biaya antar sekolah memang tidak bisa serta-merta diperbandingkan tanpa melihat beberapa hal, seperti: siapa donatur utamanya, fasilitas apa yang tersedia, bagaimana kualitas pendidiknya, dll. Untuk lebih mengetahui hal ini, tentu sekarang saatnya untuk melihat lebih detil ke masing-masing sekolah. Berikut ini saya tampilkan foto brosur masing-masing sekolah peserta expo.

Jenjang TK, SD dan MI

No Nama Sekolah Jenjang Pendidikan yang Diselenggarakan Biaya Masuk Biaya Bulanan Lokasi Pembina Website/Kontak
1 Ibnu Hajar Boarding School (IHBS) KB-TK, SD, SMP, SMA Munjul, Jakarta Timur Ust. Zaenal Abidin Syamsudin www.ihbs.or.id
2 SD Arrayahiin KB-TK, SD 5 jt SPP: 290Snack: 7.500/hari Telaga Sakinah, Cikarang Barat Ust. Abu Qotadah 021-89110067, 085693442558, 081283159368
3 SD Islam Ibnu Umar TK, SD, SMP/SMU TK: 3,7 SD: 8,5 SMP/SMU: 7,5 SMP Boarding: 8,4 Legoso, Ciputat, utk Boarding di Pamulang www.ibnuumar.sch.id, 021-94870955 (TK), 98267979 (SD), 36402721 (SMPA dan SMU), 92314965 (Boarding), 97059730 (Yayasan WhatsApp), 97059730 (WhatsApp)
4 SDIT Izzatus Sunnah TK, SD 4.950.000 SPP: 275.000 Rawamangun, Jakarta Timur Abu Lukman Radio Rodja 021-41392249 (TK), 021-51146704 (SD)
5 Al Binaa Islamic Boarding School SD Khusus Yatim Gratis/Beasiswa Penuh www.albinaa.or.id, 021-89150720, 081510020335, 085217929203, 085697187568
6 SD Islam Bina Sunnah 6,5 SPP: 300 Depok www.sdibinasunnah.or.id, 021-96525847, 021-9371041
7 Sekolah Islam Nailufar TK dan SD Setu, Jakarta Timur 021-92294900, 021-49112875
8 Al-‘Arabi TK, SDIT, SMPT, SMAIT 7 juta – 10 juta 250 ribu Telaga Sakinah, Cikarang Barat, Bekasi DR. Ade Hermansyah, Lc. (021) 91524641, 081310270749
9 SD Islam Imam An-Nawawi (IPIN) Ciracas, Jakarta Timur 021-29823948, 085228402723, 082110717505
10 Pondok Pesantren Hidayatunnajah TK, SD, MTs, Aliyah, IM 7,1 juta 750 ribu Pebayuran, Bekasi www.hidayatunnajah.or.id, email: hidayatunnajah@gmail.com, 021-89150466, 021-89150467
11 Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz TK, SU, SW, Aliyah, Takhossus, IM 1,5 juta – 10 juta 75 ribu – 600 ribu Piyungan, Bantul, Yogyakarta Ust. Abu Nida www.binbaz.or.id, email: info@binbaz.or.id, 0274-4353272
12 SD Islam Asy-Syafi’i SD Pasar Rebo, Jakarta Timur www.sditasysyafii.sch.id, 021-29617007, 085279118303, 081586047589 (WhatsApp), sdit.asysyafii@gmail.com
13 GAIS Jakarta SD Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 08567782116, email: gais@yahoo.com
14 Pondok Pesantren Imam Bukhari Mutawasithoh (setingkat SMP dan SMA), Tsanawiyah (setingkat SMA) Karanganyar, Solo Ust. Ahmas Faiz www.bukhari.or.id, 0271-858196, 085725678877, 081278129773
15 Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin Pandeglang, Banten Ust. Fakhrudin Nu’man www.riyadhussholihin.or.id, 081319269080, 081319673307
16 Pondok Pesantren Ukhuwwah 5,75 juta 425 ribu
17 Ibnu Taimiyah Boarding School TK dan MI 5,3 juta plus pilihan uang wakaf (pilihan 10 jt – 20 jt), yatim gratis 100% 850rb Cijeruk, Bogor www.ibnutaimiyah.com, (0251) 4754928, 8388935, psbpyit@gmail.com

Silakan klik di nama lembaga pendidikan untuk melihat brosur, lalu klik pada gambar untuk memperbesar gambar. Informasi biaya dapat berubah sewaktu-waktu, saya menyarankan Anda mengontak langsung lembaga pendidikan yang Anda tuju.

TK dan SD Ibnu Hajar Boarding School (IHBS)PAUD dan SD Arrayaahiin, Cikarang BaratTK dan SD Ibnu Umar, CiputatTK dan SD Izzatus Sunnah, RawamangunSD Al-Binaa, Karawang (Program Beasiswa Penuh)SDI Bina Sunnah, DepokTK dan SD Nailufar, CipayungTK dan SD Al-'Arabi, Cikarang BaratSD IPIN (Islam Plus Imam Nawawi), CibuburTK dan SD Pondok Pesantren Hidayatunnajah, Kab. BekasiPAUD dan Salafiya Ula (Jenjang SD) Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, YogyakartaSDIT Asy-Syafi'i, Pasar ReboGAIS Jakarta (Green Abqori Islamic School), Pejaten
KB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, Munjul
PAUD dan SD Arrayaahiin, Cikarang BaratPAUD dan SD Arrayaahiin, Cikarang Barat
KB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, CiputatKB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, CiputatKB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, CiputatKB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, Ciputat
TK dan SD Izzatus Sunnah, RawamangunTK dan SD Izzatus Sunnah, Rawamangun
SD Al-Binaa, Karawang (Program Beasiswa Penuh)
SDI Bina Sunnah, DepokSDI Bina Sunnah, Depok
TK dan SD Nailufar, CipayungTK dan SD Nailufar, Cipayung
TK, SD, SMPIT Al-'Arabi, Cikarang BaratSMPIT Al-'Arabi, Cikarang BaratSMPIT Al-'Arabi, Cikarang Barat
SD IPIN (Islam Plus Imam Nawawi), CibuburSD IPIN (Islam Plus Imam Nawawi), Cibubur
TK, SD, MTs, MA Pondok Pesantren Hidayatunnajah, Kab. Bekasi
PAUD, Salafiya Ula (Jenjang SD), Salafiyah Wustho (Jenjang SMP),  MA Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, YogyakartaPAUD, Salafiya Ula (Jenjang SD), Salafiyah Wustho (Jenjang SMP),  MA Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, Yogyakarta
SDIT Asy-Syafi'i, Pasar ReboSDIT Asy-Syafi'i, Pasar Rebo
GAIS Jakarta (Green Abqori Islamic School), PejatenGAIS Jakarta (Green Abqori Islamic School), Pejaten

