Small Wins

Tempo hari, televisi di tempat potong rambut menampilkan siaran langsung MotoGP (maklum di rumah justru nggak ada tivi). Satu hal yang menarik adalah ketika Tony Elias menyalip Valentino Rossi, kamera sontak menampilkan ekspresi crew Honda Fortuna yang bersorak melihat manuver pembalap andalannya itu.

Di sini saya melihat ada fenomena perayaan terhadap Small Wins (kemenangan kecil). Padahal kita semua tahu – bahkan para crew pendukung Tony Elias lebih paham hal ini – bahwa hasil perlombaan ditentukan saat pembalap memasuki garis finish. Artinya, dengan mencuri posisi pimpinan perlombaan di lap 20 belum tentu membuat Tony Elias menjuarai balapan di sirkuit Estoril, Portugal ini.

* * *

Fenomena penghargaan atas Small Wins dapat membangun sebuah tim yang visioner. Pemimpin maupun manajer (ya, saya memang menganut pemahaman bahwa pemimpin berbeda dengan manajer) dapat menggunakan Small Wins untuk menyebarkan shared value kepada para anggota tim. Dengan adanya even perayaan Small Wins tersebut, bawahan jadi tahu apa yang diinginkan atasannya. Sebaliknya, atasan pun dapat mengukur moral anak buah dalam pencapaian tujuan.

Perayaan Small Wins menjaga keterpaduan tujuan bersama dengan perkembangan yang terjadi di lapangan. Bahkan perayaan small wins merupakan salah satu cara terefektif dan terefisien untuk mengejawantahkan visi pimpinan kepada anak buahnya. Apalagi dibandingkan dengan teori-teori kepemimpinan yang biasanya disuguhkan dengan bahasa yang mumet itu – apa karena memang ditujukan bagi segmen organisasi yang paling mumet pula?

Di kantor (sambilan) saya, perayaan small wins cukup dirayakan dengan makan2 (gorengan) dan minum2 (es kelapa muda). Namun kepuasan yang ditebarkan sungguh luar biasa. Kami, anak buah, merasa dihargai. Sementara bapak2 pimpinan, semakin mudah mengarahkan organisasi ke tujuan yang lebih besar.
Justru di kantor resmi saya, hal semacam itu belum menjadi kebiasaan yang lazim. Perlu dimaklumi juga, alasannya cukup sederhana: tidak ada alokasi dana untuk itu. Itulah susahnya jadi bagian dari organisasi sektor publik. Kami ini dianggap mesin yang harus terus melayani negara dan masyarakat. Yang lebih parah, kalau ada “negara” di dalam negara. Dan juga “masyarakat” yang mengaku masyarakat. Memang menurut Aime Heene, salah satu sifat organisasi sektor publik adalah impersonality. Artinya, suatu fungsi pemerintahan itu seharusnya tidak dipengaruhi oleh siapa orang yang menjalankan, karena semua telah diatur berdasarkan kekuatan legalitas yang kuat.
Bagaimana perayaan small wins di tempat Anda?

Ancaman Mainan Anak

Sewaktu kecil, kepala saya pernah tertancap dart. Hohoho.. Kok bisa ya? Well, waktu itu saya lagi main-main dengan dart abang saya. Maklum, abang punya mainan yang bejibun. Salah satunya ya mainan yang punya ujung logam runcing itu.

Darts game

Tak ingin terkungkung kreativitas plus kagum dengan bentuk ekor yang mirip peluru kendali itu, entah bagaimana muncul ide untuk melontarkannya ke udara. Waktu itu saya bermain di halaman rumah pakdhe yang luas, dirimbuni pohon sawo yang rajin panen *slurrrpp*. Sekali lempar ke udara.. wiiiiww asyiik.. dua kali lempar.. syuurrzzz.. tiga kali lempar.. cep! Dart dengan sukses mendarat di batok kepala saya.

Meski tidak menimbulkan luka serius, tapi kepala saya sempat borokan. Karena takut dimarahi, saya tidak pernah melaporkan kejadian itu kepada orangtua (well, kalo Anda dibesarkan oleh orangtua asal Sumatera berkarakter keras, tentu paham mengapa saya tidak selalu jujur menceritakan kegiatan sehari-hari..).

* * *

Beruntung, di masa ini sudah ada perlindungan konsumen bagi mainan anak. Mainan-mainan yang berbahaya bagi anak-anak, dapat dilaporkan kepada Pemerintah untuk kemudian produsen akan diminta menarik produk bersangkutan dari pasar. Biasanya produsen tak bisa mengelak dari recalling jika telah jatuh korban. Bahkan, sebuah mainan pernah menyebabkan 6700 kecelakaan dengan 4 korban jiwa.

World Against Toy Causing Harm (W.A.T.C.H) adalah sebuah LSM yang memperjuangkan aspek keselamatan pada produk-produk untuk anak-anak. W.A.T.C.H menyediakan kurikulum panduan pendidikan beraspek keselamatan. W.A.T.C.H juga menerbitkan daftar mainan berbahaya tahun 2006. Jangan kaget kalau sepatu beroda yang lagi nge-trend di kalangan anak-anak perempuan menempati urutan teratas daftar tersebut.

Continue reading “Ancaman Mainan Anak”

Antara Conservative Accounting, Sarbanes Oxley dan Syariah Accounting

Males bener hari sabtu begini masih ada kuliah tambahan..Eniwei, dari diskusi kuliah hari ini tentang Syariah Accounting, saya tidak dapat lebih baik menyimpulkannya kecuali dengan ilustrasi berikut ini.

Misalnya Anda seorang akuntan sebuah perusahaan multinasional yang menjual produknya hanya dalam transaksi kas, semua aset dibeli tanpa berhutang, pokoknya nggak pake interest alias riba nih biar ilustrasinya rada masuk akal. Pemegang saham perusahaan itu ada 3 orang, satu orang Eropa (Anglo-Saxon), satu Amerika, sama satu Arab. Perusahaan ingin mengajukan proposal tambahan modal kerja kepada ketiga investor tersebut supaya cari rejekinya makin joss. Jadilah Anda sebagai akuntan mempersiapkan laporan keuangan untuk lampiran proposal tersebut kepada masing2 investor.

Continue reading “Antara Conservative Accounting, Sarbanes Oxley dan Syariah Accounting”