Jenjang SMP dan MTsN

No Nama Sekolah Jenjang Pendidikan yang Diselenggarakan Biaya Masuk Biaya Bulanan Lokasi Pembina Website/Kontak
1 Sabilunnajah MTs dan MA Putra: 16.220.000Putri: 15.370.000 SPP: 1.000.000 Rancaekek, Bandung Ust. Yazid Abdul Qodir Jawas
2 Al Binaa Islamic Boarding School 18.000.000 SPP, makan, kesehatan, asrama, laundry: 1.600.000. Biaya daftar ulang per tahun 4.000.000. www.albinaa.or.id, 021-89150720, 081510020335, 085217929203, 085697187568
3 Pondok Pesantren Imam Bukhori Mutawasithoh, I’dad Lughawi, Tsanawiyah Putra: 14,3Putri: 14,35 SPP: 850.000 Karanganyar, Jawa Tengah www.bukhari.or.id, (0271) 858199, 085725678877, 081278129773, 081393099045 (WhatsApp), ppsb_bukhari@yahoo.com
4 Ibnu Hajar Boarding School (IHBS) SMP Munjul, Jakarta Timur Ust. Zaenal Abidin Syamsudin www.ihbs.or.id
5 Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin pilihan: a. 10.275.000 b. 11,275.000 c. 12.275.000 1. 800.000 2. 900.000 Pandeglang, Banten
6 SD Arrayahiin KB-TK, SD 5 jt SPP: 290Snack: 7.500/hari Telaga Sakinah, Cikarang Barat Ust. Abu Qotadah 021-89110067, 085693442558, 081283159368
7 Pondok Pesantren Hidayatun Najah TK, SD, MTs, MA, IM Pebayuran, Bekasi www.hidayatunnajah.or.id, 021-89150466
8 Ma’had Tahfiz Imam Asy-Syatibi Tahfidz, max: 22 thn Gratis/Beasiswa Penuh Radio Rodja, Cileungsi www.tahfizhsyathiby.org,
9 SMPIT Al-‘Arabi SMP 7 juta (non-mondok), 10 juta (mondok) 250rb (non-mondok), 1,1juta (mondok) Cikarang Barat, Bekasi (021) 91524641, 081310270749, 081287506653
10 Ibnu Taimiyah Boarding School MTs 6,3 juta plus pilihan uang wakaf, yatim gratis 100% 850rb Cijeruk, Bogor www.ibnutaimiyah.com, (0251) 4754928, 8388935, psbpyit@gmail.com
11 Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz Salafiyah Wustho (setingkat SMP) 1,5 juta – 10 juta 75 ribu – 600 ribu Piyungan, Bantul, Yogyakarta Ust. Abu Nida www.binbaz.or.id, email: info@binbaz.or.id, 0274-4353272
12 Pesantren Al-Ma’tuq Mutawasithoh (setingkat SMP) 14,1 juta (yatim gratis) 850rb Cisaat, Sukabumi Www.almatuq.net, (0266) 229949, 221450, almatuq@yahoo.com, 085798413140, 085723350725
13 Sekolah Islam Ibnu Umar TK, SD, SMP/SMU TK: 3,7SD: 8,5SMP/SMU: 7,5SMP BOarding: 8,4 Legoso, Ciputat, utk Boarding di Pamulang www.ibnuumar.sch.id, 021-94870955 (TK), 98267979 (SD), 36402721 (SMPA dan SMU), 92314965 (Boarding), 97059730 (Yayasan WhatsApp), 97059730 (WhatsApp)
14 Pesantren Minhaj Shahabah SMP 9,5 (putra), 9,65 (putri) 950rb Tamansari, Bogor www.minhajshahabah.com, 0251-8486112
15 SMP Madinatul Quran SMA 10 juta 850rb Jonggol, Bogor Ust. Fauzan, ST, Lc, MA www.madinatulquran.or.id, 021-46254934, 085200236000 (WhatsApp)
16 Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin SMP pilihan: a. 10.275.000 b. 11,275.000 c. 12.275.000 1. 800.0002. 900.000 Pandeglang, Banten Ust Fakhrudin Nu’man www.riyadhussholihiin.or.id, 081319269080, 081319673307, riyadhussholihiin@yahoo.co.id
17 Sekolah Islam Nailufar SMP Putri Setu, Jakarta Timur 021-92294900, 021-49112875

Silakan klik di nama lembaga pendidikan untuk melihat brosur, lalu klik pada gambar untuk memperbesar gambar. Informasi biaya dapat berubah sewaktu-waktu, saya menyarankan Anda mengontak langsung lembaga pendidikan yang Anda tuju.

SMP Ibnu Hajar Boarding School (IHBS)Pondok Pesantren Imam Bukhori, KaranganyarSMP dan SMA Ponpes Riyadhus Shalihin, PandeglangSMP Madinatul Qur'an, JonggolSMP Al-Binaa, KarawangSMP Puteri Nailufar, CipayungSMPIT Al-'Arabi, Cikarang BaratMI Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah, BogorSMP Pondok Pesantren Minhaj Shahabah, BogorMTs Pondok Pesantren Hidayatunnajah, Kab. BekasiSantri Mutawasithoh (Jenjang SMP) Pondok Pesantren Al-Ma'tuq, SukabumiSalafiyah Wustho (Jenjang SMP) Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, YogyakartaSMP Ibnu Umar, CiputatMTs Putra Pondok Pesantren Sabilun Najah, BandungMTs dan MA Pondok Pesantren Putri An-Najiyah, Kab. Bandung
KB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, Munjul
Pondok Pesantren Imam Bukhari, KaranganyarPondok Pesantren Imam Bukhari, KaranganyarPondok Pesantren Imam Bukhari, KaranganyarPondok Pesantren Imam Bukhari, Karanganyar
SMP dan SMA Ponpes Riyadhus Shalihin, PandeglangSMP dan SMA Ponpes Riyadhus Shalihin, PandeglangPondok Pesantren Riyadhus Shalihin, Pandeglang
SMP Madinatul Qur’an, JonggolSMP Madinatul Qur’an
SMP Al-Binaa, KarawangSMP Al-Binaa, KarawangSMP Al-Binaa, KarawangSMP Al-Binaa, KarawangSMP Al-Binaa, KarawangSMP Al-Binaa, Karawang
SMP Puteri Nailufar, CipayungSMP Puteri Nailufar, Cipayung
TK, SD, SMPIT Al-'Arabi, Cikarang BaratSMPIT Al-'Arabi, Cikarang BaratSMPIT Al-'Arabi, Cikarang Barat
MI dan MA Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah, BogorMI dan MA Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah, Bogor
SMP dan SMA Pondok Pesantren Minhaj Shahabah, BogorSMP dan SMA Pondok Pesantren Minhaj Shahabah, BogorSMP dan SMA Pondok Pesantren Minhaj Shahabah, Bogor
TK, SD, MTs, MA Pondok Pesantren Hidayatunnajah, Kab. Bekasi
Santri Mutawasithoh (Jenjang SMP) Pondok Pesantren Al-Ma'tuq, SukabumiSantri Mutawasithoh (Jenjang SMP) Pondok Pesantren Al-Ma'tuq, Sukabumi
PAUD, Salafiya Ula (Jenjang SD), Salafiyah Wustho (Jenjang SMP),  MA Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, YogyakartaPAUD, Salafiya Ula (Jenjang SD), Salafiyah Wustho (Jenjang SMP), MA Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, Yogyakarta
KB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, CiputatKB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, CiputatKB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, CiputatKB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, Ciputat
MTs dan MA Pondok Pesantren Putra Sabilunnajah, Kab. BandungMTs dan MA Pondok Pesantren Putra Sabilunnajah, Kab. BandungMTs dan MA Pondok Pesantren Putra Sabilunnajah, Kab. BandungMTs dan MA Pondok Pesantren Putra Sabilunnajah, Kab. BandungMTs dan MA Pondok Pesantren Sabilun Najah, Bandung
MTs dan MA Pondok Pesantren Putri An-Najiyah, Kab. BandungMTs dan MA Pondok Pesantren Putri An-Najiyah, Kab. BandungMTs dan MA Pondok Pesantren Putri An-Najiyah, Kab. BandungMTs dan MA Pondok Pesantren Putri An-Najiyah, Kab. Bandung

Jenjang SMA, MA dan SMK

No Nama Sekolah Jenjang Pendidikan yang Diselenggarakan Biaya Masuk Biaya Bulanan Lokasi Pembina Website/Kontak
1 Sabilunnajah MTs dan MA Putra: 16.220.000Putri: 15.370.000 SPP: 1.000.000 Rancaekek, Bandung Ust. Yazid Abdul Qodir Jawas
2 Pondok Pesantren Imam Bukhori Mutawasithoh, I’dad Lughawi, Tsanawiyah Putra: 14,3Putri: 14,35 SPP: 850.000 Karanganyar, Jawa Tengah www.bukhari.or.id, (0271) 858199, 085725678877, 081278129773, 081393099045 (WhatsApp), ppsb_bukhari@yahoo.com
3 SMA Future Gate SMA Jatiasih, BEkasi www.smafuturegate.com
4 Ibnu Hajar Boarding School (IHBS) KB-TK, SD, SMP, SMA Munjul, Jakarta Timur Ust. Zaenal Abidin Syamsudin www.ihbs.or.id
5 Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin SMA, Tahfidz pilihan: a. 10.275.000 b. 11,275.000 c. 12.275.000 1. 800.0002. 900.000 Pandeglang, Banten Ust Fakhrudin Nu’man www.riyadhussholihiin.or.id, 081319269080, 081319673307, riyadhussholihiin@yahoo.co.id
6 Pondok Pesantren Hidayatun Najah TK, SD, MTs, MA, IM Pebayuran, Bekasi www.hidayatunnajah.or.id, 021-89150466
7 Ma’had Tahfiz Imam Asy-Syatibi Tahfidz, max: 22 thn Gratis/Beasiswa Penuh Radio Rodja, Cileungsi www.tahfizhsyathiby.org, 021-82497322, 082113150522, 085779899294
8 SMAIT Al-‘Arabi SMA Cikarang Barat, Bekasi DR. Ade Hermansyah, Lc (021) 91524641, 081310270749, 081287506653
9 Ibnu Taimiyah Boarding School MA 6,3 juta plus pilihan uang wakaf, yatim gratis 100% 850rb Cijeruk, Bogor www.ibnutaimiyah.com, (0251) 4754928, 8388935, psbpyit@gmail.com
10 Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz MA 1,5 juta – 10 juta 75 ribu – 600 ribu Piyungan, Bantul, Yogyakarta Ust. Abu Nida www.binbaz.or.id, email: info@binbaz.or.id, 0274-4353272
11 Sekolah Islam Ibnu Umar TK, SD, SMP/SMU TK: 3,7SD: 8,5SMP/SMU: 7,5SMP BOarding: 8,4 Legoso, Ciputat, utk Boarding di Pamulang www.ibnuumar.sch.id, 021-94870955 (TK), 98267979 (SD), 36402721 (SMPA dan SMU), 92314965 (Boarding), 97059730 (Yayasan WhatsApp), 97059730 (WhatsApp)
12 Pesantren Minhaj Shahabah SMA 9,5 (putra), 9,65 (putri) 950rb Tamansari, Bogor www.minhajshahabah.com, 0251-8486112
13 SMK TI Madinatul Quran SMK 12,2 juta 950rb Jonggol, Bogor Ust. Fauzan, ST, Lc, MA www.madinatulquran.or.id, 021-46254934, 085200236000 (WhatsApp)
14 SMA Madinatul Quran SMA 7,85 juta 850rb Jonggol, Bogor Ust. Fauzan, ST, Lc, MA www.madinatulquran.or.id, 021-46254934, 085200236000 (WhatsApp)

Silakan klik di nama lembaga pendidikan untuk melihat brosur, lalu klik pada gambar untuk memperbesar gambar. Informasi biaya dapat berubah sewaktu-waktu, saya menyarankan Anda mengontak langsung lembaga pendidikan yang Anda tuju.

SMA Ibnu Hajar Boarding School (IHBS)MA Madinatul Qur’an, JonggolSMK Madinatul Qur'an, JonggolSMP dan SMA Ponpes Riyadhus Shalihin, PandeglangSMA Future Gate, BekasiMA Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah, BogorSMA Pondok Pesantren Minhaj Shahabah, BogorMA Pondok Pesantren Hidayatunnajah, Kab. BekasiMA Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, YogyakartaSMU Ibnu Umar, CiputatMA Pondok Pesantren Sabilun Najah, Bandung
KB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, MunjulKB-TK, SD, SMP, SMA Ibnu Hajar, Munjul
MA Madinatul Qur'an, Jonggol
SMK IT Madinatul Qur’anSMK IT Madinatul Qur’an
SMP dan SMA Ponpes Riyadhus Shalihin, PandeglangSMP dan SMA Ponpes Riyadhus Shalihin, PandeglangPondok Pesantren Riyadhus Shalihin, Pandeglang
SMA Future Gate, BekasiSMA Future Gate, BekasiSMA Future Gate, BekasiSMA Future Gate, BekasiSMA Future Gate, Bekasi
MI dan MA Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah, BogorMI dan MA Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah, Bogor
SMP dan SMA Pondok Pesantren Minhaj Shahabah, BogorSMP dan SMA Pondok Pesantren Minhaj Shahabah, BogorSMP dan SMA Pondok Pesantren Minhaj Shahabah, Bogor
TK, SD, MTs, MA Pondok Pesantren Hidayatunnajah, Kab. Bekasi
PAUD, Salafiya Ula (Jenjang SD), Salafiyah Wustho (Jenjang SMP),  MA Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, YogyakartaPAUD, Salafiya Ula (Jenjang SD), Salafiyah Wustho (Jenjang SMP),  MA Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, Yogyakarta
KB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, CiputatKB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, CiputatKB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, CiputatKB, TK, SD, SMP dan SMA Ibnu Umar, Ciputat
MTs dan MA Pondok Pesantren Sabilun Najah, Bandung

Jenjang Pasca SMA dan Program Lainnya

Silakan klik di nama lembaga pendidikan untuk melihat brosur, lalu klik pada gambar untuk memperbesar gambar. Informasi biaya dapat berubah sewaktu-waktu, saya menyarankan Anda mengontak langsung lembaga pendidikan yang Anda tuju.

Mahad Tahfidz Imam Asy-Syatibhy, CileungsiTakhosus Bhs Arab dan I'dad Mualimil Qur'an (Tahfidz) Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, Yogyakarta
Mahad Tahfidz Imam Asy-Syatibhy, CileungsiMahad Tahfidz Imam Asy-Syatibhy, CileungsiMahad Tahfidz Imam Asy-Syatibhy, CileungsiMahad Tahfidz Imam Asy-Syatibhy, Cileungsi
PAUD, Salafiya Ula (Jenjang SD), Salafiyah Wustho (Jenjang SMP),  MA Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, YogyakartaPAUD, Salafiya Ula (Jenjang SD), Salafiyah Wustho (Jenjang SMP),  MA Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz, Yogyakarta

Penutup

Jangan salah tergesa-gesa menyimpulkan bahwa Sekolah Islam identik dengan mahal. Data di atas belum mewakili wemua sekolah Islam yang ada. Jangan pula sembarang menuduh lembaga-lembaga pendidikan Islam mementingkan mencari untung. Perlu kita apresiasi kepada para asatidzah, pengurus dan pengelola lembaga-lembaga tersebut yang telah mengorbankan waktu dan tenaganya untuk dunia pendidikan Islam. Jika ingin pendidikan Islam sesuai dengan yang kita inginkan, baik dalam hal biaya maupun kualitas, sudah selayaknya kita turut berkontribusi bukan mencaci.

Saya bukan penulis profesional, untuk menyusun tulisan ini saya mengeluarkan usaha yang cukup besar dan memakan waktu yang cukup lama. Saya sangat berterimakasih apabila Anda me-like dan men-share tulisan ini dengan menyebutkan sumbernya. Jazakumullah khairan katsiran. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Anda dapat meninggalkan tanggapan di kotak komentar di bawah ini.

Cara Balik Nama Kendaraan: Pengalaman Mengurus Sendiri Tanpa Calo

Bismillah.

Berikut ini pengalaman saya mengurus sendiri Balik Nama kendaraan bermotor. Meskipun yang saya balik nama adalah motor, namun prosedur yang digunakan tidak berbeda dengan balik nama mobil. Saya mengurus balik nama motor di Samsat Ciputat. Proses Balik Nama ini menghabiskan waktu dua hari di Samsat untuk membuat STNK baru (ganti nama di STNK). Untuk proses ganti nama di BPKB dilakukan di Polda dan nanti insya Allah akan saya tuliskan di sini jika saya sudah menyelesaikannya. Total biaya yang saya keluarkan sebesar 415.000.

Balik Nama Kendaraan Bermotor

KELENGKAPAN BERKAS BALIK NAMA

Berkas yang saya bawa:

  1. BPKB Asli
  2. STNK Asli
  3. Kuitansi Pembelian bermeterai
  4. KTP Asli

Saya sampai di Samsat Ciputat pukul 07.30 pagi dan langsung ke fotokopi di luar Samsat. Saya serahkan berkas sambil bilang mas tolong siapkan untuk Balik Nama. Si mas fotokopi menyiapkan segalanya, semua berkas dijepret dengan posisi yang mudah untuk diperiksa, lalu dimasukkan ke map bersampul polisi. Biaya fotokopi 5.000.

 

PROSES CEK FISIK KENDARAAN

Selanjutnya saya ke pendaftaran dan bilang akan Balik Nama. Saya diarahkan ke lokasi Cek Fisik di belakang Samsat. Saya tinggal meletakkan map di meja pendaftaran Cek Fisik, lalu mengantri untuk pemeriksaan fisik.

Cek Fisik dapat dilakukan juga di Samsat lain. Jika Anda cek fisik di Samsat yang berbeda dengan Samsat untuk balik nama, bisa langsung ke langkah selanjutnya.

 

PROSES PENDAFTARAN BALIK NAMA

Setelah selesai cek fisik, di dalam map saya bertambah satu berkas lagi yaitu hasil cek fisik. Selanjutnya saya memasukkan map ke Loket Pendaftaran Balik Nama (Loket 2-2). Di loket ini, berkas saya diperiksa kelengkapannya lalu saya langsung diberi tanda terima berkas. Petugas meminta saya untuk kembali keesokan harinya. Saya sanggupi. Di loket ini saya diminta biaya pendaftaran 50.000.

Keesokan harinya, saya mendatangi 4 loket sbb:

Ke Loket 2-2 (Pendaftaran BBN) menyerahkan tanda terima berkas yang diberikan kemarin, lalu diminta ke Loket 2-4 (Penyerahan Notice). Di Loket 2-4, saya diberi print-out berisi jumlah yang harus dibayar. Saya serahkan print-out tsb ke Loket Kasir, lalu menunggu dipanggil untuk membayar jumlah tersebut. Lalu menunggu dipanggil di loket terakhir di samping kasir. Di loket terakhir ini, saya mendapatkan STNK baru yang sudah dibalik nama. Total pembayaran 357.500.

Setelah itu, saya ke Loket 1-1 (Penyerahan TNKB) di lantai 1. Di sini saya dibuatkan plat nomor baru (tahun expired nya saja yang berubah, nomor polisi tetap). Cukup menunggu 10 menit, plat nomor sudah jadi. Kalau mau lihat proses pembuatan platnya juga bisa. Di bagian samping kantor Samsat ada mesin pencetak plat nomor. Dalam proses pembuatan plat ini, saya tidak diminta membayar apa pun.

Lalu saya bawa plat nomor tersebut ke Loket Arsip dan meminta syarat-syarat pembuatan BPKB baru nanti di Polda. Saya diberi berkas-berkas saya dan dipersilakan untuk memfotokopi. Jadi saya bawa berkas tersebut ke tukang fotokopi dan bilang, “Tolong siapkan untuk proses BPKB di Polda.” Semua sudah disiapkan mas fotokopi yang baik hati. Biaya fotokopi 2.000. Di loket arsip, Tidak dipungut biaya sepeserpun.

Detil Biaya Balik Nama

Sampai di sini saya sudah menyelesaikan proses balik nama motor dengan mendapatkan STNK baru. Total biaya yang saya keluarkan adalah sekitar 415.000 (silakan dijumlah bagian-bagian yang saya cetak tebal di atas).

 

PROSES UPDATE DATA BPKP

Nanti akan saya tulis, Insya Allah, setelah saya selesai mengurus di Polda.

 

UCAPAN TERIMAKASIH

Dalam mengurus sendiri, saya banyak dibantu oleh info dari hasil googling “Cara Balik Nama Motor”.

 

Bacaan: One World Schoolhouse

Bismillah.

Tulisan kali ini berasal dari semangat menulis yang datang kembali. Terakhir kali saya menulis tentang sebuah proyek nyata yang mempengaruhi dunia adalah tentang Grameen Bank, Bank Kaum Miskin. Kali ini saya akan menulis tentang buku One World Schoolhouse yang ditulis oleh Salman Khan, pendiri khanacademy.org.

Salman Khan: One World Schoolhouse

Rasa penasaran saya muncul ketika istri saya membeli buku One World Schoolhouse ini. Sebagai praktisi pendidikan (alias ibu rumah tangga), istri saya memang punya perhatian khusus terhadap pendidikan. Sedikit sekali praktisi pendidikan (entah guru, guru les, guru ngaji, kepala sekolah) yang mau menulis tentang pendidikan. Kalaupun ada, topiknya umumnya sama: kekecewaan terhadap sistem pendidikan yang ada. Sebut saja John Holt, Tetsuko Kuroyanagi, Ayah Edi, Andreas Harefa, dst. Ups maaf, sebagian dari yang saya sebut malah bukan praktisi, tetapi pengamat. Jadi sangat menarik buat saya, melihat kreator video pendidikan, menulis sebuah buku.

Saya pertama mendengar Khan Academy ketika media-media online ramai memberitakan bahwa Bill Gates menyanjung-nyanjungnya. Situs yang dikembangkannya, bernama khanacademy.org, menyediakan materi pembelajaran berbasis video yang membahas topik-topik pelajaran sekolah. Topik yang tersedia meliputi aljabar (dari pemula sampai mahir), trigonometri, bahkan kalkulus. Selain topik matematika, terdapat juga materi sejarah (sejarah Amerika dan Eropa tentu saja), dll. Perhatian dunia terhadap khanacademy dimulai sejak Bill Gates, pendiri Microsoft, menyatakan bahwa anaknya menggunakan dan menyukai khanacademy.

Oya, jangan kesasar ke halaman Wiki Salman Khan yang artis Bollywood ya, Salman Khan yang ini memiliki halaman wikipedia di sini: http://en.wikipedia.org/wiki/Salman_Khan_(educator).

Berikut ini beberapa gagasan menarik yang disampaikan dalam buku One World Schoolhouse tersebut:

  1. Pembelajaran yang Fleksibel. Salman Khan tidak menggunakan istilah ini di bukunya, istilah ini dari saya. Di beberapa bab, Salman Khan mengutarakan bahwa sistem pendidikan di dalam kelas akan menghambat pembelajaran seseorang. Siswa dipaksa untuk melanjutkan ke materi berikutnya padahal mungkin belum semua materi terkuasai. Ada juga masalah bias materi pembelajaran, kontradiksi antara buku teks dan pendapat guru, ujian dan PR, dll. KhanAcademy.Org dibangun dengan harapan dapat memperbaiki dan menyempurnakan hasil pembelajaran di kelas yang dirasa kurang manusiawi. Fitur andalannya adalah fleksibilitas.
  2. Fenomena Pembelajaran Keju Swiss. Sepanjang masa pendidikan kita di sekolah, apakah kita selalu mendapat nilai sempurna? Katakanlah seseorang selalu mendapat nilai 95 untuk semua tes. Berarti, siswa tersebut masih belum memahami 5% dari materi yang diajarkan. Dan jika hal ini berulang dari SD sampai Perguruan Tinggi, maka akan memperbesar risiko si siswa mendapatkan kesulitan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini yang diyakini sebagai jawaban, kenapa anak yang nilainya sama di kelas yang lebih rendah ternyata mengalami kesulitan yang berbeda di kelas yang lebih tinggi. Karenanya, melalui khanacademy, bolong-bolong keju swiss pendidikan ini dapat ditambal.
  3. Flipping Classroom (Membalik Ruang Kelas). KhanAcademy.Org telah digunakan dengan membalik kelas: siswa di rumah diminta belajar mandiri dengan video dari KhanAcademy, lalu di kelas berdiskusi mengerjakan tugas-tugas yang tadinya PR. Mirip metode pembelajaran mandiri di Perguruan Tinggi, ketika kesempatan tatap muka dengan dosen digunakan untuk mengkonfirmasi pembelajaran mandiri yang dilakukan mahasiswa di rumah.

Menindaklanjuti rasa penasaran saya, saya membuka situs TED dan menemukan video presentasi Salman Khan. Presentasi di forum TED ini dilakukan pada Maret 2011. Uniknya, Bill Gates turut naik ke panggung dan melakukan sedikit wawancara di akhir penampilan Salman Khan di panggung.

Isi video ini sama persis dengan isi buku One World Schoolhouse. Salman Khan sama-sama menyajikan konsep: keju bolong2, flipped class, dll. Satu-satunya perbedaan adalah istilah yang digunakan Salman yaitu One Worl Classroom bukan Schoolhouse.

Bagi saya yang visual, menonton video Salman Khan tsb mendapatkan materi yang sama didapat dari buku One World Schoolhouse ini. Karenanya, saya sangat menyarankan Anda untuk menonton video ini. Bisa dengan streaming ataupun mengunduhnya ke PC atau smartphone Anda.  Caranya, dari situs ted.com, Anda bisa mendownload video Salman Khan ini lengkap dengan subtitle-nya. Setelah klik play, akan muncul link download di sebelah kanan video yang sedang diputar.

Gagasan yang lebih mengenai disampaikan melalui video daripada bukunya, menurut saya, justru terletak pada konsep One World Schoolhouse itu sendiri. Contoh yang disampaikan di video lebih mengena: yaitu jika anak Anda (ini maksudnya untuk audiens TED yang orang amrik) bertutor dengan anak dari Calcutta maupun sebaliknya. Dengan KhanAcademy.Org, siswa yang sedang mempelajari suatu materi akan menjadi One World Schoolhouse sendiri. Sebuah ruang sekolah yang tercipta di dunia maya.

PENUTUP

Buku ini sangat menarik dan sarat dengan perpaduan kisah perjuangan KhanAcademy.Org dan penyampaian gagasan-gagasan seputar pendidikan. Dengan metode tersebut, pembaca dapat terhindari dari rasa bosan dalam membaca. Buku ini cocok dibaca bagi para pembelajar, pendidik, perintis startup, aktivis sosial dan pendidikan, para orangtua, serta juga tak lupa pengguna internet biasa seperti saya.

Selamat tersinpirasi!

Bacaan: Allah itu Dekat

Bismillah.

Sudah lama sekali semenjak terakhir kali saya meresensi menulis perasaan saya tentang sebuah karya berbentuk novel kisah nyata. Terakhir kali, saya menulis tentang novel berbasis kisah nyata: Hidden Side of A Sinden.

Kali ini, saya mendapat sebuah novel berjudul Allah itu Dekat. Pengarangnya adalah kakak kelas saya di STAN, pak Dedhi Suharto. Ketika saya menjadi mahasiswa di STAN, beliaulah presiden mahasiswa saat itu. Jadi, sedikit banyak saya telah merasakan kredibilitas beliau, meskipun tidak mengenal secara personal.

Novel Allah itu Dekat

 

Spoiler novel sudah dibeberkan sendiri oleh penulisnya di sebuah kultwit panjang.

Novel Allah itu Dekat berisi kisah tentang salah  seorang dari 9 orang doktor theologi yang masuk Islam dan kemudian diburu oleh otoritas yang sebelumnya menaunginya. Sounds thrilling right? Apalagi dengan klaim berdasarkan kisah nyata. Kalau penasaran, silahkan beli novelnya.. 😛

Isi novel sendiri tidak sepenuhnya bercerita tentang tokoh Hendra, seoang mualaf. Tetapi juga ada alur kisah hidup sang penulis sendiri, Dedhi Suharto. Kedua alur ini memiliki keterkaitan sebagai penguat keyakinan bahwa Allah itu Dekat. Dari sekian banyak kesulitan (dan kesenangan) hidup yang mereka berdua hadapi, maka keduanya merasakan bahwa Allah itu Dekat.

Novel Allah itu Dekat, diklaim oleh penulisnya sebagai novel berbasis kisah nyata. Namun, dalam sebuah kesempatan tanya jawab di bedah buku Allah itu Dekat, penulis juga tidak menjelaskan seberapa besar proporsi fiksi dalam novel ini. Ia hanya menjawab bahwa tokoh Hendra itu ada, sama seperti tokoh Aku juga ada. Demikian pula ketika ada pertanyaan tentang validitas pengakuan Hendra kepada penulis. Penulis menjawab bahwa ia akan menuliskan kisah ini baik jika memang kisah ini valid maupun tidak. Penulis, dengan kemampuannya sebagai seorang auditor, menyatakan bahwa ia telah membaca gesture Hendra ketika menceritakan kisah ini, dan penulis tidak menemukan indikasi kebohongan. Hendra menceritakan kisahnya kepada penulis dengan runtut dan jelas. Ia juga sering melontarkan beberapa istilah asing seputar karirnya sebagai misionaris (silakan temukan sendiri ya di dalam novelnya). Dari sisi ini, penulis secara implisit menyatakan bahwa kisah Hendra adalah valid. Namun, meskipun jika kisah ini tidak valid, maka penulis juga akan tetap menuliskannya dalam novel. Katanya, “Daripada saya berkhayal sendiri, belum tentu bisa menghasilkan kisah sebagus ini.”

Pada akhirnya, sama seperti yang diungkapkan seorang audiens di acara bedah buku, terimalah novel ini sebagai kisah fiksi. Dengan sikap seperti itu maka berkuranglah harapan kita akan validitas cerita ini. Singkatnya, nikmati saja! Dan tetap mengambil hikmah dari kisah yang dituturkan, sebagaimana kebiasaan orang bijak sejak dahulu.

 

KRITIK DAN APRESIASI

Kritik saya atas karya ini adalah: sebenarnya dari alur cerita ini mana yang menjadi fokus utama? Masa kecil dua tokoh kah? Masa-masa galau mereka berdua kah? Atau thriller session ketika ada scene kejar-kejaran? Bagi saya, novel yang bagus adalah novel yang mampu menyentuh level terdalam dari emosi manusia. Novel yang mampu menimbulkan gejolak kejiwaan, memancing emosi jiwa untuk keluar, baik dengan rasa sedih, gembira, penasaran, kecewa, maupun bentuk emosi lainnya. Sebagai contoh, dalam scene kejar-kejaran di Da Vinci Code, ada emosi yang dimainkan di sana, yaitu: kenapa sang tokoh dikejar-kejar? Si tokohnya sendiri waktu itu tidak tahu alasan kenapa ia diburu dan diinginkan nyawanya sedemikian rupa. Sehingga alur novel menjadi menarik. Contoh lain adalah scene perjuangan di Trilogi Pulau Buru, di dalamnya ada campur aduk emosi: perjuangan yang terus menemui tembok besar, kehilangan orang yang dicintai, dan pengorbanan.

Ini perlu digali lagi, apalagi jika melihat kuantitas dan kualitas kisah itu sendiri: 9 orang doktor theologi masuk Islam bersama-sama.

Hal ini yang belum saya temukan di novel mas Dedhi ini. Bagi saya, kisah mualaf tentunya memiliki titik berat pada kontemplasi kenapa seseorang bisa mendapat hidayah. Bagi saya, fase ini justru disajikan dengan sangat singkat. Hanya diwakili oleh sebuah kalimat,  “Ya, kita keluar saja dan masuk Islam”. Pengalaman mendapat hidayah Islam bagi seorang mualaf adalah tonggak sejarah besar dalam kisah hidup seseorang. Sebuah titik balik agung. Sebuah hadiah cinta dari Sang Khalik. Sebuah sentuhan jiwa yang membuat mata hati menjadi terbuka. Ini perlu digali lagi, apalagi jika melihat kuantitas dan kualitas kisah itu sendiri: 9 orang doktor theologi masuk Islam bersama-sama. Tentu pada masa perenungan tersebut ada perasaan mendera-dera. Ada debat. Ada shock ketika membaca informasi dari manuskrip keagaaman kuno. Ada Aha Moment. Ada pencerahan, mungkin oleh satu atau beberapa dari 9 orang tersebut. Ada induksi pemahaman dari yang sudah tercerahkan kepada yang lain. Fase ini jika diungkap dengan ciamik, tentu sangat manis dan akan memberikan kesan yang mendalam kepada para pembacanya.

Saya setuju dengan pak Dedhi ketika menganalogikan kisah mereka sebagai Ashabul Kahfi jaman ini. Ya, ini adalah kisah yang berulang, kisah orang yang diburu karena keimanannya. Kisah seperti ini akan terus terjadi. Panggilan jiwa yang lurus untuk menyambut seruan kesucian. Jiwa-jiwa yang terpanggil itu tentu bisa tumbuh di lingkungan yang sama sekali tidak diduga.

Novel ini pernah diulas di beberapa blog seperti: PKS Piyungan dan SeputarKampus.Com. Sayang sekali jika Novel ini tidak masuk ke dalam scene novel di tanah air, khususnya di kalangan muslimin penggemar buku.

 

QUIZ NOVEL ALLAH ITU DEKAT

Di bagian akhir novel terdapat sebuah pesan rahasia. Untuk memecahkannya, saya teringat dengan metode Sherlock Holmes ketika memecahkan kode rahasia Orang Menari. Asumsi yang digunakan adalah: dalam setiap kata, huruf yang sering berulang adalah huruf vokal. Nah, selanjutnya, kita memulai menebak kata yang mudah atau unik: kata apa dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari 3 huruf? Sisanya… silakan di-decode sendiri yah… Selamat menjadi detektif!

Jawaban Quiz Novel Allah itu Dekat

Penerimaan Mahasiswa Baru Prodip I dan III STAN Tahun Anggaran 2013/2014

Sore ini, Selasa 4 Juni 2013, saya mendapat info bahwa penerimaan mahasiswa baru STAN sudah diumumkan di website STAN. Belajar dari pengalaman tahun-tahun yang lalu, website STAN akan mengalami peak load dan akhirnya down, maka pengumuman ini saya mirror di blog saya.

Berkas pengumuman penerimaan mahasiswa baru STAN dituangkan dalam surat Sekjen Kemenkeu Nomor PENG-4/SJ/2013 tanggal 3 Juni 2013 berikut ini:

DOWNLOAD PENGUMUMAN

PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAN 2013

 

Berikut ini screen capture dari halaman web http://www.stan.ac.id/kategori/index/4/page/penerimaan-mahasiswa-baru-prodip-i-dan-iii-stan-tahun-anggaran-20132014.

Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru STAN 2013
Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru STAN 2013

Belajar dari Korea

Pada suatu kesempatan (yang sangat berharga buat saya), saya bertemu dengan CEO sebuah perusahaan Korea. Perusahaan tsb adalah vendor teknologi untuk perusahaan-perusahaan besar Korea di bidang elektronika dan telekomunikasi. Perusahaan yang nggak terkenal namanya ini, bertugas membuat propotype produk yang akan diluncurkan di pasar.

Membuat prototype produk sangat menyedot sumber daya, karenanya hanya orang-orang terbaik di bidangnya yang dipercaya untuk membuat prototype. Lain halnya dengan produksi yang lebih mengedepankan efisiensi, dalam pembuatan purwarupa aspek yang diutamakan adalah inovasi agar bisa memberikan solusi. Apalagi kalau produknya padat teknologi. Tentu sangat menyenangkan bisa berinteraksi dengan orang-orang di balik layar pembuatan purwarupa.

Seorang kawan memesan custom product ke perusahaan Korea ini, dan saya kecipratan kesempatan untuk hadir pada  demo purwarupa.  Pada pertemuan tsb, pak Yeoh (sang CEO) dan staffnya mempresentasikan fitur produk. Tugas kami yang hadir adalah mengkonfirmasi apakah fitur-fitur yang dipesan sudah terakomodasi dengan baik pada prototype tersebut.

Di tengah-tengah presentasi, pak Yeoh mengeluarkan sebuah koper. Ketika dibuka, isinya adalah modul-modul chip. Bentuknya seperti prosesor komputer. Ada yang besar dan ada yang kecil. Beliau menjelaskan bahwa modul-modul ini adalah berbagai macam chip untuk modul telekomunikasi, ada modul GSM 2G, GSM 3G, GSM 3,5G, CDMA, CDMA Rev. A, wireless A/B/G, dll. Saya tahu, bapak yang satu ini mau pamer (dalam arti marketing), “Palugada loh!”

Nah… di titik ini lah saya tercenung…

Pertama, kemajuan teknologi Korea tidak datang dalam sekejap mata. Titik awalnya adalah penguasaan dan adaptasi terhadap teknologi baru. Bagaimana menguasai dan mengejar perkembangan teknologi? Korea bermain di satu fase hulu nan strategis, yaitu riset. Riset-riset yang dilakukan oleh orang-orang Korea mampu menghasilkan paten yang aplikatif di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dari paten-paten inilah dibangun produk-produk strategis, seperti chip, layar sentuh dan modul wireless. Dari produk-produk strategis ini, dibentuk lagi produk-produk yang sukses di kalangan konsumen akhir. Sebuah rantai nilai yang luar biasa, dan Korea menguasainya dari hulu ke hilir!

IMG_20130502_190221

Lihat saja produk Korea yang membuat Amerika ketar-ketir, Samsung Galaxy. Perhatikan bahwa komponen-komponennya didominasi oleh produk asli Korea, mulai dari prosesor sampai layar sentuh. Bahkan Apple pun menggunakan layar sentuh buatan Samsung. Saya belum memastikan alasan Apple membeli dari Samsung, bisa jadi karena harga yang bersaing atau karena Samsung memegang paten teknologi layar sentuh.

Saya teringat pesan pak BJ Habibie dalam Keynote Speech Lustrum Fakultas Ekonomika dan Bisnis, UGM 2011. Beliau memberikan sebuah analogi menarik. Ada dua mobil yang bertabrakan. Mobil yang pertama keluaran terbaru dari merk ternama dan berharga selangit. Mobil kedua diproduksi oleh pabrik tidak ternama dan harganya murah. Apa yang terjadi setelah mereka sama-sama ringsek? Ternyata harga keduanya menjadi sama. Sama-sama dihargai sebagai besi kiloan. Lalu, apa yang membuat harganya jauh berbeda sebelum ringsek? Pak Habibie menjawab sendiri pertanyaannya: Teknologi.

Kedua, Korea tidak berhenti sampai memproduksi parts/komponen saja, tapi melanjutkannya sampai ke produk akhir. Dalam khazanah ekonomi industri, penguasaan rantai nilai seperti ini jarang ditemui. Umumnya tiap pihak hanya bisa menguasai salah satu rantai dalam rantai nilai. Qualcomm, sebuah perusahaan berbasis Amerika, menguasai paten untuk modul CDMA, tetapi kita tidak pernah mendengar adanya produk CDMA buatan Amerika yang laris di pasar.

Tentunya sinergitas rantai nilai ini sulit dilakukan oleh satu kelompok bisnis saja. Peran pemerintah yang memiliki kewenangan besar tentu sangat berperan dalam menata sumber daya yang sedemikian besar. Nah, untuk menuju titik ini, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa pemerintah membutuhkan orang-orang yang berkemampuan tinggi dan berintegritas, serta punya loyalitas yang tinggi kepada kepentingan bangsa dan negara (malaikat banget syaratnya). SDM seperti itu ada di masyarakat. Pertanyaannya adalah bagaimana cara pemerintah menarik orang-orang nomor satu untuk masuk ke pemerintahan? Silahkan berkaca pada Singapore yang sudah menjawab pertanyaan ini tiga dekade yang lalu.

Bicara soal kepentingan bangsa, konon pada tahun 70an, pemerintah sudah memikirkan solusi mengatasi kemacetan. Pemerintah, diwakili oleh Kementerian X, mengundang konsultan dari Jepang (kemungkinan dengan skema hibah atau pinjaman dari Jepang) untuk membahas masalah ini. Hasil pembahasan memberikan dua rekomendasi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta: Opsi A, membangun Mass Rapid Transportation, atau Opsi B membangun jalan tol.

Konon.. sekali lagi konon loh.. pilihan jatuh ke Opsi B karena dua hal: (1) konsultan dari Jepang berkepentingan untuk meningkatkan produksi mobil Jepang, dan (2) jika pilih Opsi A maka yang akan menjalankan proyeknya adalah Kementerian Y yang tidak terlibat dalam pembahasan ini. Jika hal ini benar terjadi, maka ini menjadi contoh pentingnya pemerintah memerlukan SDM yang memiliki loyalitas kepada kepentingan publik.

(PERHATIAN: Dua paragraf di atas tidak boleh dikutip, karena sumbernya belum valid.)

* * *

Kita tidak boleh serta merta tercengang kagum pada kesuksesan Korea di awal abad ini. Nasehat Pak Harto agar Ojo Gumunan, Ojo Kagetan,  Ojo Dumeh (jangan mudah terheran-heran, jangan mudah terkaget-kaget, jangan mentang-mentang) sepertinya cocok untuk kondisi ini. Kita masih bisa menjadi bangsa yang besar, bangsa yang optimal dalam memanfaatkan potensi dirinya. Tentu jalan mencapai kemakmuran tersebut tidak sama dengan jalan yang digunakan Korea. Sebagai negara agraris dan maritim, Indonesia memiliki potensi yang khas dibanding Korea yang miskin Sumber Daya Alam.

India sudah melesat dengan investasi pendidikan yang menghasilkan SDM yang berkualitas. China menjadi raksasa industri karena biaya produksi yang murah. Swiss, negara kecil tanpa garis pantai, terkenal karena presisi produk-produknya. Jerman memiliki bursa kopi terbesar di dunia, padahal ia tidak memiliki kebun kopi secuilpun.

Indonesia insya Allah bisa menjadi negara yang mampu mengoptimalkan potensinya. Tinggal pilih, mau cepat atau lambat untuk mencapai titik itu.

Akuntansi sebagai Pemicu Aliran Sumber Daya Ekonomi Dunia

Hari ini saya berdiskusi lagi, untuk kesekian kali, dengan seorang kawan peneliti akuntansi. Topiknya adalah akuntansi sebagai sarana alokasi sumber daya ekonomi. Menurut paham tersebut, laporan keuangan membantu calon investor dan calon kreditor untuk mencari proyek dengan return yang paling optimal. Ketika mereka membuat keputusan untuk berinvestasi (entah dalam bentuk penyertaan modal atau pinjaman), maka mengalirlah sumber daya ekonomi kepada entitas usaha yang potensial.

Dari sudut pandang inilah, urgensi mengenai standardisasi laporan keuangan global menjadi relevan untuk dibicarakan. You know where this thought going at. Yes, IFRS. Convergence. Fair value. Dengan IFRS, maka cost of capital untuk menyiapkan laporan keuangan yang dapat dikonsumsi secara global akan menurun. Apakah keuntungannya hanya pada investor? Ternyata tidak. Menurut paham ini, suatu negara yang menggunakan basis IFRS dalam menyusun laporan keuangannya, akan mendulang keuntungan berupa aliran sumber daya ekonomi dari sumber global.

Konsep ini cocok dengan hipotesis pasar efisien (EMH). Dalam konsep EMH, seluruh pelaku pasar adalah pihak-pihak yang memaksimalkan kepuasan sehingga mereka akan memberikan respon yang sama jika memiliki sumber daya yang sama dan mendapat informasi yang sama. Syarat utopis dalam EMH adalah setiap orang memiliki kesempatan dan akses yang sama untuk mendapatkan informasi. Kondisi tersebut tentunya bertentangan dengan hukum asynchronous information yang mendominasi fenomena di lapangan. Kesesuaian konsep aliran sumber daya dengan EMH terletak pada perilaku pasar yang memaksimalkan kepuasan. Tanpa asumsi itu, konsep aliran sumber daya tidak akan menemui muara yang tepat.

Saya tidak serta merta menerima konsep tersebut. Hal pertama yang muncul di kepala adalah bagaimana cara membuktikannya secara empiris? Secara teoritis, konsep tersebut cukup masuk akal. Namun, teori tersebut masih harus dikonfirmasi dengan fakta di lapangan. Satu-satunya pasar hampir sempurna yang datanya dapat diakses publik adalah bursa saham. Artinya, bursa saham akan menjadi tempat yang ideal untuk menguji keempirisan topik di atas. Saya kembali memutar memori dan pemahaman saya terhadap bursa saham.

Masalahnya, informasi akuntansi itu hanya tersedia dalam beberapa saat dalam setahun. Sedangkan, respon pasar terhadap nilai perusahaan terus berubah sepanjang tahun. Meskipun demikian, para ahli meyakini bahwa nilai riil suatu perusahaan dapat ditaksir melalui informasi akuntansi. Fluktuasi nilai pasar akan bergerak menuju nilai riil tersebut, sehingga dengan pendekatan ini para analis finance dapat menentukan apakah harga saham suatu perusahaan dalam posisi underpriced atau overpriced.

Anyway, konsep aliran sumber daya adalah sebuah konsep yang menarik untuk dipelajari, diulas, didiskusikan dan dikaji. Hasil kajian tersebut hendaknya dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara ini. Tidak hanya menjadi sapi perah bagi kapitalisme global, namun setidaknya, meminjam istilah teman, menghindari kerugian yang lebih besar karena harus berjalan di luar sistem yang sudah ada.